The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Meski sempat mixed, IHSG berhasil memperbarui rekor penutupan tertingginya. Diperdagangkan dengan rentang 6484 – 6529, IHSG berhasil ditutup naik sebesar 0,15% dan bertengger di level 6500,53. Lima dari sepuluh indeks sektoral bergerak di zona hijau dengan sektor mining memimpin dengan lonjakan hingga 2,54% setelah harga batubara rebound dari kejatuhanya selama tiga hari beruntun. Selain mining, sektor agri juga naik 2,54% karena menguatnya harga CPO setelah ringgit Malaysia tertekan oleh penguatan dollar.

Asing mulai rajin catatkan outflow

Asing memperpanjang outflownya dari bursa dengan net sell sebesar 288,94 miliar di keseluruhan pasar. ASII menjadi top net sell asing dengan penjualan bersih sebesar -159 miliar, disusul oleh TLKM (-151 miliar), BBNI (-107 miliar), BBRI (-55 miliar) dan ICBP (-45 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah BBCA (131 miliar), BMRI (99 miliar), ADRo (68 miliar) dan UNTR (32 miliar).

Bursa Asia rebound

Sejumlah indeks utama di bursa Asia berhasil ditutup rebound dari kejatuhanya tadi pagi setelah investor optimis bahwa government shutdown yang saat ini terjadi di Amerika tidak akan berlangsung lama. Senat AS akan melakukan pemungutan suara pada hari ini untuk memutuskan apakah akan melakukan tindakan untuk mendanai pemerintah federal hingga 8 Februari nanti.

Merespon hal tersebut mata uang dollar yang diukur dari dollar indeks terpantau mengalami penguatan tipis sebesar 0,03% setelah sebelumnya terus bergerak melemah. Sebagai hasilnya, indeks Nikkei 225 Jepang berbalik ditutup menguat 0,03% setelah yen perlahan melemah dan membuat saham – saham berbasis elektronik bangkit dari keterpurukan. Selain Nikkei, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng, Hong Kong juga turut menguat masing – masing sebesar 0,39% dan 0,25%.

Namun demikian, dari Korea, indeks Kospi melanjutkan pelemahanya tadi pagi dan ditutup anjlok sebesar 0,72%. Pergerakan Kospi relatif sejalan dengan mata uang won yang bergerak melemah 0,39% atau 4,2 poin ke posisi 1.070,1 per dolar AS.


Image source: inhabitat.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan penguatan di awal perdagangan dipengaruhi oleh pergerakan indeks Wall Street yang menghijau dan harga komoditas batubara yang masih membukukan kenaikan. Namun demikian, secara teknikal terbentuk pola hanging man candle pada penutupan Jumat lalu yang merupakan indikasi awal bahwa tekanan beli di market mulai berkurang dan bisa saja terjadi pembalikan arah. Indikator RSI sudah berada di zona netral akan tetapi Stochastic terindikasi dead cross di area overbought.

Bursa Amerika abaikan Shutdown

Sejumlah indeks utama Wall Street mampu bergerak naik bahkan ketika beredar kabar bahwa operasional pemerintahan Amerika terhenti (government shutdown). Indeks Dow Jones naik 0,21% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing melaju 0,55% dan 0,44%. Penguatan indeks didorong optimismpe investor akan laporan keuangan perusahaan besar seperti Microsoft Corp, Apple Inc, Alphabet Inc dan Amazon yang akan dirilis pada pekan ini.

Bursa Eropa menghijau

Bursa Eropa terus mempertahankan laju bullishnya dengan indeks Stoxx Euro 50 berhasil naik hingga 0,77% didudukung oleh naiknya saham – saham sumberdaya dan Energi yang mampu mengimbangi pelemahan di sektor perbankan.

Khawatir kenaikan produksi, harga minyak melemah

Harga minyak WTI kembali terkoreksi 0,67% ke level USD 63,37 per barel menyusul kekhawatiran investor akan produksi minyak Amerika yang sebentar lagi akan melampaui 10 juta barel per hari dan melampaui produksi minyak Arab Saudi dan Rusia yang saat ini menjadi produsen terbesar pertama dan kedua.

