The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini cukup mixed dengan rentang antara 6355 – 6412 dan ditutup turun tipis 0,03% mengikuti pergerakan mayoritas bursa Asia. Dari sepuluh sektor, hanya tiga yang bergerak menguat dipimpin oleh sektor aneka industri yang naik hingga 1,01% karena rebound saham ASII. Sektor mining juga masih kuat dengan kenaikan 0,27% setelah harga minyak bergerak semakin menggila. Yang terakhir sektor trade ditutup menguat sebesar 0,48%.

Tujuh sektor lainya ditutup melemah dengan penekan terbesar dari sektor basic industry yang ditutup turun -0,76% disusul construction sebesar -0,31 karena anjloknya saham WIKA setelah proyek High Speed Rail dikabarkan akan tertunda. Kemudian sektor agriculture juga ditutup turun 0,25% karena harga CPO yang terkoreksi.

Net buy asing semakin tipis

Sempat mencatatkan net buy sebesar 200 miliar, asing berbalik keluar dari bursa sehingga pembelian bersih secara keseluruhan terpangkas hanya menjadi 102,50 miliar di keseluruhan pasar. Saham BMRI menjadi yang paling banyak dicollect asing dengan pembelian bersih sebesar 181 miliar, disusul oleh BBTN (72 miliar), UNTR (64 miliar) dan ADRO (55 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah BBNI (-117 miliar), BBRI (-68 miliar), TKIM (-57 miliar) dan TLKM (-52 miliar).

Bursa Asia mayoritas bergerak  turun

Pergerakan bursa Asia hari ini mayoritas bergerak di zona merah meskipun bursa Wall Street tadi malam bergerak menghijau. Dari Jepang, penguatan mata uang yen di kisaran 0,6% terhadap dollar ditanggapi negatif oleh pasar yang mengakibatkan indeks Nikkei 225 tergelincir sebesar 0,26%. Indeks ASX 200 Australia juga anjlok sebesar 0,64% karena melemahnya emiten – emiten batubara.

Kemudian dari Korea Selatan, indeks Kospi masih melanjutkan pelemahanya kemarin dengan penurunan sebesar 0,42% karena kejatuhan saham – saham teknologi seperti Samsung Electronics dan SK hynix. Emiten teknologi terutama yang bergerak di bidang produsen chip diperkirakan tidak akan mencetak pertumbuhan laba yang tinggikarena tingginya pasokan dan penguatan mata uang won yang terjadi belakangan ini berpotensi menggerus keuntungan.

Namun demikian, dua indeks utama daratan China yaitu Shanghai Composite dan Hang Seng, Hong Kong justru serempak menguat sebesar 0,23% dan 0,12% setelah rilis data Consumer Price Index China di bulan Desember yang digunakan sebagai acuan inflasi bergerak naik 1,8% yang mana masih di bawah prediksi para analis di kisaran 1,9%. Sebelumnya tingkat inflasi yang tinggi dikhawatirkan akan membuat bank Sentral China menerapkan kebijakan moneter yang ketat.


Image source: http://america.aljazeera.com

0

Morning Review

Setelah kemarin sempat bergerak mixed, bursa Amerika kembali ke jalur bullishnya didukung oleh optimisme investor akan musim laporan keuangan yang sebentar lagi akan tiba. Para analis memperkirakan laba perusahaan-perusahaan S&P 500 akan tumbuh 11,8% pada kuartal keempat 2017, lebih tinggi ketimbang kuartal empat tahun sebelumnya pada 8%. Beberapa perusahaan yang akan merilis kinerja pekan ini adalah JP Morgan dan Wells Fargo.

Seain itu, investor juga mencermati pertemuan Korea Utara dan Korea Selatan yang membahas partisipasi Korea Utara dalam olimpiade musim dingin yang akan digela 9 Februari nanti. Meskipun demikian, pertemuan tersebut dipercaya merupakan awal yang baik bagi upaya untuk menyelesaikan krisis program nuklir Korut. Sebagai hasilnya, indeks Dow Jones menguat 0,41% disusul oleh Nasdaq dan S&P 500 yang naik tipis 0,09% dan 0,13%.

Bursa Eropa lanjutkan rally

Indeks Stoxx Europe 600 melanjutkan kenaikanya empat hari beruntun setelah ditutup menguat 1,7 poin atau 0,43% ke level 400,11 karena pelemahan mata uang euro dan penguatan di sektor otomotif serta komoditas.

IHSG bergerak mixed

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak mixed dengan kecenderungan untuk melemah karena tekanan dari turunnya harga komoditas batubara dan CPO. Kondisi bursa regional Asia pagi ini juga kurang mendukung dimana mayoritas indeks utama seperti Nikkei, Hang Seng, Kospi dan STI Singapura bergerak di zona merah. Namun demikian, sentimen positif masih datang dari kondisi bursa Amerika dan Eropa yang terus melanjutkan rally kenaikan. Secara teknikal, indikator Stochastic dan RSI juga sudah mulai memasuki zona jenuh beli yang mengindikasikan penguatan akan mulai terbatas.

Minyak mentah terus mendaki

Harga minyak WTI kembali membukukan kenaikan tajam sebesar 2,50% ke level USD 63,45% setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan persediaan minyak AS turun 11,2 juta barel pekan lalu yang mana hampir tiga kali lipat dari perkiraan penurunan stok dalam survei Bloomberg.

Batubara mixed

Harga batubara bergerak berlawanan di kedua bursa utama dunia dimana di Newcastle untuk kontrak pengiriman Februari harganya masih naik 0,76% ke level USD 105,80 per metrik ton, namun di Rotterdam untuk kontrak di bulan yang sama, harganya turun 0,47%.

Harga CPO mulai tertekan

Harga CPO mengalami aksi profit taking setelah sebelumnya naik tinggi akibat kebijakan Malaysia yang menangguhkan pajak ekspor CPO dari 18 Januari hingga 7 April karena stok CPO yang tinggi di dalam negeri dimana mencapai 2,56 juta ton pada November lalu. Namun demikian, apabila stok mulai normal dan berada di bawah 1,6 juta ton, maka pajak akan diberlakukan seperti sebelumnya. Kekhawatiran  inilah yang membuat investor mulai melakukan aksi profit taking dan menyebabkan harga CPO kemarin terkoreksi 0,84% di level 2605 ringgit per ton.

 

Image source: fm.cnbc.com

0