The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Meski sempat tertekan cukup dalam ke zona merah, IHSG mampu bangkit dan ditutup dengan kenaikan sebesar 0,46% di level 6605,63 setelah diperdagangkan di rentang 6522 – 6627. Sektor basic industry menjadi pendorong indeks dengan kenaikan sebesar 2,12% karena lonjakan di saham – saham semen. Kemudian sektor perdagangan naik 1% dan construction sebesar 0,90%. Dari sepuluh sektor di bursa, hanya tiga yang bergerak melemah, yaitu mining (-0,74%), consumer goods (-0,54%), dan agriculture (-0,16%).

Asing kembali net sell jumbo

Setelah kemarin mencatatkan outfloww lebih dari 1 triliun, hari ini net sell asing tercatat juga cukup besar senilai 952, 36 miliar di keseluruhan pasar. Saham TLKM dan BBRI mempimpin dengan penjualan bersih sebesar -598 miliar dan -206 miliar disusul oleh UNVR (-67 miliar), ASII (58 miliar) dan BUMI (-52 miliar). Sementara itu, saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah BBCA (121 miliar), AALI (72 miliar), PTBA (62 miliar) dan BBNI (31 miliar).

Bursa Asia mixed cenderung melemah

Sejumlah indeks utama regional Asia berakhir di teritori negatif mengikuti pergerakan bursa Wall Street setelah yield obligasi AS kembali menanjak ke level tertingginya yang mengindikasikan kepercayaan investor yang semakin rendah. Selain itu, merosotnya harga batubara dan minyak bumi turut mempengaruhi emiten – emiten terkait energi dan sumberdaya.

Indeks Kospi Korea berbalik melemah 0,05% setelah pagi tadi sempat menguat hingga 0,4% karena merosotnya saham – saham di sektor industri kimia dan otomotif setelah data produksi industri Korea turun 0,5% padahal di bulan sebelumnya mencatatkan kenaikan 0,2%. Sementara itu dari Jepang, indeks Nikkei 225 anjlok hingga -0,83% karena terpuruknya saham – saham otomotif. Saham Toyota Motor Corp. (-1,95%), Mitsubishi UFJ Financial Group (-2,18%), dan Honda Motor Co. Ltd. (-2,52%) menjadi penekan utama indeks.

Namun demikian, di beberapa negara, bursa saham mampu berkinerja positif karena adanya data ekonomi dalam negeri yang memuaskan. Indeks ASX 200 Australia mampu menguat 0,25% setelah data consumer price index menunjukkan pertumbuhan konstan di kisaran 2% secara year on year. Kemudian dari Hong Kong, indeks Hang Seng melonjak hingga 0,81% setelah data M3 money supply stabil di angka 11,6% serta optimisme akan pertumbuhan penjualan retail di bulan Januari.

 

Image source: i.kinja-img.com

0

Morning Review

Tiga indeks utama Wall Street kembali mencatatkan penurunan tadi malam. Indeks Dow Jones terperosok hingga 1,37% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing melemah 1,09% dan 0,86%. Penurunan indeks disebabkan oleh kenaikan yield obligasi AS yang melonjak ke level tertingginya setelah pertemuan dua hari The Fed resmi dimulai. Investor bersikap wait and see dan cenderung mengamankan dananya sambil mengamati prospek ekonomi dan penaikan tingkat suku bunga oleh bank sentral AS di tahun ini.

Bursa Eropa turut tergelincir

Indeks Stoxx Euro 600 berakhir melemah 0,9% karena merosotnya sektor siklis seperti batubara dan minyak mentah. Saham-saham sumber daya merosot 1,6% karena tertekan oleh anjloknya harga logam karena penguatan dolar AS. Selain sektor siklis, saham – saham finansial juga menekan indeks dimana sektor perbankan tersungkur hingga 1,3% sementara saham jasa keuangan melemah 0,8%.

IHSG melemah namun ada harapan dari bursa Asia

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan akan melemah terbatas terdampak oleh outflow dana asing dari bursa yang cukup deras karena belum jelasnya prospek ekonomi Amerika dan kenaikan suku bunga the FED yang membuat investor asing cenderung mengamankan dananya. Secara teknikal tekanan jual masih cukup kuat di pasar karena memang indeks yang sudah memasuki zona jenuh beli sehingga rawan profit taking.

