The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Meski mayoritas berkutat di zona merah, IHSG berhasil ditutup naik sebesar 0,30% ke level 6680,62 setelah diperdagangkan di rentang 6634 – 6686. Saham – saham komoditas menjadi bahan bakar indeks dimana sektor mining melonjak hingga 2,56% karena harga batubara China yang menyentuh rekor baru hari ini. Selain mining, agriculture mampu melaju hingga 1,75%  setelah harga CPO naik karena penguatan mata uang dollar menekan pergerakan ringgit Malaysia. Kemudian, rebound sektor finance yang berkapitalisasi terbesar di bursa juga turut membantu IHSG naik ke atas. Sebelumnya sektor finance membebani indeks dengan penurunan hingga 0,8% namun menjelang penutupan pasar mampu berbalik ditutup naik 0,16%.

Asing net sell di perbankan

Membuka awal pekan ini, asing mencatatkan net sell cukup besar mencapai 409,67 miliar di keseluruhan dengan penjualan terbesar pada BBRI dan BMRI senilai -192 miliar dan -171 miliar disusul oleh PGAS (-138 miliar), MNCN (-85 miliar) dan TLKM (-66 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah BBCA (211 miliar), ADRO (88 miliar), UNVR (26 miliar) dan INKP (26 miliar).

Bursa Asia berbalik melemah

Sejumlah indeks utama Asia berbalik melemah setelah sentimen dari penguatan bursa Amerika mulai reda dan investor mulai berfokus ke kondisi dalam negeri. Indeks Nikkei Jepang ditutup turun 0,04% setelah sebelumnya naik 0,1%. Kenaikan saham teknologi di Jepang tidak mampu mengimbangi penurunan pada sektor kimia, asuransi dan mining. Selain dari Jepang, indeks Shanghai Composite China dan Hang Seng, Hong Kong masing – masing tergelincir 0,99% dan 0,50%

Meski demikian, Indeks Kospi Korea berhasil mempertahankan penguatanya dengan kenaikan sebesar 0,91%. Kenaikan saham – saham teknologi besar seperti Samsung dan SK Hynix mampu menopang indeks melaju ke atas.

Dari Australia, indeks ASX 200 bergerak menghijau 0,42% dipengaruhi melonjaknya saham – saham energi karena lonjakan harga batubara. Seperti diketahui, harga batubara thermal berjangka di China menyentuh rekor baru pada hari ini setelah perusahaan penambang batubara terbesar memperingatkan adanya potensi kekurangan pasokan listrik karena musim dingin yang buruk di provinsi pusat dan selatan


Image source: d136nkzuw2elkh.cloudfront.net

0

Morning Review

Membuka awal pekan ini, IHSG kami proyeksikan akan bergerak menguat ditenagai sentimen positif dari menguatnya bursa Amerika, Eropa dan regional Asia pagi ini. Harga minyak yang kembali memanas juga akan mendorong sektor komoditas bergerak bullish. Secara teknikal, IHSG memang sudah berada di kondisi overbought, namun tekanan beli dari pasar yang masih kuat disertai inflow asing yang besar berpotensi membuat indeks terus melaju ke atas.

Bursa Amerika cetak rekor baru

Sejumlah indeks utama Wall Street bergerak menghijau dan mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Indeks Dow Jones menguat 0,85% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 melesat hingga 1,28% dan 1,18%. Penguatan bursa As ditenagai oleh sektor teknologi dan kesehatan setelah laporan keuangan kuartal IV pada perusahaan AbbVie, Honeywell, Intel dan Rockwell mencetak pertumbuhan laba dan penjualan yang lebih tinggi dari perkiraan.

Minyak semakin memanas

Harga minyak kembali ke trend bullishnya, dimana minyak WTI ditutup melonjak 1,47% ke level USD 66,14 dollar per barel setelah Venezuela dikabarkan kesulitan untuk mendistribusikan minyaknya ke luar negeri. Kapal – kapal tanker yang menunggu untuk pengisian minyak terus bertambah banyak di pelabuhan – pelabuhan venezuela.

Harga logam industri memudar

Setelah mencetak penguatan tinggi, harga logam industri mulai menunjukkan koreksi. Harga seng melemah 0,7% ke level US$ 3.442 per metrik ton sedangkan harga nikel turun 0,49% ke level USD 13632 per ton. Adapun harga alumunium turut tergelincir 0,58% ke USD 2.228 per metrik ton setelah berlebihnya suplai di China dan ancaman peningkatan produksi alumunium di Amerika.

CPO kembali melandai

Harga CPO Jumat lalu ditutup turun 0,40% menuju level 2481 ringgit per ton setelah data kargo Intertek Testing Services menunjukkan, ekspor CPO Malaysia periode 1-25 Januari turun 7% dibanding periode sama bulan sebelumnya. Sementara, menurut Societe General de Surveillance, ekspor CPO Malaysia periode 1-25 Januari turun 6,8% dari periode sama bulan sebelumnya.


Image source: s-i.huffpost.com

0