The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Aksi profit taking yang mulai marak setelah perdagangan di sesi kedua membuat IHSG harus berakhir melemah untuk pertama kalinya dalam lima hari perdagangan terakhir. Sempat mencapai level tertinggi sepanjang sejarah di 6445, indeks ditutup turun 0,26% ke level 6339,24. Katalis IHSG tadi pagi berasal dari positifnya bursa regional Asia, harga komoditas tambang yang naik serta rilis data inflasi dalam negeri yang cukup solid. Tujuh dari sepuluh sektor yang ada di bursa bergerak melemah dengan penekan terbesar pada sektor aneka industri (-1,04%) dan trade (-1,03%).  Sektor finance yang di awal sesi menopang laju indeks, juga turut berakhir melemah -0,65%.

Inflasi Desember 0,71%

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang Desember 2017 Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi mencapai 0,71% sehingga secara tahun kalender, inflasi 2017 tercatat sebesar 3,61%. Meski meningkat, angka inflasi masih jauh dari target target inflasi tahunan pemerintah yang tertuang dalam APBN-P 2017 sebesar 4,3%. Penyebab peningkatan inflasi di bulan Desember adalah kenaikan harga bahan pokok di semua daerah.

Asing net buy besar

Meski IHSG berbalik arah, inflow asing ke dalam bursa terus bertambah. Hingga penutupan, asing mencatatkan net buy sebesar 442,35 miliar di keseluruhan pasar dengan pembelian terbanyak (top net buy) pada saham BBCA (139 miliar), BBRI (110 miliar), TLKM (68 miliar) dan SMGR (38 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah SMMA (-60 miliar), UNTR (-20 miliar), MLBI (14 miliar) dan INKP (-13 miliar).

Bursa Asia menghijau

Bursa regional Asia sore ini mayoritas menghijau didorong sentimen positif dari China dimana Caixin Indeks untuk industri China mencapai level 51,5 yang mana merupakan level tertinggi dalam empat bulan terakhir. Hal ini di luar prediksi para analis yang memperkirakan akan terjadi penurunan mengingat pemerintah China saat ini sedang mengatur ketat regulasi industri terkait isu lingkungan dan polusi.

Sebagai hasilnya indeks Shanghai Composite dan Hang Seng melanjutkan lonjakanya tadi pagi dengan penguatan sebesar 1,27% dan 1,87%. Disusul oleh Kospi Korea Selatan yang naik 0,49% dan STI Singapore menguat hingga 0,82%. Adapun indeks ASX Australia berbalik minus 0,06% setelah tadi pagi naik tipis di kisaran 0,05%.


Image source: travels.kilroy.net

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan akan cenderung datar dengan kecenderungan untuk menguat terbatas terdampak oleh sentimen positif dari pergerakan harga komoditas serta bursa regional Asia yang pagi ini dibuka menghijau. Indeks Kospi, Korea naik 0,222% disusul oleh Shanghai China dan Hang Seng, Hong Kong yang naik masing – masing 0,58% dan 0,19%. Adapun STI Singapura dan ASX Australia juga terpantau naik tipis 0,24% dan 0,05%. Meskipun demikian, investor perlu mewaspadai aksi profit taking seperti di bursa Wall Strett Jumat lalu serta rilis data inflasi Desember yang diperkirakan akan mengalami peningkatan.

Bursa Amerika alami profit taking

Sempat menguat di awal perdagangan, sejumlah indeks utama di Wall Street harus ditutup di zona merah setelah aksi jual yang cukup deras menjelang penutupan pasar karena investor enggan mengambil posisi beresiko menjelang libur panjang. indeks Dow Jones ditutup turun 0,48% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing melemah 0,67% dan 0,52%.

Logam industri cerah di 2017

Tahun 2017 manjadi tahun yang positif bagi harga logam industri dimana  berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah China  mampu mengangkat harga komoditas – komoditas tersebut. Harga tembaga telah menguat 30,92% sepanjang 2017, disusul oleh nikel yang menguat sekitar 27,35% dan Alumunium sebesar 33,96% sepanjang tahun lalu. Namun demikian, harga timah justru mengalami pelemahan tipis dengan penurunan sebanyak 5,21% karena lonjakan tajam di 2016 lalu.

Harga minyak menguat

Pada penutupan perdagangan Jumat lalu, harga minyak WTI kembali menembus level tertinggi di USD 60,42 per barel setelah menguat  sebanyak 0,88% dari sesi sebelumnya karena sentimen dari rilis data Energy Information Administration yang melaporkan produksi minyak mentah AS turun menjadi 9,75 juta barel per hari dari level produksi 9,79 barel per hari pekan sebelumnya.

Harga batubara melonjak

Harga batubara di kedua bursa utama dunia bergerak menghijau pasca munculnya rencana Pemerintah Provinsi Shandong, China untuk memangkas kapasitas produksi batu baranya sebesar 10,23 juta ton setelah dikritik Beijing akibat dugaan penipuan terhadap pihak berwenang untuk menghindari pengurangan kapasitas di sektor batu bara, baja, aluminium, dan kimia yang mencemari lingkungan.

CPO kembali turun

Setelah beberapa hari berada di atas level 2500 ringgit per ton, harga CPO kembali turun 0,87% dan berada di level 2498 ringgit per ton. Penurunan harga CPO terdampak oleh antisipasi investor akan rilis data ekspor Malaysia yang diperkirakan akan melemah.


Image source: www.jelasberita.com

0