Harapan bagi IHSG datang dari regional Asia dimana indeks Nikkei, Hangseng dan Shanghai Composite hanya mengalami penurunan tipis sedangkan Kospi Korea justru bergerak di zona positif dengan kenaikan sebesar 0,18%. Penguatan mata uang dollar membuat laba emiten – emiten berorientasi ekspor di Asia di proyeksikan meningkat.

Minyak mentah kembali koreksi

Harga minyak WTI kembali lanjutkan pelemahan sebesar -1,67% dan berada di level USD 64,36 per barel setelah American Petroleum Institute (API) dikabarkan telah melaporkan peningkatan stok minyak mentah sebesar 3,23 juta barel pekan lalu.

Batubara turun tajam

Mengikuti harga minyak, batubara mengalami koreksi cukup tajam dimana di bursa Newcastle anjlok tajam hingga 1,73% sedangkan di bursa Rotterdam melemah hingga 1,78% untuk kontrak Februari 2018.


Image source: http://static6.businessinsider.com

0

Market Updates

Sejumlah indeks utama bursa regional Asia serempak bergerak melemah mengikuti pergerakan bursa Amerika yang turun tadi malam. Investor memilih untuk melakukan profit taking dan bersikap wait and see baik di pasar saham maupun obligasi menjelang rapat perdana the FED di 2018 dan sekaligus rapat terakhir yang dipimpin Janet Yellen sebagai gubernurnya. Rapat ini sangat ditunggu – tunggu sebab akan memberikan gambaran terhadap kebijakan The Fed sepanjang 2018 nanti, seperti kemungkinan kenaikan suku bunga The FED dan arah kebijakan gubernur baru, Jerome Powell, apakah akan sejalan dengan Janet Yellen.

Bursa regional Asia melemah tajam

Di bursa saham Jepang, indeks Nikkei 225 merosot hingga 1,43% karena anjloknya saham FANUC Corp (-3,13%) dan Tokyo Electron (-2,87%). Selain itu, diburunya aset safe haven membuat mata uang yen menguat hingga 0,3% sehingga membebani kinerja emiten – emiten berbasis ekspor. Menyusul bursa Jepang, indeks Kospi Korea ikut merosot hingga 1,17% dan sekaligus mematahkan rally kenaikan selama lima hari terakhir karena terpuruknya saham Samsung dan pelemahan mata uang won.

Kemudian dari China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing anjlok 0,99% dan 1,06% selain karena sentimen negatif dari bursa regional juga disebabkan oleh proyeksi rilis data PMI bulan ini yang diperkirakan lebih rendah dari bulan Desember. Sementara itu dari Australia, kenaikan harga komoditas batubara tidak mampu menahan kejatuhan sektor lainya sehingga indeks ASX 200 terpaksa harus ditutup turun sebanyak 0,89%

IHSG terkapar

Terus berada di zona merah, IHSG ditutup anjlok 1,57% ke level 6575,49 setelah diperdagangkan dengan rentang 6546 – 6675. Semua sektor yang menyokong bursa bergerak di zona merah, bahkan sektor Agri yang sebelumnya sempat menghijau karena kenaikan harga CPO, berakhir dengan pelemahan sebesar 1,54%.  Penekan utama indeks berasal dari sektor aneka industri, infrastructure, consumer goods dan construction yang anjlok lebih dari 2%, sementara sektor lainya melemah tajam lebih dari 1%.

Asing net sell besar – besaran

Kejatuhan IHSG hari ini tidak terlepas dari keluarnya dana asing dari bursa yang hingga penutupan mencapai 1,19 triliun di keseluruhan pasar, didominasi oleh saham TLKM dan perbankan. TLKM mencatatkan net sell sebesar -343 miliar yang disusul oleh BBRI (-334 miliar), BMRI (-255 miliar) dan BBNI (-91 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah BBCA (231 miliar), PTBA (72 miliar) dan ADRO (35 miliar).


Image source: http://www.bostonherald.com


 

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini akan ditenagai dari sektor komoditas, utamanya adalah mining dan CPO terkait kenaikan komoditas batubara dan CPO. Namun demikian, perlu diwaspadai adanya potensi koreksi setelah terbentuk pola hanging man yang mengindikasikan mulai terbentuknya tekanan jual di pasar yang saat ini dalam kondisi overbought seperti yang ditunjukkan indikator RSI dan Stochastic. Selain itu, pelemahan bursa Amerika, Eropa dan Asia pagi ini juga berpotensi menyeret IHSG ke zona merah.

