Morning Review

Membuka awal pekan, IHSG berpeluang menguat terbatas didukung penguatan bursa global

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan masih akan bergerak menguat terbatas dipengaruhi oleh sentimen dari bursa Amerika, Eropa dan Asia pagi ini yang bergerak menghijau. Harga komoditas batubara dan CPO yang menguat juga akan menopang laju indeks. Secara teknikal pada penutupan Jumat lalu terbentuk pola bullish marubozu yang mengindikasikan penguatan lanjutan karena masih kuatnya tekanan beli yang didukung oleh indikator Stocahstic yang masih berada di zona netral dan terindikasi akan membentuk pola golden cross. Namun demikian, RSI menunjukkan sudah berada di zona jenuh beli sehingga penguatan yang terjadi akan terbatas dan rawan terjadi aksi profit taking.

Bursa Amerika masih terus perbarui rekor

Sejumlah indeks acuan Wall Street  bergerak menghijau melanjutkan kenaikanya pada  sesi sebelumnya. Indeks Dow Jones naik 0,88% disusul oleh nasdaq 0,83% dan S&P 500 yang naik 0,70%. Optimisme investor masih cukup tinggi bahkan ketika laporan Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa pada Desember jumlah penambahan lapangan kerja hanya 148.000 yang mana jauh dari perkiraan ekonom di angka 190.000 pekerjaan.

Bursa Eropa masih kuat

Sejalan dengan Wall Street, bursa Eropa juga turut melanjutkan rally kenaikanya dimana indeks Stoxx Europe 50 ditutup naik 35,73 point atau 1,00% menyusul lonjakan saham – saham di Jerman setelah produsen mobil Volkswagen dikabarkan menjalin kerjasama dengan group Aurora di Amerika untuk pengembangan self-driving car.

Minyak Terkoreksi

Harga minyak dunia akhirnya terkoreksi setelah rally kenaikan yang cukup panjang. Pada penutupan Jumat lalu, harga minyak WTI turun 0,76% ke level USD 61,44 per barel karena dipicu potensi produksi berlebih di Amerika Serikat setelah  pasokan minyak sulingan naik sekitar 8,9 juta barel yang mana terbesar sejak Desember 2016.

Batubara masih kuat

Meski minyak terkoreksi, harga Batubara bergerak naik di kedua bursa utama dunia dimana di bursa Newcastle harganya naik 1,67% untuk kontrak Februari sedangkan di Rotterdam, harganya naik 0,26% untuk kontrak pengiriman di bulan yang sama.

CPO bangkit

Harga CPO mengalami teknikal rebound dengan keniakan sebesar 0,27% ke level 2590 ringgit per ton, bahkan ketika harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusinya mengalami pelemahan sebesar 0,32%. Harga CPO tertekan dua faktor yaitu trend penguatan mata uang ringgit yang masih bullish dan kenaikan produksi minyak kedelai di Amerika.


Image source: nadex.com

Author


Avatar