Market Updates

Asing kembali masuk ke bursa, IHSG cetak rekor penutupan tertinggi

Setelah dua hari bergerak melemah karena tekanan jual asing, IHSG kembali ke jalur bullishnya dan mencetak rekor penutupan tertinggi di level 6660,62 atau naik 0,68% setelah diperdagangkan dengan rentang 6615 – 6677. Enam dari sepuluh sektor yang menyokong bursa berada di zona hijau dengan pendorong terbesar dari sektor infrastructure yang melonjak 2,50% akibat rebound saham TLKM dan sektor konstruksi sebesar 1,27%. Sektor finance dan basic industry juga turut naik di atas 1%. Adapun empat sektor yang melemah di antaranya adalah anke industri (-0,76%), mining (-0,19%) dan consumer goods (-0,11%).

Asing catatkan net buy

Kenaikan IHSG hari ini turut didukung oleh inflow dana asing yang masuk bursa cukup besar senilai 729,57 miliar di keseluruhan pasar. TLKM yang sebelumnya sering menjadi top net sell asing kini berbalik menjadi top net buy dengan pembelian bersih sebesar 394 miliar, disusul oleh BBCA (120 miliar), PTBA (62 miliar) dan SMGR (57 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah TPIA (-52 miliar), BBRI (-49 miliar), BMRI (-49 miliar) dan HMSP (-39 miliar).

Bursa Asia bergerak mixed

Sejumlah indeks utama bursa Asia bergerak mixed cenderung flat dipengaruhi faktor dari menguatnya mata uang dollar dan rilis laporan keuangan kuartal IV tahun 2017 lalu. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia bergerak datar di level 609 setelah Kamis kemarin sempat menyentuh level tertinggi di 611.

Indeks Kospi, Korea Selatan memperbarui rekor tertingginya setelah naik 0,49% di level 2.574,76 ditenagai oleh penguatan saham Dongwha Phamaceutical dan Woori Bank. Kemudian, dari China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng, Hong Kong masing – masing menguat 0,28% dan 1,49%. Namun demikian dari Australia, indeks ASX 200 ditutup turun tipis 0,08% karena melemahnya saham – saham energi akibat harga batubara yang turun.

Sementara itu, dari Jepang, meski sempat menguat di awal perdagangan karena mata uang yen yang bergerak melemah, indeks Nikkei tidak berhasil mempertahankan penguatanya setelah pasar khawatir akan kemajuan industri elektronik dalam negeri pasca rencana Fujitsu Ltd yang akan menjual bisnisnya kepada Polaris Capital Group. Bila rencana ini terlaksana, maka hanya tersia tiga grup besar di bidang tersebut yaitu Sony Corp, Sharp dan Kyocera.


Image source: http://ak5.picdn.net

Author


Avatar