The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini cenderung berkutat di zona merah dengan rentang pergerakan antara 6581 – 6636 dan ditutup turun tipis 0,16 poin atau -0,0002%. Sektor penggerak indeks berasal dari sektor basic industry yang melonjak hingga 4,30% dan mining yang terus melaju dengan naik 2,32%. Sementara itu ada enam sektor yang membebani indeks dengan penekan utama pada sektor consumer goods (-1,03%), agriculture (-0,83%) dan finance (-0,54%). Turunya IHSG hari ini dipengaruhi oleh sentimen dari bursa regional Asia yang terpuruk karena imbas dari melemahnya mata uang dolar Amerika.

Asing catatkan net buy

Meluapnya outflow asing di saham BBRI (-215 miliar) , TLKM (-189 miliar) dan PGAS (-62 miliar)membuat net sell asing di pasar reguler mencapai 72,46 miliar. Namun karena adanya transaksi pembelian nego pada saham JRPT dan SMMA membuat secara keseluruhan asing mencatatkan net buy sebesar 29,03 miliar. Saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah BMRI (74 miliar), BUMI (58 miliar), SMGR (58 miliar), PTBA (53 miliar) dan JRPT (43 miliar).

Bursa Asia terpuruk

Sejumlah indeks utama Asia bergerak di zona negatif dipengaruhi oleh menguatnya mata uang domestik karena dollar yang terus melemah pasca komentar menteri perdagangan Amerika yang mengisyaratkan akan kemungkinan adanya perang dagang dengan China dan isu proteksionisme Amerika. Mata uang yang termasuk aset safe haven seperti yen dan euro melonjak drastis dan memberi tekanan bagi saham – saham berbasis ekspor.

Hasilnya indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 1,13% karena nilai tukar yen yang naik hingga 0,4%. Sejumlah emiten produsen elektronik seperti Sony, Keyence dan panasonic bergerak turun lebih dari 2%. Sementara itu dari China dan Hong Kong, kurs tengah mata uang yuan yang menguat 192 basis poin menjadi 6,3724 terhadap dolar membuat indeks Shanghai Composite dan Hang Seng terdepresiasi masing – masing sebesar 0,31% dan 0,39%.

Namun demikian, dari bursa Korea, penguatan mata uang won justru disambut baik oleh investor. Indeks Kospi Korea ditutup menguat 0,95% setelah won melonjak hingga 1,14% terhadap dollar. Padahal di saat yang sama rilis data GDP Korea Selatan menunjukkan penurunan sebesar 0,2% jauh lebih rendah dari perkiraan analis yang memprediksi kenaikan sebesar 0,1%.


Image source: steemitimages.com

0

Morning Review

Pergerakan indeks hari ini akan ditenagai oleh penguatan harga – harga komoditas seperti minyak yang menembus rekor tertinggi selama tiga tahun terakhir dan CPO yang melanjutkan kenaikanya selama tiga hari beruntun serta nikel yang harganya kemarin melonjak tajam. Namun demikian, tidak kondusifnya kinerja bursa Amerika, Eropa serta regional Asia pagi ini akan membuat IHSG cenderung mengalami tekanan. Secara teknikal terbentuk pola candle reversal pada penutupan perdagangan kemarin yang mengindikasikan investor mulai ragu apakah laju kenaikan indeks akan terus berlangsung.

Bursa Amerika mixed

Sejumlah indeks Amerika bergerak mixed dengan Dow Jone mampu rebound dengan kenaikan sebesar 0,16% namun S&P 500 dan Nasdaq masing – masing tergelincir 0,06% dan 0,61%. Investor mengkawatirkan adanya perang dagang dengan China setelah Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan bahwa otoritas perdagangan AS sedang menyelidiki apakah akan mengambil tindakan atas pelanggaran hak kekayaan intelektual oleh China.

Bursa Eropa terimbas penguatan Euro

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,5% sedangkan indeks DAX Jerman dan FTSE 100 Inggris bergerak turun di kisaran 1%. Pelemahan bursa Eropa disebabkan oleh menguatnya mata uang Euro yang menyebabkan saham – saham teknologi dan elektronik mengalami pelemahan yang signifikan.

Minyak semakin mendidih

Harga minyak WTI terus menguat selama empat hari beruntun ini setelah data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan, stok minyak mentah komersial turun 1,1 juta barel per hari pada  pekan lalu. Sementara harga minyak Brent yang diperdagangkan di ICE Futures ini mencapai US$ 70,53 per barel kemarin.

Nikel melonjak tajam

Harga nikel ditutup melonjak tajam hingga 5,54% menuju level USD 13.352,50 per metrik ton setelah adanya kekurangan pasokan global pasca ditutupnya empat tambang nikel besar di Filipina dan terhentinya aktivitas pertambangan milik Sumitomo Corporation di Madagaskar karena serangan topan awal bulan ini. Permintaan nikel global yang mencapai 2,259 juta ton diperkirakan hanya akan terpenuhi sebanyak 2,206 juta ton.

Harga CPO kembali di atas 2500 ringgit

Harga CPO di bursa Malaysia kembali memperpanjang penguatanya dengan kenaikan sebesar 0,92% menuju level 2517 ringgit per ton. Katalis harga CPO berasal dari naiknya harga minyak kedelai sebesar 0,49% dan menguatnya mata uang di negara – negara pengimpor utamanya eropa.


Image source: d1w9csuen3k837.cloudfront.net

0