Market Updates

Hanya ditopang tiga sektor, IHSG ditutup melemah tipis

Pergerakan IHSG hari ini cukup mixed dengan rentang antara 6355 – 6412 dan ditutup turun tipis 0,03% mengikuti pergerakan mayoritas bursa Asia. Dari sepuluh sektor, hanya tiga yang bergerak menguat dipimpin oleh sektor aneka industri yang naik hingga 1,01% karena rebound saham ASII. Sektor mining juga masih kuat dengan kenaikan 0,27% setelah harga minyak bergerak semakin menggila. Yang terakhir sektor trade ditutup menguat sebesar 0,48%.

Tujuh sektor lainya ditutup melemah dengan penekan terbesar dari sektor basic industry yang ditutup turun -0,76% disusul construction sebesar -0,31 karena anjloknya saham WIKA setelah proyek High Speed Rail dikabarkan akan tertunda. Kemudian sektor agriculture juga ditutup turun 0,25% karena harga CPO yang terkoreksi.

Net buy asing semakin tipis

Sempat mencatatkan net buy sebesar 200 miliar, asing berbalik keluar dari bursa sehingga pembelian bersih secara keseluruhan terpangkas hanya menjadi 102,50 miliar di keseluruhan pasar. Saham BMRI menjadi yang paling banyak dicollect asing dengan pembelian bersih sebesar 181 miliar, disusul oleh BBTN (72 miliar), UNTR (64 miliar) dan ADRO (55 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah BBNI (-117 miliar), BBRI (-68 miliar), TKIM (-57 miliar) dan TLKM (-52 miliar).

Bursa Asia mayoritas bergerak  turun

Pergerakan bursa Asia hari ini mayoritas bergerak di zona merah meskipun bursa Wall Street tadi malam bergerak menghijau. Dari Jepang, penguatan mata uang yen di kisaran 0,6% terhadap dollar ditanggapi negatif oleh pasar yang mengakibatkan indeks Nikkei 225 tergelincir sebesar 0,26%. Indeks ASX 200 Australia juga anjlok sebesar 0,64% karena melemahnya emiten – emiten batubara.

Kemudian dari Korea Selatan, indeks Kospi masih melanjutkan pelemahanya kemarin dengan penurunan sebesar 0,42% karena kejatuhan saham – saham teknologi seperti Samsung Electronics dan SK hynix. Emiten teknologi terutama yang bergerak di bidang produsen chip diperkirakan tidak akan mencetak pertumbuhan laba yang tinggikarena tingginya pasokan dan penguatan mata uang won yang terjadi belakangan ini berpotensi menggerus keuntungan.

Namun demikian, dua indeks utama daratan China yaitu Shanghai Composite dan Hang Seng, Hong Kong justru serempak menguat sebesar 0,23% dan 0,12% setelah rilis data Consumer Price Index China di bulan Desember yang digunakan sebagai acuan inflasi bergerak naik 1,8% yang mana masih di bawah prediksi para analis di kisaran 1,9%. Sebelumnya tingkat inflasi yang tinggi dikhawatirkan akan membuat bank Sentral China menerapkan kebijakan moneter yang ketat.


Image source: http://america.aljazeera.com

Author


Avatar