Batubara perkasa

Harga batubara masih sanggup catatkan penguatan meski harga minyak terpantau mengalami koreksi. Di bursa Newcastle untuk kontrak Februari, harga batubara menguat tipis 0,09% ke level USD 106,00 per metrik ton sedangkan di Rotterdam harganya mampu menguat hingga 0,27%.

Kenaikan harga batubara terkait dengan rencana pengurangan produksi di Provinsi Shanxi, China pada 2018 sebesar 23 juta ton. Shanxi merupakan produsen terbesar batubara China dan berkontribusi sekitar seperempat dari total produksi batu bara China.

CPO masih terkoreksi

Trend pelemahan harga CPO masih berlanjut dimana pada perdagangan Jumat lalu, harga CPO kembali melorot hingga 1,33% ke level 2441 ringgit per ton. Tekanan dari penurunan ekspor Malaysia dan meningkatnya cadangan CPO membuat harga minyak sawit ini terus mengalami tekanan.


Image source: varchev.com

0

Market Updates

Pergerakan indeks hari ini mayoritas berada di zona merah dan sempat turun hingga ke level 6443. Namun rebound pada sektor consumer goods dan infrastructure mampu membuat IHSG ditutup di zona hijau pada level 6490,90 yang mana menjadi rekor penutupan baru sekaligus titik tertingginya hari ini. Dari sepuluh sektor yang menopang bursa, hanya tiga yang bergerak melemah yaitu Agriculture (-0,79%), Construction (-0,34%) dan finance (-0,24%).

Asing net sell besar

Net sell asing kembali berlanjut dan hari ini dengan nominal yang cukup besar mencapai 889,06 miliar di keseluruhan pasar yang didominasi penjualan bersih di saham TOWR (-490 miliar), ICBP (-124 miliar), TLKM (104 miliar) dan PGAS (103 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan net buy di antaranya adalah BMRI (56 miliar), BBCA (54 miliar), ADRO (34 miliar) dan WSKT (18 miliar).

Bursa Asia menghijau

Indeks MSCI Asia pacific hari ini bergerak menguat hingga 0,61% menembus level tertinggi baru dan sekarang bertengger di level 755,69. Penguatan bursa Asia didorong oleh prospek pertumbuhan laba perusahaan seiring dengan kondisi ekonomi yang membaik. Hal ini tergambar dari rilis data GDP China yang menunjukkan pertumbuhan untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun terakhir.

Indeks Shanghai Composite melaju 0,38% disusul oleh Hang Seng Hong Kong yang naik 0,41%. Indeks Nikkei 225 Jepang pun mengakhiri pelemahanya selama dua hari terakhir dengan penguatan 0,19%. Sementara itu dari Korea Selatan, indeks Kospi melanjutkan rally dengan kenaikan sebesar 0,18% seiring dengan nilai mata uang won yang rebound dari pelemahanya selama dua hari beruntun.


Image source: http://cdn2.bigcommerce.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan rentang 6415 – 6488 dengan beberapa sentimen penggerak dari menguatnya bursa Eropa karena rilis laporan keuangan yang solid dan menghijaunya bursa regionalAsia pagi ini setelah data PDB China menunjukkan pertumbuhan di atas perkiraan. Namun demikian, investor perlu mewaspadai adanya aksi profit taking setelah kenaikan indeks seama tiga hari beruntun dan investor asing yang mulai melakukan outflow dari bursa karena indeks yang sudah memasuki area jenuh beli (overbought) seperti yang ditunjukkan indikator RSI dan Stochastic.

Khawatir Shutdown, bursa Wall Street melemah

Sejumlah indeks utama Wall Street bergerak memerah setelah investor mencemaskan penutupan pemerintahan (government shutdown) jelang tenggat waktu persetujuan rencana anggaran oleh Kongres. Indeks Dow Jones turun 0,37% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing melemah sebesar 0,16% dan 0,03%.

Bursa Eropa masih sanggup menghijau

Meski sentimen dari Wall Street tidak begitu bagus, indeks Stoxx Europe 600 masih bergerak naik 0,2% didorong rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan. Sektor teknologi memimpin penguatan pasar setelah saham produsen chip Jerman Infineon melompat 5,6% dan Saham STMicro dari Italia yang naik hingga 3,8%.