Bursa Amerika terkoreksi

Tiga indeks acuan utama Amerika bergerak di zona merah setelah sektor teknologi mengalami kejatuhan sebesar 0,9% karena tertekan penurunan saham Apple sebanyak 2,1% menyusul pemberitaan bahwa perusahaan ini akan memangkas separuh produksi smartphone iPhone X. Secara keseluruhan indeks Dow Jones tergelincir 0,67% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing sebesar 0,52% dan 0,67%.

Bursa Eropa turun tipis

Index Euro Stoxx 50 ditutup turun tipis 0,16% tertekan oleh penurunan saham – saham teknologi di Jerman yang mengkhawatirkan penurunan produksi chip untuk smartphone. Indeks DAX Jerman sendiri ditutup melemah 0,12%.

Harga minyak tertekan penguatan dollar

Harga minyak mengalami koreksi sebesar 1,04% namun masih dalam level tertingginya di angka USD 65,45 per barel.Pergerakan minyak tertekan oleh penguatan Dollar indeks sebanyak 0,5% didorong kenaikan imbal hasil Treasury. Selain itu, menteri Perminyakan Iran, Bijan Namdar Zanganeh memperingatkan bahwa harga minyak mentah di US$60 akan mendorong output dari ladang minyak shale, sekaligus mendorong harga turun lagi.

Batubara masih kuat

Harga batubara mendapat sentimen positif dari China setelah empat produsen listrik nasionalnya memperingatkan bahwa adanya potensi kekurangan bahan bakar pemanas dan listrik, seiring dengan adanya badai salju yang cukup parah di provinsi bagian tengah dan selatan China. Sebagai hasilnya harga batubara di bursa Newcastle untuk kontrak Februari melonjak hingga 1,29%.

CPO di atas 2500 ringgit

Harga CPO mulai menampakkan tanda – tanda kepulihan setelah secara historis musiman, produksi standan sawit cenderung turun pada bulan Januari – Maret. Di bursa Malaysia kemarin, harga CPO ditutup naik 1,57% ke level 2520 ringgit per ton.


Image source: theinsiderstories.com

0

Market Updates

Meski mayoritas berkutat di zona merah, IHSG berhasil ditutup naik sebesar 0,30% ke level 6680,62 setelah diperdagangkan di rentang 6634 – 6686. Saham – saham komoditas menjadi bahan bakar indeks dimana sektor mining melonjak hingga 2,56% karena harga batubara China yang menyentuh rekor baru hari ini. Selain mining, agriculture mampu melaju hingga 1,75%  setelah harga CPO naik karena penguatan mata uang dollar menekan pergerakan ringgit Malaysia. Kemudian, rebound sektor finance yang berkapitalisasi terbesar di bursa juga turut membantu IHSG naik ke atas. Sebelumnya sektor finance membebani indeks dengan penurunan hingga 0,8% namun menjelang penutupan pasar mampu berbalik ditutup naik 0,16%.

Asing net sell di perbankan

Membuka awal pekan ini, asing mencatatkan net sell cukup besar mencapai 409,67 miliar di keseluruhan dengan penjualan terbesar pada BBRI dan BMRI senilai -192 miliar dan -171 miliar disusul oleh PGAS (-138 miliar), MNCN (-85 miliar) dan TLKM (-66 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah BBCA (211 miliar), ADRO (88 miliar), UNVR (26 miliar) dan INKP (26 miliar).

Bursa Asia berbalik melemah

Sejumlah indeks utama Asia berbalik melemah setelah sentimen dari penguatan bursa Amerika mulai reda dan investor mulai berfokus ke kondisi dalam negeri. Indeks Nikkei Jepang ditutup turun 0,04% setelah sebelumnya naik 0,1%. Kenaikan saham teknologi di Jepang tidak mampu mengimbangi penurunan pada sektor kimia, asuransi dan mining. Selain dari Jepang, indeks Shanghai Composite China dan Hang Seng, Hong Kong masing – masing tergelincir 0,99% dan 0,50%

Meski demikian, Indeks Kospi Korea berhasil mempertahankan penguatanya dengan kenaikan sebesar 0,91%. Kenaikan saham – saham teknologi besar seperti Samsung dan SK Hynix mampu menopang indeks melaju ke atas.

