Morning Review

Cadangan devisa naik dan bursa Amerika kembali cetak rekor, IHSG berpeluang lanjutkan penguatan

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan masih akan mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Kemarin IHSG ditutup menguat 0,65% namun hal itu terjadi pada saat sesi penutupan sehingga berpotensi untuk terjadi aksi profit taking di pagi ini. Namun sentimen positif dari cadangan devisa Indonesia yang kembali meningkat dan bursa Amerika dan Eropa yang melanjutkan penguatan akan menopang laju IHSG. Secara teknikal, pergerakan ke atas IHSG sudah cukup terbatas karena indeks masih belum keluar dari zona overbought (jenuh beli).

Cadangan Devisa naik

Cadangan Devisa (Cadev) Indonesia per Desember 2017 kembali meningkat dari posisi November yang tercatat US$ 125,9 miliar dan cukup untuk membiayai 8,1 bulan impor. Posisi cadev sampai Desember 2017 tercatat mencapai US$ 130 miliar. Menguatnya cadangan devisa ini akan berpengaruh positif terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar.

Bursa Amerika pecah rekor lagi

Dow Jones berhasil menembus level 25.000 setelah naik 0,61% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing menguat 0,40% dan 0,18%. Penguatan indeks didukung oleh data penjualan mobil Amerika Serikat (AS) yang lebih baik dari perkiraan serta kenaikan harga minyak mendorong saham otomotif dan energi menguat.

Bursa Eropa lanjutkan rally

Bursa Eropa melanjutkan penguatanya di hari kedua dimana Indeks Stoxx Europe 50 berakhir menanjak 1,68% menyusul data PMI jasa Eropa menunjukkan pertumbuhan terbaiknya dalam tujuh tahun, sedangkan pertumbuhan jasa di Italia dan Spanyol melampaui prediksi.

Minyak masih di level tertinggi

Harga minyak WTI ditutup turun tipis 0,06% namun masih berada di level tertinggi USD 61,91 per barel. Harga minyak masih dipengaruhi oleh laporan EIA yang menunjukkan jumlah persediaan minyak mentah AS turun menjadi 424,5 juta barel pekan lalu, sementara pasokan minyak sulingan naik sekitar 8,9 juta barel, terbesar sejak Desember 2016.

Batubara mixed

Harga batubara bergerak berlawanan di kedua bursa utama dunia dimana di bursa Newcastle harganya masih menguat 0,19% untuk kontrak Februari namun di bursa Rotterdam harganya turun 0,68%.

CPO kembali turun

Harga CPO kembali turun di bawah level 2600 ringgit seiring melemahnya harga minyak kedelai sebagai komoditas substitusinya. Harga CPO di bursa Malaysia kemarin ditutup turun 0,92% ke level 2583 ringgit per ton.


Image source: http://strategidanbisnis.com

Author


Avatar