Morning Review

Bursa Wall Street lanjutkan euforia menjemput musim laporan keuangan kuartal keempat 2017

Setelah kemarin sempat bergerak mixed, bursa Amerika kembali ke jalur bullishnya didukung oleh optimisme investor akan musim laporan keuangan yang sebentar lagi akan tiba. Para analis memperkirakan laba perusahaan-perusahaan S&P 500 akan tumbuh 11,8% pada kuartal keempat 2017, lebih tinggi ketimbang kuartal empat tahun sebelumnya pada 8%. Beberapa perusahaan yang akan merilis kinerja pekan ini adalah JP Morgan dan Wells Fargo.

Seain itu, investor juga mencermati pertemuan Korea Utara dan Korea Selatan yang membahas partisipasi Korea Utara dalam olimpiade musim dingin yang akan digela 9 Februari nanti. Meskipun demikian, pertemuan tersebut dipercaya merupakan awal yang baik bagi upaya untuk menyelesaikan krisis program nuklir Korut. Sebagai hasilnya, indeks Dow Jones menguat 0,41% disusul oleh Nasdaq dan S&P 500 yang naik tipis 0,09% dan 0,13%.

Bursa Eropa lanjutkan rally

Indeks Stoxx Europe 600 melanjutkan kenaikanya empat hari beruntun setelah ditutup menguat 1,7 poin atau 0,43% ke level 400,11 karena pelemahan mata uang euro dan penguatan di sektor otomotif serta komoditas.

IHSG bergerak mixed

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak mixed dengan kecenderungan untuk melemah karena tekanan dari turunnya harga komoditas batubara dan CPO. Kondisi bursa regional Asia pagi ini juga kurang mendukung dimana mayoritas indeks utama seperti Nikkei, Hang Seng, Kospi dan STI Singapura bergerak di zona merah. Namun demikian, sentimen positif masih datang dari kondisi bursa Amerika dan Eropa yang terus melanjutkan rally kenaikan. Secara teknikal, indikator Stochastic dan RSI juga sudah mulai memasuki zona jenuh beli yang mengindikasikan penguatan akan mulai terbatas.

Minyak mentah terus mendaki

Harga minyak WTI kembali membukukan kenaikan tajam sebesar 2,50% ke level USD 63,45% setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan persediaan minyak AS turun 11,2 juta barel pekan lalu yang mana hampir tiga kali lipat dari perkiraan penurunan stok dalam survei Bloomberg.

Batubara mixed

Harga batubara bergerak berlawanan di kedua bursa utama dunia dimana di Newcastle untuk kontrak pengiriman Februari harganya masih naik 0,76% ke level USD 105,80 per metrik ton, namun di Rotterdam untuk kontrak di bulan yang sama, harganya turun 0,47%.

Harga CPO mulai tertekan

Harga CPO mengalami aksi profit taking setelah sebelumnya naik tinggi akibat kebijakan Malaysia yang menangguhkan pajak ekspor CPO dari 18 Januari hingga 7 April karena stok CPO yang tinggi di dalam negeri dimana mencapai 2,56 juta ton pada November lalu. Namun demikian, apabila stok mulai normal dan berada di bawah 1,6 juta ton, maka pajak akan diberlakukan seperti sebelumnya. Kekhawatiran  inilah yang membuat investor mulai melakukan aksi profit taking dan menyebabkan harga CPO kemarin terkoreksi 0,84% di level 2605 ringgit per ton.

 

Image source: fm.cnbc.com

Author


Avatar