Dari Australia, indeks ASX 200 bergerak menghijau 0,42% dipengaruhi melonjaknya saham – saham energi karena lonjakan harga batubara. Seperti diketahui, harga batubara thermal berjangka di China menyentuh rekor baru pada hari ini setelah perusahaan penambang batubara terbesar memperingatkan adanya potensi kekurangan pasokan listrik karena musim dingin yang buruk di provinsi pusat dan selatan


Image source: d136nkzuw2elkh.cloudfront.net

0

Morning Review

Membuka awal pekan ini, IHSG kami proyeksikan akan bergerak menguat ditenagai sentimen positif dari menguatnya bursa Amerika, Eropa dan regional Asia pagi ini. Harga minyak yang kembali memanas juga akan mendorong sektor komoditas bergerak bullish. Secara teknikal, IHSG memang sudah berada di kondisi overbought, namun tekanan beli dari pasar yang masih kuat disertai inflow asing yang besar berpotensi membuat indeks terus melaju ke atas.

Bursa Amerika cetak rekor baru

Sejumlah indeks utama Wall Street bergerak menghijau dan mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Indeks Dow Jones menguat 0,85% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 melesat hingga 1,28% dan 1,18%. Penguatan bursa As ditenagai oleh sektor teknologi dan kesehatan setelah laporan keuangan kuartal IV pada perusahaan AbbVie, Honeywell, Intel dan Rockwell mencetak pertumbuhan laba dan penjualan yang lebih tinggi dari perkiraan.

Minyak semakin memanas

Harga minyak kembali ke trend bullishnya, dimana minyak WTI ditutup melonjak 1,47% ke level USD 66,14 dollar per barel setelah Venezuela dikabarkan kesulitan untuk mendistribusikan minyaknya ke luar negeri. Kapal – kapal tanker yang menunggu untuk pengisian minyak terus bertambah banyak di pelabuhan – pelabuhan venezuela.

Harga logam industri memudar

Setelah mencetak penguatan tinggi, harga logam industri mulai menunjukkan koreksi. Harga seng melemah 0,7% ke level US$ 3.442 per metrik ton sedangkan harga nikel turun 0,49% ke level USD 13632 per ton. Adapun harga alumunium turut tergelincir 0,58% ke USD 2.228 per metrik ton setelah berlebihnya suplai di China dan ancaman peningkatan produksi alumunium di Amerika.

CPO kembali melandai

Harga CPO Jumat lalu ditutup turun 0,40% menuju level 2481 ringgit per ton setelah data kargo Intertek Testing Services menunjukkan, ekspor CPO Malaysia periode 1-25 Januari turun 7% dibanding periode sama bulan sebelumnya. Sementara, menurut Societe General de Surveillance, ekspor CPO Malaysia periode 1-25 Januari turun 6,8% dari periode sama bulan sebelumnya.


Image source: s-i.huffpost.com

0

Market Updates

Setelah dua hari bergerak melemah karena tekanan jual asing, IHSG kembali ke jalur bullishnya dan mencetak rekor penutupan tertinggi di level 6660,62 atau naik 0,68% setelah diperdagangkan dengan rentang 6615 – 6677. Enam dari sepuluh sektor yang menyokong bursa berada di zona hijau dengan pendorong terbesar dari sektor infrastructure yang melonjak 2,50% akibat rebound saham TLKM dan sektor konstruksi sebesar 1,27%. Sektor finance dan basic industry juga turut naik di atas 1%. Adapun empat sektor yang melemah di antaranya adalah anke industri (-0,76%), mining (-0,19%) dan consumer goods (-0,11%).

Asing catatkan net buy

Kenaikan IHSG hari ini turut didukung oleh inflow dana asing yang masuk bursa cukup besar senilai 729,57 miliar di keseluruhan pasar. TLKM yang sebelumnya sering menjadi top net sell asing kini berbalik menjadi top net buy dengan pembelian bersih sebesar 394 miliar, disusul oleh BBCA (120 miliar), PTBA (62 miliar) dan SMGR (57 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah TPIA (-52 miliar), BBRI (-49 miliar), BMRI (-49 miliar) dan HMSP (-39 miliar).

Bursa Asia bergerak mixed

Sejumlah indeks utama bursa Asia bergerak mixed cenderung flat dipengaruhi faktor dari menguatnya mata uang dollar dan rilis laporan keuangan kuartal IV tahun 2017 lalu. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia bergerak datar di level 609 setelah Kamis kemarin sempat menyentuh level tertinggi di 611.

Indeks Kospi, Korea Selatan memperbarui rekor tertingginya setelah naik 0,49% di level 2.574,76 ditenagai oleh penguatan saham Dongwha Phamaceutical dan Woori Bank. Kemudian, dari China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng, Hong Kong masing – masing menguat 0,28% dan 1,49%. Namun demikian dari Australia, indeks ASX 200 ditutup turun tipis 0,08% karena melemahnya saham – saham energi akibat harga batubara yang turun.