Minyak terkoreksi

Harga minyak WTI mengalami koreksi sebesar 0,27% ke level USD 63,80 per barel menyusul jumlah produksi naik sebesar 258.000 barel per hari menjadi 9,75 juta bph. Namun demikian, jumlah persediaan minyak mentah di AS turun 6,86 juta barel pekan lalu ke level terendah sejak Februari 2015.

Batubara dalam tekanan

Harga batubara kembali turun selama 3 hari beruntun dimana di bursa Newcastle untuk kontrak Februari, harganya turun tipis 0,24% ke level USD 106 per metrik ton namun di Rotterdam harganya melorot hingga 1,07% ke level USD 92,30 per metrik ton.

CPO sentuh level terendah sejak 2017

Harga CPO kembali tertekan 0,44% menuju ke level 2474 ringgit per ton yang mana merupakan level terendah sejak Desember 2017. Penurunan permintaan terus membayangi industri CPO yang membuat cadangan CPO di Malaysia naik 7% menjadi 2,7 juta ton bulan lalu.


Image source: blogs-images.forbes.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini konsisten di zona hijau dengan rentang pergerakan antara 6452 – 6483 dan ditutup di level 6472,67 atau naik sebesar 0,44%. Kenaikan IHSG sejalan dengan bursa Asia yang menghijau setelah data GDP China menunjukkan pertumbuhan yang solid. Enam dari sepuluh sektor bergerak di zona hijau dengan  aneka industri dan consumer menjadi bintang dengan kenaikan sebesar 1,42% dan 1,08%. Adapun penekan utama indeks berasal dari sektor infrastructure yang turun sebesar 0,77% karena aksi profit taking investor asing di saham PGAS setelah kemarin menyentuh titik auto reject atas. Hingga penutupan pasar saham PGAS telah melorot hingga 6,78% di level 2200.

Asing kembali catatkan net sell

Penjualan besar – besaran asing di saham PGAS membuat total outflow hingga sore ini mencapai -294,97 miliar di keseluruhan pasar. Saham PGAS menjadi top net sell dengan penjualan bersih sebesar -249 miliar, disusul oleh BBNI (-108 miliar), ASII (94 miliar) dan BBRI (88 miliar). Adapun beberapa saham yang menjadi top net buy adalah BBCA (135 miliar), ICBP (88 miliar), ADRO (72 miliar) dan RALS (47 miliar).

Bursa Asia bergairah

Mayoritas bursa Asia hari ini bergerak positif didorong oleh data ekonomi China yang tumbuh di atas perkiraan ekonom. Gross domestic product China naik 6,8 persen di kuartak keempat 2017 lebih tinggi dari perkiraan ekonom yang 6,7 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2017 mencapai 6,9 persen naik dari 6,7 persen di 2016. Pertumbuhan ekonomi ini merupakan yang tercepat sejak tahun 2010 karena didukung kebijakan – kebijakan Presiden Xi Jinping terkait usaha mengetaskan kemiskinan dan menekan polusi.

Sebagai hasilnya indeks Shanghai Composite China naik 0,87% disusul oleh Hang Seng, Hong Kong sebesar 0,45%. Adapun Kospi Korea terpantau naik tipis 0,02%. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia Pacific bergerak naik 0,2% setelah kemarin sempat terkoreksi hingga 0,3%.

Namun demikian, dari Australia, tekanan harga batubara membuat indeks ASX 200 melemah tipis 0,02%. Selain Australia, indeks Nikkei 225 Jepang juga tergelincir 0,44% karena nilai mata uang yen yang mengalami apresiasi 0,08% terhadap dollar.


Image source: s-i.huffpost.com

0

Market Updates

IHSG hari ini cukup mixed, sempat melemah hingga ke level 6420, indeks perlahan – lahan mampu bangkit ditopang oleh kenaikan tujuh sektor dan ditutup di level 6444,52 atau naik sebanyak 0,23% yang merupakan rekor tertinggi baru IHSG. Pergerakan saham semen yang berkilau membuat sektor basic industry melonjak hingga 2,20%. SMGR menjadi yang paling mencolok dengan kenaikan sebesar 7,29% sementara INTP dan SMCB naik di atas 2%.

