Morning Review

Komentar Trump hentikan pelemahan Dollar, bursa Asia berpotensi menguat

Mata uang dolar berhasil menghentikan penurunan tajamnya setelah presiden Donald Trump berhasil mendinginkan pasar dengan menyatakan bahwa dia menginginkan mata uang dolar yang kuat. Sebelumnya, mata uang dolar mengalami penurunan persentase harian terbesar dalam tujuh bulan terakhir setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa dia menyambut baik pelemahan mata uang karena menguntungkan perusahaan multinasional AS.

Menyambut mata uang dolar yang mulai menguat, sejumlah indeks utama di bursa Asia berhasil menguat pagi ini. Indeks Nikkei Jepang naik 0,12% disusul oleh Shanghai Composite dan Hang Seng yang masing – masing menguat 0,08% dan 0,75%. Adapun indeks Kospi Korea berhasil naik 0,06%.

Bursa Amerika cetak rekor

Indeks Dow Jones dan S&P 500 berhasil meraih rekor penutupan tertingginya dengan kenaikan sebesar 0,54% dan 0,06% setelah perhatian investor mulai teralihkan dari pelemahan dolar ke rilis laporan keuangan kuartal IV 2017.

Bursa Eropa melemah

Meski pelemahan dollar yang diukur dari dollar indeks telah melandai, mata uang Euro tetap menguat menyusul pernyataan Gubernur Bank Sentral Eropa Mario Draghi terkait keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan dan target kenaikan di tahun ini . Hal ini membuat saham emiten – emiten eksportir dari Jerman mengalami pelemahan cukup tajam. Indeks DAX Jerman sendiri ditutup anjllok hingga 0,9% sedangkan secara keseluruhan Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,5%.

Minyak tertekan dollar

Penguatan dollar pasca komentar presiden Donald Trump membuat harga minyak WTI berada di dalam tekanan dan ditutup turun 0,42% ke level USD 65,18 per barel. Sementara itu, minyak Brent yang merupakan patokan minyak Eropa turun 0,11 poin ke level USD 70,42per barel.

Batubara masih tertekan

Harga batubara bergerak berlawanan di kedua bursa utama dunia. Di bursa Newcastle, harga batubara untuk kontrak Februari ditutup turun tipis 0,09%, namun di bursa Rotterdam untuk kontrak di bulan yang sama harganya tergelincir hingga 0,38%.

Harga CPO kembali melemah

Harga CPO mengalami koreksi teknikal setelah tiga hari beruntun catatkan kenaikan. Di bursa Malaysia kemarin, harga CPO ditutup melemah 1,03% ke level 2491 ringgit per ton. Selain itu, CPO juga mendapat tekanan dari turunya harga minyak kedelai sebesar 0,55% yang merupakan komoditas substitusinya.


Image source: http://i2.cdn.turner.com

Author


Avatar