Morning Review

Wall Street pertajam rekor dan bursa Eropa menguat, simak proyeksi IHSG hari ini

Sejumlah indeks acuan Wall Street mempertajam rekornya dengan indeks S&P 500 untuk pertama kalinya menembus level 2.700 setelah menguat hingga 0,64%. Adapun Dow Jones dan Nasdaq masing – masing menguat 0,40% dan 0,84%. Penguatan indeks ditopang oleh laju saham – saham sektor teknologi yang masih belum terhentikan dan juga kenaikan pada sektor energi serta kesehatan yang menguat di atas 1 %.  Selain itu, rilis data indeks manufaktur naik menjadi 59,7 dari 58,2 di bulan November  karena meningkatnya pesanan baru dari industri permesinan, komputer, elektronik dan bahan kimia.

Bursa Eropa turut naik

Bursa saham Eropa berhasil rebound dari kejatuhanya kemarin dimana Indeks acuan Stoxx Europe 600 berakhir naik 0,5% ditenagai oleh sentimen dari rilis data manufaktur dan konstruksi AS yang optimistis yang berpengaruh terhadap emiten – emiten teknologi di Prancis dan Jerman. Indeks saham DAX di Frankfurt dan CAC 40 di Paris pun naik 0,8%.

IHSG masih dalam tekanan

Pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi untuk lanjut melemah karena masih kuatnya tekanan jual dari pasar. Support pertama indeks akan berada di kisaran middle bollinger band di angka 6175. Secara teknikal, RSI dan juga Stochastic masih belum keluar dari zona overbought yang mengindikasikan bahwa secara stastistik harga masih cukup tinggi. Penopang laju indeks akan ada pada sektor mining dan agri karena menguatnya harga komoditas terkait yang akan mengimbangi aksi profit taking di saham – saham perbankan dan infrastructure.

Minyak mentah melompat

Harga minyak WTI naik tajam 2,62% ke level USD 61,95 per barel atau naik 1,58 dollar setelah kondisi geopolotik di Iran dan putusan anggota negara-negara pengekspor minyak (OPEC) untuk menstabilkan produksi yang sudah mulai menunjukkan hasil.

Batubara masih lanjut menguat

Harga batubara bergerak stabil di bursa Rotterdam untuk kontrak Februari namun masih menguat sebanyak 0,49% di bursa Newcastle menuju level 101,80 dollar per metrik ton. Penguatan harga batubara masih dipengaruhi oleh sentimen dari Regulasi China yang membatasi produksi batubara dan mulai beralih ke gas alam.

Harga CPO melonjak tajam

Harga CPO naik tajam hingga menembus level 2607 ringgit per ton atau naik sebanyak 2,96% setelah rilis data Intertek menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekspor. Penguatan CPO juga turut didukung oleh harga minyak kedelai yang naik hingga 1,04%.


Image source: fthmb.tqn.com

Author


Avatar