Selain basic industry, sektor infrastructur juga naik hingga 1,03% karena saham PGAS menyentuh titik auto reject atas (ARA) pasca keputusan pemerintah yang mendukung PGAS untuk mengakusisi Pertagas.  Adapun tiga sektor yang melemah adalah aneka industri (-0,16%), consumer goods (-0,29%) dan finance (-0,38%).

Asing net buy besar di BBCA

Secara keseluruhan inflow asing yang masuk ke bursa hari ini mencapai total 112,47 miliar di keseluruhan pasar dengan pembelian terbesar pada saham BBCA senilai 448 miliar disusul oleh PGAS (154 miliar), BBRI (73 miliar) dan SMGR (50 miliar). Sementara saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah ASII (-220 miliar), KPIG (-149 miliar), BBNI (-127 miliar) dan UNVR (-111 miliar).

Bursa Asia mayoritas merah

Bursa regional Asia hari ini bergerak datar cenderung turun setelah investor mulai waspada dan bersikap hati – hati terhadap start kenaikan indeks yang impresif sejak awal tahun ini. Indeks MSCI Asia pacific sore ini terpantau melemah sebanyak 0,3% setelah kemarin mencatatkan rekor tertingginya. Kejatuhan bursa Asia juga turut diperparah oleh turunya harga komoditas minyak yang membebani laju sektor energi.

Indeks Nikkei 225 Jepang berakhir turun 0,43% meski yen terdepresiasi cukup dalam> penurunan Nikkei disusul oleh Kospi, Korea Selatan yang tergelincir 0,25%. Dari Australia, anjloknya saham – saham energi terkait harga minyak membuat indeks ASX 200 turun hingga 0,54%. STI Singapura juga terpantau turun 0,23% sore ini.

Meski demikian, tidak semua indeks bergerak melemah. Dari daratan China, indeks Shanghai Composite dan Hang seng, Hong Kong berakhir menghijau dengan kenaikan sebesar 0,24% dan 0,05% didukung oleh kenaikan saham – saham perbankan.

 

Image source: cdn.inquisitr.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas mengingat besarnya capital inflow yang terus masuk ke dalam bursa. Secara teknikal , terbentuk pola bullish marubozu yang mengindikasikan penguatan lanjutan. Namun karena sudah masuk ke zona overbought, penguatan diprediksi akan terbatas. Selain itu, berakhirnya rally kenaikan di bursa Amerika dan penurunan harga minyak juga turut membebani pergerakan indeks.

Bursa Amerika melemah setelah libur

Penguatan bursa Wall Street terhenti menyusul anjloknya Saham General Electric sebesar 2,9% setelah mengumumkan beban biaya senilai lebih dari US$11 miliar. Sektor energi juga turut membebani pergerakan indeks karena melemahnya harga minyak. Indeks Dow Jones turun tipis 0,04% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing melemah sebesar 0,35% dan 0,51%.

Bursa Eropa datar

Bursa Eropa bergerak datar dengan indeks Stoxx Euro 50 berakhir naik tipis 0,17%. Rally penguatan selama beberapa hari terakhir haru s terhenti setelah saham – saham komoditas bergerak turun. Selain itu, penguatan pada mata uang Euro turut memberi sentimen negatif bagio emiten-emiten berbasis eksportir.

Harga minyak merosot

Harga minyak WTI menagalami koreksi tajam hingga 1,59% ke level USD 63,78 per barel menyusul aksi profit taking setelah rally kenaikan yang cukup panjang. Sementara itu, patokan Eropa, minyak Brent untuk pengiriman Maret di London ICE Futures Exchange turun 1,5% ke posisi USD 69,15 per barel.

Harga batubara serempak menguat

Harga batubara serempak bergerak naik di kedua bursa utama dunia. Di Newcastle untuk kontrak pengiriman Februari harganya naik 1,34% ke level USD 106,25 per metrik ton sedangkan di Rotterdam naik 0,69% ke level USD 94,50 per metrik ton.

