Morning Review

Dow Jones kembali catatkan rekor baru, IHSG berpeluang menguat

Membuka awal pekan ini, IHSG kami proyeksikan akan bergerak menguat ditenagai sentimen positif dari menguatnya bursa Amerika, Eropa dan regional Asia pagi ini. Harga minyak yang kembali memanas juga akan mendorong sektor komoditas bergerak bullish. Secara teknikal, IHSG memang sudah berada di kondisi overbought, namun tekanan beli dari pasar yang masih kuat disertai inflow asing yang besar berpotensi membuat indeks terus melaju ke atas.

Bursa Amerika cetak rekor baru

Sejumlah indeks utama Wall Street bergerak menghijau dan mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Indeks Dow Jones menguat 0,85% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 melesat hingga 1,28% dan 1,18%. Penguatan bursa As ditenagai oleh sektor teknologi dan kesehatan setelah laporan keuangan kuartal IV pada perusahaan AbbVie, Honeywell, Intel dan Rockwell mencetak pertumbuhan laba dan penjualan yang lebih tinggi dari perkiraan.

Minyak semakin memanas

Harga minyak kembali ke trend bullishnya, dimana minyak WTI ditutup melonjak 1,47% ke level USD 66,14 dollar per barel setelah Venezuela dikabarkan kesulitan untuk mendistribusikan minyaknya ke luar negeri. Kapal – kapal tanker yang menunggu untuk pengisian minyak terus bertambah banyak di pelabuhan – pelabuhan venezuela.

Harga logam industri memudar

Setelah mencetak penguatan tinggi, harga logam industri mulai menunjukkan koreksi. Harga seng melemah 0,7% ke level US$ 3.442 per metrik ton sedangkan harga nikel turun 0,49% ke level USD 13632 per ton. Adapun harga alumunium turut tergelincir 0,58% ke USD 2.228 per metrik ton setelah berlebihnya suplai di China dan ancaman peningkatan produksi alumunium di Amerika.

CPO kembali melandai

Harga CPO Jumat lalu ditutup turun 0,40% menuju level 2481 ringgit per ton setelah data kargo Intertek Testing Services menunjukkan, ekspor CPO Malaysia periode 1-25 Januari turun 7% dibanding periode sama bulan sebelumnya. Sementara, menurut Societe General de Surveillance, ekspor CPO Malaysia periode 1-25 Januari turun 6,8% dari periode sama bulan sebelumnya.


Image source: s-i.huffpost.com

Author


Avatar