Morning Review

Bursa Amerika dan Eropa kembali ke jalur bullish, bagaimana peluang IHSG di awal pekan ini?

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan penguatan di awal perdagangan dipengaruhi oleh pergerakan indeks Wall Street yang menghijau dan harga komoditas batubara yang masih membukukan kenaikan. Namun demikian, secara teknikal terbentuk pola hanging man candle pada penutupan Jumat lalu yang merupakan indikasi awal bahwa tekanan beli di market mulai berkurang dan bisa saja terjadi pembalikan arah. Indikator RSI sudah berada di zona netral akan tetapi Stochastic terindikasi dead cross di area overbought.

Bursa Amerika abaikan Shutdown

Sejumlah indeks utama Wall Street mampu bergerak naik bahkan ketika beredar kabar bahwa operasional pemerintahan Amerika terhenti (government shutdown). Indeks Dow Jones naik 0,21% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing melaju 0,55% dan 0,44%. Penguatan indeks didorong optimismpe investor akan laporan keuangan perusahaan besar seperti Microsoft Corp, Apple Inc, Alphabet Inc dan Amazon yang akan dirilis pada pekan ini.

Bursa Eropa menghijau

Bursa Eropa terus mempertahankan laju bullishnya dengan indeks Stoxx Euro 50 berhasil naik hingga 0,77% didudukung oleh naiknya saham – saham sumberdaya dan Energi yang mampu mengimbangi pelemahan di sektor perbankan.

Khawatir kenaikan produksi, harga minyak melemah

Harga minyak WTI kembali terkoreksi 0,67% ke level USD 63,37 per barel menyusul kekhawatiran investor akan produksi minyak Amerika yang sebentar lagi akan melampaui 10 juta barel per hari dan melampaui produksi minyak Arab Saudi dan Rusia yang saat ini menjadi produsen terbesar pertama dan kedua.

Batubara perkasa

Harga batubara masih sanggup catatkan penguatan meski harga minyak terpantau mengalami koreksi. Di bursa Newcastle untuk kontrak Februari, harga batubara menguat tipis 0,09% ke level USD 106,00 per metrik ton sedangkan di Rotterdam harganya mampu menguat hingga 0,27%.

Kenaikan harga batubara terkait dengan rencana pengurangan produksi di Provinsi Shanxi, China pada 2018 sebesar 23 juta ton. Shanxi merupakan produsen terbesar batubara China dan berkontribusi sekitar seperempat dari total produksi batu bara China.

CPO masih terkoreksi

Trend pelemahan harga CPO masih berlanjut dimana pada perdagangan Jumat lalu, harga CPO kembali melorot hingga 1,33% ke level 2441 ringgit per ton. Tekanan dari penurunan ekspor Malaysia dan meningkatnya cadangan CPO membuat harga minyak sawit ini terus mengalami tekanan.


Image source: varchev.com

Author


Avatar