CPO tertekan ekspor

Setelah sempat rebound, harga CPO kembali ke trend bearishnya dengan penurunan sebesar 1,18% ke level 2515 ringgit per ton menyusul rilis data kargo Intertek Testing Services menunjukkan ekspor CPO Malaysia periode 1-15 Januari turun 7,4% menjadi 552.635 ton dibanding periode sama bulan sebelumnya.


Image source: http://static.dnaindia.com

0

Market Updates

IHSG berhasil ditutup di titik tertingginya hari ini di level 6429,69 dengan semua sektor bergerak menguat. Rebound saham TLKM membuat sektor infrastructure melonjak hingga 1,95% disusul oleh basic industry yang melompat 1,71%. Sektor mining juga masih melanjutkan trend bullishnya sejalan dengan kenaikan harga minyak yang belum menunjukkan tanda – tanda akan berhenti. Volume transaksi di bursa hari ini juga cukup ramai senilai 8,27 triliun yang mana di atas rata-rata harian bulan ini di angka 7,48 triliun.

Asing lanjutkan net buy

Laju mantap IHSG juga turut didukung oleh foreign inflow yang hari ini tercatat sebesar 116,96 miliar di keseluruhan pasar. BBCA dan BMRI menjadi saham yang paling banyak dicollect asing dengan net buy sebesar 126 miliar dan 86 miliar menimbangi net sell besar asing di saham BBNI (-146 miliar) dan PGAS (-70 miliar). Secara total, sejak awal tahun 2018, dana asing yang masuk ke dalam bursa telah mencapai 5,15 triliun.

Bursa Asia berbalik menguat

Pagi tadi mayoritas indeks regional Asia bergerak memerah dipimpin oleh penurunan saham di bursa China dan Hong Kong serta Singapura. Namun, menjelang siang bursa Asia rebound dah bahkan indeks MSCI Asia Pacific memperbarui rekor tertingginya dengan kenaikan sebesar 0,65% ke level 182,04.

Indeks Nikkei menjadi yang berperforma paling baik dengan kenaiakn sebesar 1% setelah penguatan yen terhenti dan mengalami depresiasi sebesar 0,25% terhadap Dollar AS. Berikutnya, indeks Kospi Korea memperpanjang penguatanya selama tiga hari beruntun dengan kenaikan 0,72% karena melonjaknya saham Samsung Electronics sebesar 3%.

Yang paling fenomenal adalah indeks Hang Seng yang tadi pagi bergerak melemah berhasil ditutup melonjak 1,69% sejalan dengan indeks Shanghai Composite China yang naik 0,77% karena optimisme investor mengenai laporan kinerja perusaan yang diperkirakan akan solid. Indeks STI Singapura juga ditutup naik 0,48% setelah tadi pagi bergerak di zona merah.


Image source: http://cdn.cnn.com

0

Morning Review

Meskipun harga minyak WTI tidak mengalami settlement pada perdagangan kemarin karena libur Martin Luther King, namun acuan minyak Eropa,Brent, ditutup di US$70,26 per barel untuk pertama kalinya dalam tiga tahun setelah Menteri Perminyakan Irak Jabbar al-Luaibi mengatakan bahwa pembatasan produksi harus dipertahankan karena telah memberi kontribusi terhadap stabilitas di pasar. Pernyataan ini didukung oleh Menteri Energi Uni Emirat Arab yang mengatakan bahwa tidak akan ada perubahan besar dalam kebijakan OPEC akibat fluktuasi harga jangka pendek ini.

Batubara mixed

Harga batubara bergerak mixed di kedua bursa utama dunia namun masih di kisaran harga tertingginya. Data impor China menunjukkan peningkatan sebesar 0,69 juta ton setelah pemerintah Beijing yang melonggarkan pembatasan pengiriman melalui beberapa pelabuhan. Di Newcastle untuk kontrak pengiriman Februari harganya naik 0,87% namun di Rotterdam harganya justru menyusut hingga 0,58%.

CPO rebound

Harga minyak sawit berhasil rebound 0,39% ke level 2545 ringgit per ton setelah adanya program replanting sebanyak 185.000 hektar di Indonesia diperkirakan akan menurunakn produksi. Untuk diketahui, tanaman sawit baru memasuki fase produksinya setelah berumur minimal tiga tahun.

