The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Setelah dua hari bergerak melemah karena tekanan jual asing, IHSG kembali ke jalur bullishnya dan mencetak rekor penutupan tertinggi di level 6660,62 atau naik 0,68% setelah diperdagangkan dengan rentang 6615 – 6677. Enam dari sepuluh sektor yang menyokong bursa berada di zona hijau dengan pendorong terbesar dari sektor infrastructure yang melonjak 2,50% akibat rebound saham TLKM dan sektor konstruksi sebesar 1,27%. Sektor finance dan basic industry juga turut naik di atas 1%. Adapun empat sektor yang melemah di antaranya adalah anke industri (-0,76%), mining (-0,19%) dan consumer goods (-0,11%).

Asing catatkan net buy

Kenaikan IHSG hari ini turut didukung oleh inflow dana asing yang masuk bursa cukup besar senilai 729,57 miliar di keseluruhan pasar. TLKM yang sebelumnya sering menjadi top net sell asing kini berbalik menjadi top net buy dengan pembelian bersih sebesar 394 miliar, disusul oleh BBCA (120 miliar), PTBA (62 miliar) dan SMGR (57 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah TPIA (-52 miliar), BBRI (-49 miliar), BMRI (-49 miliar) dan HMSP (-39 miliar).

Bursa Asia bergerak mixed

Sejumlah indeks utama bursa Asia bergerak mixed cenderung flat dipengaruhi faktor dari menguatnya mata uang dollar dan rilis laporan keuangan kuartal IV tahun 2017 lalu. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia bergerak datar di level 609 setelah Kamis kemarin sempat menyentuh level tertinggi di 611.

Indeks Kospi, Korea Selatan memperbarui rekor tertingginya setelah naik 0,49% di level 2.574,76 ditenagai oleh penguatan saham Dongwha Phamaceutical dan Woori Bank. Kemudian, dari China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng, Hong Kong masing – masing menguat 0,28% dan 1,49%. Namun demikian dari Australia, indeks ASX 200 ditutup turun tipis 0,08% karena melemahnya saham – saham energi akibat harga batubara yang turun.

Sementara itu, dari Jepang, meski sempat menguat di awal perdagangan karena mata uang yen yang bergerak melemah, indeks Nikkei tidak berhasil mempertahankan penguatanya setelah pasar khawatir akan kemajuan industri elektronik dalam negeri pasca rencana Fujitsu Ltd yang akan menjual bisnisnya kepada Polaris Capital Group. Bila rencana ini terlaksana, maka hanya tersia tiga grup besar di bidang tersebut yaitu Sony Corp, Sharp dan Kyocera.


Image source: http://ak5.picdn.net

0

Morning Review

Mata uang dolar berhasil menghentikan penurunan tajamnya setelah presiden Donald Trump berhasil mendinginkan pasar dengan menyatakan bahwa dia menginginkan mata uang dolar yang kuat. Sebelumnya, mata uang dolar mengalami penurunan persentase harian terbesar dalam tujuh bulan terakhir setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa dia menyambut baik pelemahan mata uang karena menguntungkan perusahaan multinasional AS.

Menyambut mata uang dolar yang mulai menguat, sejumlah indeks utama di bursa Asia berhasil menguat pagi ini. Indeks Nikkei Jepang naik 0,12% disusul oleh Shanghai Composite dan Hang Seng yang masing – masing menguat 0,08% dan 0,75%. Adapun indeks Kospi Korea berhasil naik 0,06%.

Bursa Amerika cetak rekor

Indeks Dow Jones dan S&P 500 berhasil meraih rekor penutupan tertingginya dengan kenaikan sebesar 0,54% dan 0,06% setelah perhatian investor mulai teralihkan dari pelemahan dolar ke rilis laporan keuangan kuartal IV 2017.

Bursa Eropa melemah

Meski pelemahan dollar yang diukur dari dollar indeks telah melandai, mata uang Euro tetap menguat menyusul pernyataan Gubernur Bank Sentral Eropa Mario Draghi terkait keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan dan target kenaikan di tahun ini . Hal ini membuat saham emiten – emiten eksportir dari Jerman mengalami pelemahan cukup tajam. Indeks DAX Jerman sendiri ditutup anjllok hingga 0,9% sedangkan secara keseluruhan Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,5%.

Minyak tertekan dollar

Penguatan dollar pasca komentar presiden Donald Trump membuat harga minyak WTI berada di dalam tekanan dan ditutup turun 0,42% ke level USD 65,18 per barel. Sementara itu, minyak Brent yang merupakan patokan minyak Eropa turun 0,11 poin ke level USD 70,42per barel.

Batubara masih tertekan

Harga batubara bergerak berlawanan di kedua bursa utama dunia. Di bursa Newcastle, harga batubara untuk kontrak Februari ditutup turun tipis 0,09%, namun di bursa Rotterdam untuk kontrak di bulan yang sama harganya tergelincir hingga 0,38%.

Harga CPO kembali melemah

Harga CPO mengalami koreksi teknikal setelah tiga hari beruntun catatkan kenaikan. Di bursa Malaysia kemarin, harga CPO ditutup melemah 1,03% ke level 2491 ringgit per ton. Selain itu, CPO juga mendapat tekanan dari turunya harga minyak kedelai sebesar 0,55% yang merupakan komoditas substitusinya.


Image source: http://i2.cdn.turner.com

0