Market Updates

Sektor agri menjadi penekan utama, IHSG tergelincir 0,25%

Sempat bergerak mantap di awal perdagangan hingga ke level 6409, IHSG berangsur – angsur turun dan ditutup melemah 0,25% di level 6370,06. Delapan dari sepuluh sektor yang terdaftar bergerak di zona merah dengan penekan terbesar pada sektor agri (-0,86%), aneka industri (-0,83%) dan infrastructure (-0,74%). Sektor agri melemah karena anjloknya harga CPO sedangkan dua sektor terakhir bergerak turun karena terseret harga saham ASII dan TLKM. Adapun dua sektor yang menguat hanyalah mining sebesar 0,85% dan consumer goods yang naik tipis 0,22%.

Inflow asing belum terhenti

Meski dalam empat hari terakhir IHSG tidak banyak bergerak, Asing terpantau konsisten melanjutkan inflownya dimana hingga penutupan tadi tercatat net buy sebesar 325,38 miliar di keseluruhan pasar. BMRI kembali menjadi top net buy dengan pembelian bersih sebesar 179 miliar, disusul oleh ADRO (79 miliar), BBCA (61 miliar) dan ASII (42 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah BBNI (-122 miliar), TLKM (-60 miliar), INDF (-30 miliar) dan BBRI (-20 miliar).

Bursa Asia mayoritas menghijau

Bursa regional Asia di luar Jepang bergerak bergairah dipengaruhi sentimen positif dari pergerakan Wall Street dan pertumbuhan ekspor China. Indeks MXCI Asia Pasific terpantau rebound 0,6% setelah dua hari terakhir mengalami penurunan. Seperti diketahui, China melaporkan kenaikan ekspor sebesar 10,8 persen dan impor naik 18,7 persen dihitung dalam mata uang yuan untuk periode sepanjang tahun 2017 lalu.

Sebagai hasilnya, indeks Shanghai Composite ditutup naik 0,10% sedangkan Hang Seng, Hong Kong melonjak hingga 0,76%. Indeks STI Singapura menyusul dengan penguatan sebesar 0,26% karena rilis data penjualan ritel secar keseluruhan naik hingga 5,3%. Kemudian dari Korea Selatan, Kospi mengahiri rally pelemahan dengan rebound sebesar 0,34% karena melonjaknya saham KR Motors sebesar 30,26%.

Namun demikian, indeks Nikkei Jepang justru memperpanjang pelemahanya dalam dua hari terakhir dengan penurunan sebesar 0,29% setelah mata uang yen terus terapresiasi dan tidak kunjung mengalami koreksi yang signifikan.  Yen menguat sejak BOJ mengurangi pembelian obligasi dengan tenor 10 hingga 25 tahun pada hari Selasa dan menimbulkan spekulasi akan diberlakukanya kebijakan moneter yang lebih ketat.


Image source: fokusjambi.com

Author


Avatar