Bursa Eropa di zona merah

Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,2% setelah dua pekan mengalami penguatan tertekan oleh anjloknya saham – saham terkait pertambangan dan juga ritel. Pembuat peralatan pertambangan asal Finlandia Metso mengalami persentase penurunan terbesar mencapai 9,8% sedangkan dari sektor ritel, pelemahan terjadi karena melesetnya ekspektasi laba yang diraih pada saat penjualan di libur natal.

IHSG mixed

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan kecenderungan untuk melemah terbatas mengikuti mayoritas bursa regional Asia pagi ini. Secara teknikla harga masih cukup tinggi karena berada di zona overbought. Penopang laju indeks akan berasal dari sektor komoditas karena menguatnya harga minyak dan harga batubara yang masih bertahan di level tertingginya.


Image source: si.wsj.net

0

Market Updates

Sempat tertekan ke zona merah karena rilis data neraca perdagangan menunjukkan hasil yang mengecewakan, IHSG berhasil rebound dan ditutup naik 0,19% ke level 6382 setelah diperdagangkan dengan rentang antara 6361  – 6390. Dari sepuluh indeks sektoral, enam di antaranya bergerak di zona negatif. Namun penguatan besar di sektor mining yang mencapai 1,53% dan finance (+0,67%) mampu mengangkat IHSG ke zona hijau. Adapun penekan terbesar indeks berasal dari sektor consumer good (-0,53%), manufacture (-0,36%) dan infrastructure (-0,33%).

Neraca Desember alami defisit

Siang tadi BPS merilis data neraca perdagangan Indonesia yang secara tidak diduga mengalami defisit pada bulan Desember 2017. Sebelumnya beberapa ekonom memprediksi neraca perdagangan akan surplus hingga USD 579 juta, namun penurunan ekspor menyebabkan neraca  perdagangan terpangkas hingga mengalami defisit sebesar 0,27%. Nilai ekspor Desember anjlok sebesar 3,45% menjadi USD14,79 miliar sedangkan nilai impor hanya tercatat turun tipis 0,29% menjadi USD15,06 miliar.Defisit ini ditanggapi negatif di pasar valas dimana nilai rupiah langsung tertekan 0,37% menuju level Rp13.540,79 per dolar Amerika.

Asing net sell di pasar reguler

Hingga penutupan market, net buy asing terpantau cukup besar senilai 2,33 triliun, didominasi oleh transaksi pembelian nego di saham MEDC (2,09 triliun), MEDC-W (365 miliar) dan WICO (84 miliar). Di pasar reguler yang berdampak langsung terhadap harga saham, asing justru membukukan net sell senilai -248,57 miliar karena penjualan besar di saham BBRI (-155 miliar), TLKM (-119 miliar), BBNI (-89 miliar) dan ASII (-39 miliar).

Bursa Asia mayoritas menguat

Mayoritas indeks utama bursa Asia bergerak menguat mengekor pergerakan di bursa Amerika dan Eropa yang melonjak karena laporan kinerja sektor perbankan di  kuartal keempat 2017 yang solid. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia Pacific terpantau menguat 0,25% di level 180,87.

Indeks Nikkei Jepang ditutup naik 0,26% karena melonjaknya saham SoftBank 4,09% yang dikabarkan akan melisting  anak usahanya dalam waktu dekat. Kemudian dari Australia, indeks ASX 200 naik tipis 0,12% karena rebound saham – saham emiten batubara. Adapun indeks Kospi Korea mampu mencatatkan penguatan sebesar 0,29% yang mana merupakan kenaikan di hari kedua berturut – turut.

Namun demikian, kedua indeks dari daratan China, yaitu Shanghai Composite dan Hang Seng ditutup melemah masing – masing sebesar 0,54% dan 0,08% setelah Bank of China menyesuaikan nilai tengah (midpoint) yuan terhadap dollar di angka 6,4574 yang mana merupakan level tertinggi sejak Mei 2016.


Image source: abm-website-assets.s3.amazonaws.com

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 3NO NEW POSTS