Morning Review

Kenaikan harga komoditas minyak dan batubara akan menopang pergerakan IHSG

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan masih akan bergerak menguat terbatas meskipun sentimen dari Amerika mulai redup seiring Dow Jones yang mulai melemah, namun bursa Eropa masih melanjutkan rally. Kemudian dari sektor komoditas, harga minyak yang kembali naik dan batubara yang masih perkasa akan mendorong laju indeks ke atas. Secara teknikal juga terbentuk pola bullish marubozu pada penutupan perdagangan kemarin yang berarti tekanan beli masih menguasai pasar. Stochastic membentuk pola golden cross di area netral yang mengindikasikan penguatan lanjutan meskipun RSI sudah menunjukkan indeks memasuki area jenuh beli.

Bursa Amerika mixed

Sejumlah indeks Wall Street bergerak mixed seiring dengan Dow Jones yang mulai hilang kekuatanya dan melemah tipis 0,05% namun S&P 500 dan Nasdaq masih membukukan penguatan sebesar 0,17% dan 0,29%. Sektor perbankan dan kesehatan mengalami penurunan mengimbangi penguatan pada sektor utilitas.

Bursa Eropa rally

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,27% atau  1,06 poin ke level 398,41, level tertinggi sejak Agustus 2015. Indeks DAX Jerman dan CAC Perancis menguat di kisaran 0,3% namun FTSE turun karena penguatan pada mata uang poundsterling menekan emiten – emiten berbasis eksportir.

Iran memanas, harga minyak kembali naik

Harga minyak WTI kembali menguat 0,75% menuju level USD 61,90 per barel setelah perebutan kekuasaan di Iran telah menimbulkan kecemasan mengenai stabilitas produsen minyak mentah terbesar ketiga OPEC ini. Kemudian dari Amerika, sentimen positif datang dari berkurangnya jumlah anjungan pengeboran (rig) minyak minggu lalu sebesar 5 menjadi 742 rig.

Batubara masih menggila

Harga batubara masih terus bergerak naik di kedua bursa utama dunia dimana di Newcastle untuk kontrak pengiriman Februari harganya naik 1,25% ke level USD 105,00 per metrik ton sedangkan di bursa Rotterdam harganya naik 0,26% di level USD 95,25 per metrik ton.

CPO kembali di atas level 2600 ringgit

Harga CPO kembali menguat tajam 1,43% menuju level 2627 ringgit per ton setelah adanya potensi perubahan cuaca di Sebagian Kalimantan dan Malaysia yang berpotensi menyebabkan banjir dan mengganggu proses panen maupun distribusi sawit.


Image source: cdnph.upi.com

Author


Avatar