Morning Review

Minyak mentah, CPO dan Nickel serempak bergerak menguat, berikut proyeksi IHSG hari ini

Pergerakan indeks hari ini akan ditenagai oleh penguatan harga – harga komoditas seperti minyak yang menembus rekor tertinggi selama tiga tahun terakhir dan CPO yang melanjutkan kenaikanya selama tiga hari beruntun serta nikel yang harganya kemarin melonjak tajam. Namun demikian, tidak kondusifnya kinerja bursa Amerika, Eropa serta regional Asia pagi ini akan membuat IHSG cenderung mengalami tekanan. Secara teknikal terbentuk pola candle reversal pada penutupan perdagangan kemarin yang mengindikasikan investor mulai ragu apakah laju kenaikan indeks akan terus berlangsung.

Bursa Amerika mixed

Sejumlah indeks Amerika bergerak mixed dengan Dow Jone mampu rebound dengan kenaikan sebesar 0,16% namun S&P 500 dan Nasdaq masing – masing tergelincir 0,06% dan 0,61%. Investor mengkawatirkan adanya perang dagang dengan China setelah Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan bahwa otoritas perdagangan AS sedang menyelidiki apakah akan mengambil tindakan atas pelanggaran hak kekayaan intelektual oleh China.

Bursa Eropa terimbas penguatan Euro

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,5% sedangkan indeks DAX Jerman dan FTSE 100 Inggris bergerak turun di kisaran 1%. Pelemahan bursa Eropa disebabkan oleh menguatnya mata uang Euro yang menyebabkan saham – saham teknologi dan elektronik mengalami pelemahan yang signifikan.

Minyak semakin mendidih

Harga minyak WTI terus menguat selama empat hari beruntun ini setelah data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan, stok minyak mentah komersial turun 1,1 juta barel per hari pada  pekan lalu. Sementara harga minyak Brent yang diperdagangkan di ICE Futures ini mencapai US$ 70,53 per barel kemarin.

Nikel melonjak tajam

Harga nikel ditutup melonjak tajam hingga 5,54% menuju level USD 13.352,50 per metrik ton setelah adanya kekurangan pasokan global pasca ditutupnya empat tambang nikel besar di Filipina dan terhentinya aktivitas pertambangan milik Sumitomo Corporation di Madagaskar karena serangan topan awal bulan ini. Permintaan nikel global yang mencapai 2,259 juta ton diperkirakan hanya akan terpenuhi sebanyak 2,206 juta ton.

Harga CPO kembali di atas 2500 ringgit

Harga CPO di bursa Malaysia kembali memperpanjang penguatanya dengan kenaikan sebesar 0,92% menuju level 2517 ringgit per ton. Katalis harga CPO berasal dari naiknya harga minyak kedelai sebesar 0,49% dan menguatnya mata uang di negara – negara pengimpor utamanya eropa.


Image source: d1w9csuen3k837.cloudfront.net

Author


Avatar