Morning Review

Bursa Amerika kembali ke jalur bullish, sanggupkah IHSG lanjutkan penguatan?

Sejumlah indeks utama Wall Street kembali ke jalur penguatanya didukung oleh kenaikan harga minyak yang mengangkat sektor energi hingga 2%. Indeks Dow Jones naik 0,81% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing menguat 0,70% dan 0,81%. Selain energi, sektor penerbangan juga turut menopang indeks dimana Saham Delta Air Lines ditutup naik 4,8% setelah perusahaan memproyeksi akan memperoleh keuntungan ganda dari kebijakan pemotongan pajak perusahaan yang secara tidak langsung akan meningkatkan volume perjalanan bisnis.

 Bursa Eropa tertekan Euro

Bursa Eropa masih belum bisa bangkit dari penurunanya setelah Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,34% atau 1,35 poin ke level 397,25 karena menguatnya mata uang Euro dan aksi jual di pasar obligasi yang disebabkan oleh kabar bahwa China mempertimbangkan pengurangan pembelian obligasi pemerintah AS.

IHSG berpotensi bullish

Pergerakan IHSG hari ini berpeluang untuk menguat terbatas karena tekanan beli yang masih kuat dari pasar dimana asing konsisten mencatatkan net buy dan sentimen positif dari bursa Amerika serta regional Asia yang pagi ini terpantau naik. Harga minyak yang kembali memanas juga akan menopang pergerakan sektor mining. Selain itu, investor masih menantikan rilis laporan keuangan yang umumnya dimulai dari sektor perbankan dengan optimis. Secara teknikal pergerakan indeks akan terbatas karena sudah memasuki area jenuh beli yang tercermin dari indikator Stochastic dan RSI.  

Minyak kembali memanas

Setelah sempat melemah tipis, harga minyak WTI kembali naik 0,22% ke level USD 63,58 per barel karena optimisme akan penurunan cadangan minyak Amerika menyusul musim dingin yang ada saat ini menyebabkan operator terpaksa menghentikan operasi. Adapun patokan harga minyak Eropa, Brent sempat menyentuh level US$70,02 per barel yang merupakan level tertinggi sejak 2014.

Batubara masih tertekan

Harga batubara belum keluar dari trend negatif selama beberapa hari terakhir dimana di kedua bursa utama dunia, harganya serempak melemah. Di bursa Newcastle untuk kontrak Februari harganya turun 0,67% sedangkan di Rotterdam harganya tergelincir 0,21%.

CPO melorot tajam

Harga minyak sawit di bursa malaysia kemarin ditutup anjlok hingga 2,1% ke level 2567 ringgit per ton setelah rilis cadangan  CPO Malaysia di akhir 2017 naik 7,1% menjadi 2,73 juta ton. Ancaman suplai juga datang dari dalam negeri dimana produksi CPO 2018 diperkirakan meningkat dari 32 juta ton menjadi 34 juta ton.


Image source: psmag.com/.image

Author


Avatar