Morning Review

Wall Street cetak rekor pasca senat AS akhiri Shutdown, berikut proyeksi IHSG

Bursa Amerika kembali meraih rekor penutupan tertingginya. Indeks Dow Jones naik 0,55% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq melonjak hingga 0,98% dan 0,81%. Penguatan indeks ditenagai oleh sentimen dari dicapainya kesepakatan jangka pendek oleh para senator untuk tetap menjalankan pemerintahan hingga 8 Februari mendatang. Di sisi lain, investor juga optimis akan kinerja laporan keuangan emiten yang akan merilis laporan keuanganya. Minggu lalu baru 27 perusahaan yang melaporkan kinerja kuartal keempat dengan 68% di antaranya mencapai laba lebih dari ekspektasi dan sebesar 85% dari emiten yang melaporkan kinerja, mencatat penjualan lebih dari prediksi.

Bursa Eropa lanjutkan penguatan

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,31% atau 1,23 poin ke level 402,11 didorong oleh penguatan saham – saham energi dan perbankan. Selain itu, berita merger dan akuisisi pada sektor telekomunikasi, farmasi, dan barang mewah mendorong sebagian besar pergerakan burasa saham.

Pergerakan IHSG tertahan

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan kecenderungan sideways ditenagai oleh sentimen positif dari menguatnya bursa Amerika dan Eropa serta komoditas yang hampir seluruhnya menguat. Minyak mentah, batubara dan CPO berhasil serempak menguat tertolong oleh apresiasi dollar pasca kesepakatan akhiri shutdown. Secara teknikal, laju IHSG tertahan oleh garis upper bollinger band di level 6530 sedangkan RSI dan Stochastic menunjukkan indeks masih berada di zona jenuh beli.

Minyak rebound

Harga minyak WTI berhasil rebound dengan penguatan sebesar 0,19% ke level USD 63,49 per barel setelah  Arab Saudi dan Rusia mengisyaratkan pemangkasan produksi dapat diperpanjang hingga 2019.

Batubara masih kuat

Trend bullish batubara masih belum terhenti setelah upaya China yang menurunkan produksi dipercaya akan menurunkan suplai batubara dunia. Di bursa Newcastle, harga batubara kontral Februari naik 0,47% sedangkan di Rotterdam, harganya melonjak hingga 0,86%.

Harga CPO tertolong ringgit

CPO berhasil rebound dari trend bearishnya selama sepekan terakhir setelah ringgit Malaysia bergerak melemah terhadap US Dollar ketika senat AS dipercaya akan mengambil keputusan mengakhiri shutdown. Harga CPO naik hingga 1,43% ke level 2476 ringgit per ton.

 

Image source: fortunedotcom.files.wordpress.com

Author


Avatar