Market Updates

Setelah menguat tiga hari beruntun, IHSG terkoreksi tipis 0,19%

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona merah. Setelah pagi tadi sempat naik hingga 6402, IHSG perlahan turun hingga 6351 dan ditutup sedikit rebound di level 6373 atau hanya turun sebesar 0,19%. Seperti yang diprediksi, sektor komoditas menopang laju indeks dimana sektor mining bersama agri serentak menguat di kisaran 0,6% disusul sektor konstruksi dan trade yang menguat sebesar 0,42% dan 0,32%. Enam sektor lainya bergerak melemah dengan penurunan paling tajam pada sektor aneka industri yang turun -1,22% dan infrastruktur -0,90% karena anjloknya saham TLKM.

Asing net buy besar

Hingga penutupan market sore ini inflow asing ke bursa cukup deras mencapai 571,01 miliar di keseluruhan pasar. Saham BBCA menjadi yang paling banyak diborong asing dengan pembelian bersih hingga 141 miliar disusul oleh BCAP (70 miliar), PTPP (60 miliar), dan BBTN (57 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah TLKM (69 miliar), GGRM (-38 miliar), SMMA (-30 miliar) dan INKP (-27 miliar).

Bursa Asia menghijau

Mayoritas bursa di Asia menghijau dengan indeks Nikkei 225 memimpin pengutan setelah naik 0,55% terdampak oleh kebijakan Bank of Japan yang akan mengurangi sedikit demi sedikit pembelian surat hutang. Namun demikian, indeks MSCI Asia pasicfic di luar Jepang cenderung bergerak flat setelah menembus level tertinggi hari ini di kisaran 591,28 atau sedikit di bawah rekor sepanjang masanya di angka 591,50.

Indeks ASX 200 Australia naik 0,09% disusul oleh STI Singapura yang menguat 0,34%. Kemudian dari daratan China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng, Hong Kong serempak menghijau dengan kenaikan masing – masing 0,13% dan 0,32%.

Adapun indeks Kospi Korea Selatan justru melemah tipis 0,12% karena anjloknya saham Samsung Electronics sebesar 3,11% menyusul laporan pendapatan operasional Samsung yang naik menjadi 15,1 triliun won (US$14,2 miliar) dalam tiga bulan terakhir tahun 2017, lebih rendah dari rata-rata perkiraan analis sebesar 16,1 triliun won.


Image source: kapustafinancial.com

Author


Avatar