Morning Review

Harga minyak melemah namun batubara lanjutkan kenaikan, IHSG berpotensi menguat

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas mengingat besarnya capital inflow yang terus masuk ke dalam bursa. Secara teknikal , terbentuk pola bullish marubozu yang mengindikasikan penguatan lanjutan. Namun karena sudah masuk ke zona overbought, penguatan diprediksi akan terbatas. Selain itu, berakhirnya rally kenaikan di bursa Amerika dan penurunan harga minyak juga turut membebani pergerakan indeks.

Bursa Amerika melemah setelah libur

Penguatan bursa Wall Street terhenti menyusul anjloknya Saham General Electric sebesar 2,9% setelah mengumumkan beban biaya senilai lebih dari US$11 miliar. Sektor energi juga turut membebani pergerakan indeks karena melemahnya harga minyak. Indeks Dow Jones turun tipis 0,04% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing melemah sebesar 0,35% dan 0,51%.

Bursa Eropa datar

Bursa Eropa bergerak datar dengan indeks Stoxx Euro 50 berakhir naik tipis 0,17%. Rally penguatan selama beberapa hari terakhir haru s terhenti setelah saham – saham komoditas bergerak turun. Selain itu, penguatan pada mata uang Euro turut memberi sentimen negatif bagio emiten-emiten berbasis eksportir.

Harga minyak merosot

Harga minyak WTI menagalami koreksi tajam hingga 1,59% ke level USD 63,78 per barel menyusul aksi profit taking setelah rally kenaikan yang cukup panjang. Sementara itu, patokan Eropa, minyak Brent untuk pengiriman Maret di London ICE Futures Exchange turun 1,5% ke posisi USD 69,15 per barel.

Harga batubara serempak menguat

Harga batubara serempak bergerak naik di kedua bursa utama dunia. Di Newcastle untuk kontrak pengiriman Februari harganya naik 1,34% ke level USD 106,25 per metrik ton sedangkan di Rotterdam naik 0,69% ke level USD 94,50 per metrik ton.

CPO tertekan ekspor

Setelah sempat rebound, harga CPO kembali ke trend bearishnya dengan penurunan sebesar 1,18% ke level 2515 ringgit per ton menyusul rilis data kargo Intertek Testing Services menunjukkan ekspor CPO Malaysia periode 1-15 Januari turun 7,4% menjadi 552.635 ton dibanding periode sama bulan sebelumnya.


Image source: http://static.dnaindia.com

Author


Avatar