Sementara itu, dari Jepang, meski sempat menguat di awal perdagangan karena mata uang yen yang bergerak melemah, indeks Nikkei tidak berhasil mempertahankan penguatanya setelah pasar khawatir akan kemajuan industri elektronik dalam negeri pasca rencana Fujitsu Ltd yang akan menjual bisnisnya kepada Polaris Capital Group. Bila rencana ini terlaksana, maka hanya tersia tiga grup besar di bidang tersebut yaitu Sony Corp, Sharp dan Kyocera.


Image source: http://ak5.picdn.net

0

Morning Review

Mata uang dolar berhasil menghentikan penurunan tajamnya setelah presiden Donald Trump berhasil mendinginkan pasar dengan menyatakan bahwa dia menginginkan mata uang dolar yang kuat. Sebelumnya, mata uang dolar mengalami penurunan persentase harian terbesar dalam tujuh bulan terakhir setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa dia menyambut baik pelemahan mata uang karena menguntungkan perusahaan multinasional AS.

Menyambut mata uang dolar yang mulai menguat, sejumlah indeks utama di bursa Asia berhasil menguat pagi ini. Indeks Nikkei Jepang naik 0,12% disusul oleh Shanghai Composite dan Hang Seng yang masing – masing menguat 0,08% dan 0,75%. Adapun indeks Kospi Korea berhasil naik 0,06%.

Bursa Amerika cetak rekor

Indeks Dow Jones dan S&P 500 berhasil meraih rekor penutupan tertingginya dengan kenaikan sebesar 0,54% dan 0,06% setelah perhatian investor mulai teralihkan dari pelemahan dolar ke rilis laporan keuangan kuartal IV 2017.

Bursa Eropa melemah

Meski pelemahan dollar yang diukur dari dollar indeks telah melandai, mata uang Euro tetap menguat menyusul pernyataan Gubernur Bank Sentral Eropa Mario Draghi terkait keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan dan target kenaikan di tahun ini . Hal ini membuat saham emiten – emiten eksportir dari Jerman mengalami pelemahan cukup tajam. Indeks DAX Jerman sendiri ditutup anjllok hingga 0,9% sedangkan secara keseluruhan Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,5%.

Minyak tertekan dollar

Penguatan dollar pasca komentar presiden Donald Trump membuat harga minyak WTI berada di dalam tekanan dan ditutup turun 0,42% ke level USD 65,18 per barel. Sementara itu, minyak Brent yang merupakan patokan minyak Eropa turun 0,11 poin ke level USD 70,42per barel.

Batubara masih tertekan

Harga batubara bergerak berlawanan di kedua bursa utama dunia. Di bursa Newcastle, harga batubara untuk kontrak Februari ditutup turun tipis 0,09%, namun di bursa Rotterdam untuk kontrak di bulan yang sama harganya tergelincir hingga 0,38%.

Harga CPO kembali melemah

Harga CPO mengalami koreksi teknikal setelah tiga hari beruntun catatkan kenaikan. Di bursa Malaysia kemarin, harga CPO ditutup melemah 1,03% ke level 2491 ringgit per ton. Selain itu, CPO juga mendapat tekanan dari turunya harga minyak kedelai sebesar 0,55% yang merupakan komoditas substitusinya.


Image source: http://i2.cdn.turner.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini cenderung berkutat di zona merah dengan rentang pergerakan antara 6581 – 6636 dan ditutup turun tipis 0,16 poin atau -0,0002%. Sektor penggerak indeks berasal dari sektor basic industry yang melonjak hingga 4,30% dan mining yang terus melaju dengan naik 2,32%. Sementara itu ada enam sektor yang membebani indeks dengan penekan utama pada sektor consumer goods (-1,03%), agriculture (-0,83%) dan finance (-0,54%). Turunya IHSG hari ini dipengaruhi oleh sentimen dari bursa regional Asia yang terpuruk karena imbas dari melemahnya mata uang dolar Amerika.

Asing catatkan net buy

Meluapnya outflow asing di saham BBRI (-215 miliar) , TLKM (-189 miliar) dan PGAS (-62 miliar)membuat net sell asing di pasar reguler mencapai 72,46 miliar. Namun karena adanya transaksi pembelian nego pada saham JRPT dan SMMA membuat secara keseluruhan asing mencatatkan net buy sebesar 29,03 miliar. Saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah BMRI (74 miliar), BUMI (58 miliar), SMGR (58 miliar), PTBA (53 miliar) dan JRPT (43 miliar).

