Market Updates

Semua sektor menguat, IHSG melompat lebih dari dua persen

Trend bullish IHSG masih terus berlanjut dan untuk keempat kalinya berturut – turut memecahkan rekor penutupan tertinggi. Ditenagai oleh sentimen positif dari bursa Amerika, regional Asia serta kenaikan harga komoditas, IHSG mantap bertengger di level 6635,33 atau naik sebanyak 2,07%. Sepuluh sektor yang menyokong bursa kompak bergerak menghijau. Sektor consumer good dan aneka industri melonjak tajam karena harga saham HMSP dan ASII yang naik 6,80% dan 3,3%. Kemudian, BBRI memimpin kenaikan di sektor finance dengan penguatan hingga 7,40%. Sektor manufacture juga tidak kalah cemerlang dengan kenaikan sebesar 2,87%.

Asing net buy hampir 1 triliun

Penguatan IHSG didukung oleh inflow asing ke dalam bursa yang mencapai 969,05 miliar di pasar reguler. Namun karena banyaknya transaksi penjualan nego, maka net buy asing di keseluruhan pasar terkikis menjadi sebesar 573,64 miliar. Di pasar reguler, trio banking menjadi top net buy asing  dimana BMRI mencatat pembelian bersih sebesar 244 miliar disusul oleh BBCA (185 miliar), BBRI (165 miliar) dan ASII (145 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah TLKM (-115 miliar), GGRM (-29 miliar), JSMR (-29 miliar) dan BUMI (-14 miliar).

Bursa Asia kompak menghijau

Bursa regional Asia kompak menguat mengekor pergerakan Wall Street yang menghijau setelah para senator bersedia untuk tetap menjalankan pemerintahan hingga 8 Februari mendatang. Indeks MSCI Asia Pacific melonjak hingga 0,9% menuju rekor tertingginya sepanjang masa.

Indeks Nikkei Jepang melonjak hingga 1,29% setelah Bank of Japan (BoJ) mempertahankan tingkat suku bunga sesuai dengan ekspektasi pasar. Indeks aktivitas industri Jepang juga meningkat menjadi 1%, lebih tinggi dari perkiraan analis di kisaran 0,8%. Sementara itu dari Korea, indeks Kospi  melompat hingga 1,38% karena kenaikan saham – saham elektronik dan perbankan. Kemudian dari daratan China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng serempak menghijau dengan kenaikan masing – masing sebesar 1,29% dan 1,59%.

Indeks ASX 200 Australia turut melaju sebesar 0,79% terdampak oleh penguatan harga komoditas minyak dan rebound harga batubara. Kemudian, STI Singapura juga meraih level tertingginya dalam 10 tahun terakhir dengan kenaikan sebesar 0,61% di level 3591,04.


Image source: c2.staticflickr.com

Author


Avatar