Morning Review

Bursa Eropa dan Regional Asia menghijau, berikut proyeksi IHSG di akhir pekan

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan rentang 6415 – 6488 dengan beberapa sentimen penggerak dari menguatnya bursa Eropa karena rilis laporan keuangan yang solid dan menghijaunya bursa regionalAsia pagi ini setelah data PDB China menunjukkan pertumbuhan di atas perkiraan. Namun demikian, investor perlu mewaspadai adanya aksi profit taking setelah kenaikan indeks seama tiga hari beruntun dan investor asing yang mulai melakukan outflow dari bursa karena indeks yang sudah memasuki area jenuh beli (overbought) seperti yang ditunjukkan indikator RSI dan Stochastic.

Khawatir Shutdown, bursa Wall Street melemah

Sejumlah indeks utama Wall Street bergerak memerah setelah investor mencemaskan penutupan pemerintahan (government shutdown) jelang tenggat waktu persetujuan rencana anggaran oleh Kongres. Indeks Dow Jones turun 0,37% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing melemah sebesar 0,16% dan 0,03%.

Bursa Eropa masih sanggup menghijau

Meski sentimen dari Wall Street tidak begitu bagus, indeks Stoxx Europe 600 masih bergerak naik 0,2% didorong rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan. Sektor teknologi memimpin penguatan pasar setelah saham produsen chip Jerman Infineon melompat 5,6% dan Saham STMicro dari Italia yang naik hingga 3,8%.

Minyak terkoreksi

Harga minyak WTI mengalami koreksi sebesar 0,27% ke level USD 63,80 per barel menyusul jumlah produksi naik sebesar 258.000 barel per hari menjadi 9,75 juta bph. Namun demikian, jumlah persediaan minyak mentah di AS turun 6,86 juta barel pekan lalu ke level terendah sejak Februari 2015.

Batubara dalam tekanan

Harga batubara kembali turun selama 3 hari beruntun dimana di bursa Newcastle untuk kontrak Februari, harganya turun tipis 0,24% ke level USD 106 per metrik ton namun di Rotterdam harganya melorot hingga 1,07% ke level USD 92,30 per metrik ton.

CPO sentuh level terendah sejak 2017

Harga CPO kembali tertekan 0,44% menuju ke level 2474 ringgit per ton yang mana merupakan level terendah sejak Desember 2017. Penurunan permintaan terus membayangi industri CPO yang membuat cadangan CPO di Malaysia naik 7% menjadi 2,7 juta ton bulan lalu.


Image source: blogs-images.forbes.com

Author


Avatar