The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini cenderung lebih sering berada di zona merah dan mencapai level terendahnya di 6233,94. Namun aksi beli di sesi penutupan membuat indeks ditutup di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,65% ke 6292,32 yang sekaligus menjadi level tertingginya hari ini. Semua sektor bergerak menghijau dengan pendorong utama pada sektor mining (+1,64%) yang merespon naiknya harga minyak dan batubara. Sektor aneka industri juga menguat tajam sebesar 1,52% seiring rebound saham ASII.  Selain dua tersebut, consumer goods dan manufacture juga melonjak di atas 1%.

Asing catatkan net buy

Arus dana asing yang masuk ke bursa hari ini berfluktuasi dan berakhir dengan catatan net buy sebesar 264,21 miliar. Inflow asing didominasi oleh saham BMRI (188 miliar), BBCA (115 miliar), SMGR (76 miliar) dan HMSP (32 miliar) yang mengimbangi outflow di saham BBRI (-185 miliar) dan TLKM (-101 miliar).  Sejak awal tahun ini, asing cukup rajin mencatatkan inflow dengan total hingga hari ini mencapai 778 miliar.

Bursa Asia terus menghijau

Indeks MSCI Asia pacific mencapai level tertinggi dalam 10 tahun terakhir setelah naik 0,36% ke level 175,91 terpengaruh oleh rilis data ekonomi di Amerika terkait industri dan manufaktur yang menunjukkan pertumbuhan solid.  Kemudian data pengangguran di Jerman yang menunjukkan rekor terendah yaitu 5,5% di bulan Desember juga turut memberikan sentimen positif.

Sebagai hasilnya indeks Shanghai Composite naik 0,49% dususul oleh Hang Seng, Hong Kong yang menguat 0,47% dan ASX Australia sebesar 0,11%. Penguatan indeks juga turut ditopang oleh saham – saham energi karena menguatnya harga minyak dan batubara. Namun demikian, indeks Kospi Korea justru bergerak melemah 0,80% mengakhiri penguatanya selama empat hari beruntun setelah rally saham Samsung terhenti dan berbalik turun 1,05%.

Indeks Nikkei Jepang meraih persentase penguatan tertinggi di hari pertama setelah libur panjang tahun baru dengan lonjakan sebesar 2,95%. Investor berbondong – bondong melakukan aksi beli setelah data – data ekonomi yang dirilis pada saat masa libur menunjukkan angka yang solid.


Image source: http://4.bp.blogspot.com

0

Morning Review

Sejumlah indeks acuan Wall Street mempertajam rekornya dengan indeks S&P 500 untuk pertama kalinya menembus level 2.700 setelah menguat hingga 0,64%. Adapun Dow Jones dan Nasdaq masing – masing menguat 0,40% dan 0,84%. Penguatan indeks ditopang oleh laju saham – saham sektor teknologi yang masih belum terhentikan dan juga kenaikan pada sektor energi serta kesehatan yang menguat di atas 1 %.  Selain itu, rilis data indeks manufaktur naik menjadi 59,7 dari 58,2 di bulan November  karena meningkatnya pesanan baru dari industri permesinan, komputer, elektronik dan bahan kimia.

Bursa Eropa turut naik

Bursa saham Eropa berhasil rebound dari kejatuhanya kemarin dimana Indeks acuan Stoxx Europe 600 berakhir naik 0,5% ditenagai oleh sentimen dari rilis data manufaktur dan konstruksi AS yang optimistis yang berpengaruh terhadap emiten – emiten teknologi di Prancis dan Jerman. Indeks saham DAX di Frankfurt dan CAC 40 di Paris pun naik 0,8%.

IHSG masih dalam tekanan

Pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi untuk lanjut melemah karena masih kuatnya tekanan jual dari pasar. Support pertama indeks akan berada di kisaran middle bollinger band di angka 6175. Secara teknikal, RSI dan juga Stochastic masih belum keluar dari zona overbought yang mengindikasikan bahwa secara stastistik harga masih cukup tinggi. Penopang laju indeks akan ada pada sektor mining dan agri karena menguatnya harga komoditas terkait yang akan mengimbangi aksi profit taking di saham – saham perbankan dan infrastructure.

Minyak mentah melompat

Harga minyak WTI naik tajam 2,62% ke level USD 61,95 per barel atau naik 1,58 dollar setelah kondisi geopolotik di Iran dan putusan anggota negara-negara pengekspor minyak (OPEC) untuk menstabilkan produksi yang sudah mulai menunjukkan hasil.

Batubara masih lanjut menguat

Harga batubara bergerak stabil di bursa Rotterdam untuk kontrak Februari namun masih menguat sebanyak 0,49% di bursa Newcastle menuju level 101,80 dollar per metrik ton. Penguatan harga batubara masih dipengaruhi oleh sentimen dari Regulasi China yang membatasi produksi batubara dan mulai beralih ke gas alam.

Harga CPO melonjak tajam

Harga CPO naik tajam hingga menembus level 2607 ringgit per ton atau naik sebanyak 2,96% setelah rilis data Intertek menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekspor. Penguatan CPO juga turut didukung oleh harga minyak kedelai yang naik hingga 1,04%.


Image source: fthmb.tqn.com

0