The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona merah. Setelah pagi tadi sempat naik hingga 6402, IHSG perlahan turun hingga 6351 dan ditutup sedikit rebound di level 6373 atau hanya turun sebesar 0,19%. Seperti yang diprediksi, sektor komoditas menopang laju indeks dimana sektor mining bersama agri serentak menguat di kisaran 0,6% disusul sektor konstruksi dan trade yang menguat sebesar 0,42% dan 0,32%. Enam sektor lainya bergerak melemah dengan penurunan paling tajam pada sektor aneka industri yang turun -1,22% dan infrastruktur -0,90% karena anjloknya saham TLKM.

Asing net buy besar

Hingga penutupan market sore ini inflow asing ke bursa cukup deras mencapai 571,01 miliar di keseluruhan pasar. Saham BBCA menjadi yang paling banyak diborong asing dengan pembelian bersih hingga 141 miliar disusul oleh BCAP (70 miliar), PTPP (60 miliar), dan BBTN (57 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah TLKM (69 miliar), GGRM (-38 miliar), SMMA (-30 miliar) dan INKP (-27 miliar).

Bursa Asia menghijau

Mayoritas bursa di Asia menghijau dengan indeks Nikkei 225 memimpin pengutan setelah naik 0,55% terdampak oleh kebijakan Bank of Japan yang akan mengurangi sedikit demi sedikit pembelian surat hutang. Namun demikian, indeks MSCI Asia pasicfic di luar Jepang cenderung bergerak flat setelah menembus level tertinggi hari ini di kisaran 591,28 atau sedikit di bawah rekor sepanjang masanya di angka 591,50.

Indeks ASX 200 Australia naik 0,09% disusul oleh STI Singapura yang menguat 0,34%. Kemudian dari daratan China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng, Hong Kong serempak menghijau dengan kenaikan masing – masing 0,13% dan 0,32%.

Adapun indeks Kospi Korea Selatan justru melemah tipis 0,12% karena anjloknya saham Samsung Electronics sebesar 3,11% menyusul laporan pendapatan operasional Samsung yang naik menjadi 15,1 triliun won (US$14,2 miliar) dalam tiga bulan terakhir tahun 2017, lebih rendah dari rata-rata perkiraan analis sebesar 16,1 triliun won.


Image source: kapustafinancial.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan masih akan bergerak menguat terbatas meskipun sentimen dari Amerika mulai redup seiring Dow Jones yang mulai melemah, namun bursa Eropa masih melanjutkan rally. Kemudian dari sektor komoditas, harga minyak yang kembali naik dan batubara yang masih perkasa akan mendorong laju indeks ke atas. Secara teknikal juga terbentuk pola bullish marubozu pada penutupan perdagangan kemarin yang berarti tekanan beli masih menguasai pasar. Stochastic membentuk pola golden cross di area netral yang mengindikasikan penguatan lanjutan meskipun RSI sudah menunjukkan indeks memasuki area jenuh beli.

Bursa Amerika mixed

Sejumlah indeks Wall Street bergerak mixed seiring dengan Dow Jones yang mulai hilang kekuatanya dan melemah tipis 0,05% namun S&P 500 dan Nasdaq masih membukukan penguatan sebesar 0,17% dan 0,29%. Sektor perbankan dan kesehatan mengalami penurunan mengimbangi penguatan pada sektor utilitas.

Bursa Eropa rally

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,27% atau  1,06 poin ke level 398,41, level tertinggi sejak Agustus 2015. Indeks DAX Jerman dan CAC Perancis menguat di kisaran 0,3% namun FTSE turun karena penguatan pada mata uang poundsterling menekan emiten – emiten berbasis eksportir.

Iran memanas, harga minyak kembali naik

Harga minyak WTI kembali menguat 0,75% menuju level USD 61,90 per barel setelah perebutan kekuasaan di Iran telah menimbulkan kecemasan mengenai stabilitas produsen minyak mentah terbesar ketiga OPEC ini. Kemudian dari Amerika, sentimen positif datang dari berkurangnya jumlah anjungan pengeboran (rig) minyak minggu lalu sebesar 5 menjadi 742 rig.

Batubara masih menggila

Harga batubara masih terus bergerak naik di kedua bursa utama dunia dimana di Newcastle untuk kontrak pengiriman Februari harganya naik 1,25% ke level USD 105,00 per metrik ton sedangkan di bursa Rotterdam harganya naik 0,26% di level USD 95,25 per metrik ton.

CPO kembali di atas level 2600 ringgit

Harga CPO kembali menguat tajam 1,43% menuju level 2627 ringgit per ton setelah adanya potensi perubahan cuaca di Sebagian Kalimantan dan Malaysia yang berpotensi menyebabkan banjir dan mengganggu proses panen maupun distribusi sawit.


Image source: cdnph.upi.com

0