Market Updates

Setelah mencetak rekor tertinggi, IHSG berbalik melemah tertekan aksi profit taking

Aksi profit taking yang mulai marak setelah perdagangan di sesi kedua membuat IHSG harus berakhir melemah untuk pertama kalinya dalam lima hari perdagangan terakhir. Sempat mencapai level tertinggi sepanjang sejarah di 6445, indeks ditutup turun 0,26% ke level 6339,24. Katalis IHSG tadi pagi berasal dari positifnya bursa regional Asia, harga komoditas tambang yang naik serta rilis data inflasi dalam negeri yang cukup solid. Tujuh dari sepuluh sektor yang ada di bursa bergerak melemah dengan penekan terbesar pada sektor aneka industri (-1,04%) dan trade (-1,03%).  Sektor finance yang di awal sesi menopang laju indeks, juga turut berakhir melemah -0,65%.

Inflasi Desember 0,71%

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang Desember 2017 Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi mencapai 0,71% sehingga secara tahun kalender, inflasi 2017 tercatat sebesar 3,61%. Meski meningkat, angka inflasi masih jauh dari target target inflasi tahunan pemerintah yang tertuang dalam APBN-P 2017 sebesar 4,3%. Penyebab peningkatan inflasi di bulan Desember adalah kenaikan harga bahan pokok di semua daerah.

Asing net buy besar

Meski IHSG berbalik arah, inflow asing ke dalam bursa terus bertambah. Hingga penutupan, asing mencatatkan net buy sebesar 442,35 miliar di keseluruhan pasar dengan pembelian terbanyak (top net buy) pada saham BBCA (139 miliar), BBRI (110 miliar), TLKM (68 miliar) dan SMGR (38 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah SMMA (-60 miliar), UNTR (-20 miliar), MLBI (14 miliar) dan INKP (-13 miliar).

Bursa Asia menghijau

Bursa regional Asia sore ini mayoritas menghijau didorong sentimen positif dari China dimana Caixin Indeks untuk industri China mencapai level 51,5 yang mana merupakan level tertinggi dalam empat bulan terakhir. Hal ini di luar prediksi para analis yang memperkirakan akan terjadi penurunan mengingat pemerintah China saat ini sedang mengatur ketat regulasi industri terkait isu lingkungan dan polusi.

Sebagai hasilnya indeks Shanghai Composite dan Hang Seng melanjutkan lonjakanya tadi pagi dengan penguatan sebesar 1,27% dan 1,87%. Disusul oleh Kospi Korea Selatan yang naik 0,49% dan STI Singapore menguat hingga 0,82%. Adapun indeks ASX Australia berbalik minus 0,06% setelah tadi pagi naik tipis di kisaran 0,05%.


Image source: travels.kilroy.net

Author


Avatar