Bursa Asia terpuruk

Sejumlah indeks utama Asia bergerak di zona negatif dipengaruhi oleh menguatnya mata uang domestik karena dollar yang terus melemah pasca komentar menteri perdagangan Amerika yang mengisyaratkan akan kemungkinan adanya perang dagang dengan China dan isu proteksionisme Amerika. Mata uang yang termasuk aset safe haven seperti yen dan euro melonjak drastis dan memberi tekanan bagi saham – saham berbasis ekspor.

Hasilnya indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 1,13% karena nilai tukar yen yang naik hingga 0,4%. Sejumlah emiten produsen elektronik seperti Sony, Keyence dan panasonic bergerak turun lebih dari 2%. Sementara itu dari China dan Hong Kong, kurs tengah mata uang yuan yang menguat 192 basis poin menjadi 6,3724 terhadap dolar membuat indeks Shanghai Composite dan Hang Seng terdepresiasi masing – masing sebesar 0,31% dan 0,39%.

Namun demikian, dari bursa Korea, penguatan mata uang won justru disambut baik oleh investor. Indeks Kospi Korea ditutup menguat 0,95% setelah won melonjak hingga 1,14% terhadap dollar. Padahal di saat yang sama rilis data GDP Korea Selatan menunjukkan penurunan sebesar 0,2% jauh lebih rendah dari perkiraan analis yang memprediksi kenaikan sebesar 0,1%.


Image source: steemitimages.com

0

Morning Review

Pergerakan indeks hari ini akan ditenagai oleh penguatan harga – harga komoditas seperti minyak yang menembus rekor tertinggi selama tiga tahun terakhir dan CPO yang melanjutkan kenaikanya selama tiga hari beruntun serta nikel yang harganya kemarin melonjak tajam. Namun demikian, tidak kondusifnya kinerja bursa Amerika, Eropa serta regional Asia pagi ini akan membuat IHSG cenderung mengalami tekanan. Secara teknikal terbentuk pola candle reversal pada penutupan perdagangan kemarin yang mengindikasikan investor mulai ragu apakah laju kenaikan indeks akan terus berlangsung.

Bursa Amerika mixed

Sejumlah indeks Amerika bergerak mixed dengan Dow Jone mampu rebound dengan kenaikan sebesar 0,16% namun S&P 500 dan Nasdaq masing – masing tergelincir 0,06% dan 0,61%. Investor mengkawatirkan adanya perang dagang dengan China setelah Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan bahwa otoritas perdagangan AS sedang menyelidiki apakah akan mengambil tindakan atas pelanggaran hak kekayaan intelektual oleh China.

Bursa Eropa terimbas penguatan Euro

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,5% sedangkan indeks DAX Jerman dan FTSE 100 Inggris bergerak turun di kisaran 1%. Pelemahan bursa Eropa disebabkan oleh menguatnya mata uang Euro yang menyebabkan saham – saham teknologi dan elektronik mengalami pelemahan yang signifikan.

Minyak semakin mendidih

Harga minyak WTI terus menguat selama empat hari beruntun ini setelah data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan, stok minyak mentah komersial turun 1,1 juta barel per hari pada  pekan lalu. Sementara harga minyak Brent yang diperdagangkan di ICE Futures ini mencapai US$ 70,53 per barel kemarin.

Nikel melonjak tajam

Harga nikel ditutup melonjak tajam hingga 5,54% menuju level USD 13.352,50 per metrik ton setelah adanya kekurangan pasokan global pasca ditutupnya empat tambang nikel besar di Filipina dan terhentinya aktivitas pertambangan milik Sumitomo Corporation di Madagaskar karena serangan topan awal bulan ini. Permintaan nikel global yang mencapai 2,259 juta ton diperkirakan hanya akan terpenuhi sebanyak 2,206 juta ton.

Harga CPO kembali di atas 2500 ringgit

Harga CPO di bursa Malaysia kembali memperpanjang penguatanya dengan kenaikan sebesar 0,92% menuju level 2517 ringgit per ton. Katalis harga CPO berasal dari naiknya harga minyak kedelai sebesar 0,49% dan menguatnya mata uang di negara – negara pengimpor utamanya eropa.


Image source: d1w9csuen3k837.cloudfront.net

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 5NO NEW POSTS