The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Hari ini merupakan hari perdagangan terakhir di tahun 2017 yang ditutup dengan mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Konsisten di zona hijau dengan rentang antara 6321 – 6355, IHSG ditutup naik 0,66% ke level 6355,65. Dari sepuluh sektor di bursa hanya sektor trade dan mining yang melemah sedangkan sisanya menguat dengan pendorong terbesar pada sektor aneka industri (+2,77%), infrastructure (+1,31%) dan construction (+1,13%). Nilai transaksi yang terjadi hari ini sangat besar mencapai 28,38 triliun jauh di atas rata –rata harian di angka 8,5 triliun.

Asing catatkan net buy

Pencapaian rekor IHSG turut didukung oleh net buy asing yang hari ini mencapai 336,89 miliar di seluruh pasar dan 473,28 miliar di pasar reguler. TLKM menjadi saham dengan pembelian bersih asing terbesar, yakni 241,2 miliar. SMGR mencetak pembelian bersih asing Rp 61,3 miliar, dan UNTR 48,5 miliar. Adapun net sell asing terbesar ada pada saham BBNI senilai -170 miliar, HITS -112 miliar dan BCAP -70 miliar.

Sepanjang 2017

Pada awal perdagangan di Januari 2017 lalu, IHSG dibuka di level 5.290,39. Ini berarti sepanjang tahun 2017 IHSG berhasil naik sebanyak 20,14%. Nilai transaksi yang tercatat di bursa Efek cukup tinggi senilai 1.804 triliun. Meski naik banyak di tahun ini, asing terpantau mencatatkan net sell sebesar 39,27 triliun di keseluruhan pasar yang didominasi oleh penjualan bersih di saham SMMA (-10,28 triliun), TLKM (-8,15 triliun) dan ASII (-7,32 triliun).

Bursa Asia Mixed

Di penghujung tahun 2017, bursa regional Asia bergerak mixed dimana sentimen positif dari menguatnya bursa Amerika dan harga – harga komoditas diimbangi oleh profit taking di saham perbankan dan lesunya bursa menjelang libur panjang.

Indeks Nikkei Jepang turun tipis 0,08% karena tipisnya volume perdagangan dimana hanya mencapai 43% di bawah rata-rata perdagangan 30 hari terakhir. Investor menunda mengambil posisi karena resiko libur panjang di akhir tahun. Sementara itu, indeks ASX Australia juga ditutup melemah 0,38% tertekan oleh anjloknya sektor finansial terutama saham – saham perbankan.

Dari daratan China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng, Hong Kong serempak menguat masing – masing sebesar 0,33% dan 0,19%, disusul oleh STI Singapura yang naik 0,20%. Adapun bursa Korea Selatan, hari ini sudah libur dan akan dibuka lagi setelah tahun baru.


Image source: cdn.pixabay.com

0

Morning Review

Pergerakan market hari ini mendapat beberapa sentimen positif dari bursa Amerika yang masih bullish dan harga minyak serta batubara yang menguat. IHSG masih berpeluang untuk naik namun terbatas karena sudah memasuki area jenuh beli. Selain itu pergerakan bursa Asia yang meskipun mayoritas di zona hijau, namun mulai turun dari harga pembukaanya tadi pagi. Rentang pergerakan indeks ada di kisaran 6290 – 6350.

Dow Jones kembali mendaki

Bursa saham Amerika bergerak menghijau ditopang oleh saham teknologi seperti Apple, Facebook dan IBM. Indeks Dow Jones memimpin penguatan sebesar 0,26% disusul oleh Nasdaq dan S&P 500 yang masing – masing menguat 0,16% dan 0,18%.

Bursa Eropa melemah

Indeks Stoxx Europe ditutup melemah 0,26% atau 1 poin ke posisi 389,54 karena minimnya  katalis penggerak penggerak bursa. Sektor teknologi menjadi penekan utama dengan penurunan sebesar 0,8% karena kekhawatiran akan menurunya permintaan chip untuk ponsel.

Minyak menguat

Harga minyak berhasil menguat 0,54% di level USD 59,89 per barel meskipun transaksi mulai sepi menjelang libur akhir tahun. Investor berfokus pada kenaikan demand dari China dan mulai beralih dari isu gangguan suplai minyak di Libya.

Batubara naik

Setelah bergerak stagnan seusai libur natal, harga batubara kembali menanjak di kedua bursa utama dunia. Di Rotterdam untuk kontrak pengiriman bulan Januari, harganya menguat 0,58% ke level USD 95,45 per metrik ton  sedangkan di Newcastle naik 0,40% dan bertengger di level USD 100,30 per metrik ton

CPO tergelincir

Harga CPO berakhir melemah 0,79% namun masih berada di atas level 2500 ringgit per ton. Penurunan CPO terseret oleh anjloknya harga minyak kedelai sebagai komoditas substitusi sebesar 1,68%.


Image source: cdn.pixabay.com

0