The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Sempat bergerak mantap di awal perdagangan hingga ke level 6409, IHSG berangsur – angsur turun dan ditutup melemah 0,25% di level 6370,06. Delapan dari sepuluh sektor yang terdaftar bergerak di zona merah dengan penekan terbesar pada sektor agri (-0,86%), aneka industri (-0,83%) dan infrastructure (-0,74%). Sektor agri melemah karena anjloknya harga CPO sedangkan dua sektor terakhir bergerak turun karena terseret harga saham ASII dan TLKM. Adapun dua sektor yang menguat hanyalah mining sebesar 0,85% dan consumer goods yang naik tipis 0,22%.

Inflow asing belum terhenti

Meski dalam empat hari terakhir IHSG tidak banyak bergerak, Asing terpantau konsisten melanjutkan inflownya dimana hingga penutupan tadi tercatat net buy sebesar 325,38 miliar di keseluruhan pasar. BMRI kembali menjadi top net buy dengan pembelian bersih sebesar 179 miliar, disusul oleh ADRO (79 miliar), BBCA (61 miliar) dan ASII (42 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah BBNI (-122 miliar), TLKM (-60 miliar), INDF (-30 miliar) dan BBRI (-20 miliar).

Bursa Asia mayoritas menghijau

Bursa regional Asia di luar Jepang bergerak bergairah dipengaruhi sentimen positif dari pergerakan Wall Street dan pertumbuhan ekspor China. Indeks MXCI Asia Pasific terpantau rebound 0,6% setelah dua hari terakhir mengalami penurunan. Seperti diketahui, China melaporkan kenaikan ekspor sebesar 10,8 persen dan impor naik 18,7 persen dihitung dalam mata uang yuan untuk periode sepanjang tahun 2017 lalu.

Sebagai hasilnya, indeks Shanghai Composite ditutup naik 0,10% sedangkan Hang Seng, Hong Kong melonjak hingga 0,76%. Indeks STI Singapura menyusul dengan penguatan sebesar 0,26% karena rilis data penjualan ritel secar keseluruhan naik hingga 5,3%. Kemudian dari Korea Selatan, Kospi mengahiri rally pelemahan dengan rebound sebesar 0,34% karena melonjaknya saham KR Motors sebesar 30,26%.

Namun demikian, indeks Nikkei Jepang justru memperpanjang pelemahanya dalam dua hari terakhir dengan penurunan sebesar 0,29% setelah mata uang yen terus terapresiasi dan tidak kunjung mengalami koreksi yang signifikan.  Yen menguat sejak BOJ mengurangi pembelian obligasi dengan tenor 10 hingga 25 tahun pada hari Selasa dan menimbulkan spekulasi akan diberlakukanya kebijakan moneter yang lebih ketat.


Image source: fokusjambi.com

0

Morning Review

Sejumlah indeks utama Wall Street kembali ke jalur penguatanya didukung oleh kenaikan harga minyak yang mengangkat sektor energi hingga 2%. Indeks Dow Jones naik 0,81% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing menguat 0,70% dan 0,81%. Selain energi, sektor penerbangan juga turut menopang indeks dimana Saham Delta Air Lines ditutup naik 4,8% setelah perusahaan memproyeksi akan memperoleh keuntungan ganda dari kebijakan pemotongan pajak perusahaan yang secara tidak langsung akan meningkatkan volume perjalanan bisnis.

 Bursa Eropa tertekan Euro

Bursa Eropa masih belum bisa bangkit dari penurunanya setelah Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,34% atau 1,35 poin ke level 397,25 karena menguatnya mata uang Euro dan aksi jual di pasar obligasi yang disebabkan oleh kabar bahwa China mempertimbangkan pengurangan pembelian obligasi pemerintah AS.

IHSG berpotensi bullish

Pergerakan IHSG hari ini berpeluang untuk menguat terbatas karena tekanan beli yang masih kuat dari pasar dimana asing konsisten mencatatkan net buy dan sentimen positif dari bursa Amerika serta regional Asia yang pagi ini terpantau naik. Harga minyak yang kembali memanas juga akan menopang pergerakan sektor mining. Selain itu, investor masih menantikan rilis laporan keuangan yang umumnya dimulai dari sektor perbankan dengan optimis. Secara teknikal pergerakan indeks akan terbatas karena sudah memasuki area jenuh beli yang tercermin dari indikator Stochastic dan RSI.  

Minyak kembali memanas

Setelah sempat melemah tipis, harga minyak WTI kembali naik 0,22% ke level USD 63,58 per barel karena optimisme akan penurunan cadangan minyak Amerika menyusul musim dingin yang ada saat ini menyebabkan operator terpaksa menghentikan operasi. Adapun patokan harga minyak Eropa, Brent sempat menyentuh level US$70,02 per barel yang merupakan level tertinggi sejak 2014.

Batubara masih tertekan

Harga batubara belum keluar dari trend negatif selama beberapa hari terakhir dimana di kedua bursa utama dunia, harganya serempak melemah. Di bursa Newcastle untuk kontrak Februari harganya turun 0,67% sedangkan di Rotterdam harganya tergelincir 0,21%.

CPO melorot tajam

Harga minyak sawit di bursa malaysia kemarin ditutup anjlok hingga 2,1% ke level 2567 ringgit per ton setelah rilis cadangan  CPO Malaysia di akhir 2017 naik 7,1% menjadi 2,73 juta ton. Ancaman suplai juga datang dari dalam negeri dimana produksi CPO 2018 diperkirakan meningkat dari 32 juta ton menjadi 34 juta ton.


Image source: psmag.com/.image

0