The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Sejumlah indeks utama bursa regional Asia serempak bergerak melemah mengikuti pergerakan bursa Amerika yang turun tadi malam. Investor memilih untuk melakukan profit taking dan bersikap wait and see baik di pasar saham maupun obligasi menjelang rapat perdana the FED di 2018 dan sekaligus rapat terakhir yang dipimpin Janet Yellen sebagai gubernurnya. Rapat ini sangat ditunggu – tunggu sebab akan memberikan gambaran terhadap kebijakan The Fed sepanjang 2018 nanti, seperti kemungkinan kenaikan suku bunga The FED dan arah kebijakan gubernur baru, Jerome Powell, apakah akan sejalan dengan Janet Yellen.

Bursa regional Asia melemah tajam

Di bursa saham Jepang, indeks Nikkei 225 merosot hingga 1,43% karena anjloknya saham FANUC Corp (-3,13%) dan Tokyo Electron (-2,87%). Selain itu, diburunya aset safe haven membuat mata uang yen menguat hingga 0,3% sehingga membebani kinerja emiten – emiten berbasis ekspor. Menyusul bursa Jepang, indeks Kospi Korea ikut merosot hingga 1,17% dan sekaligus mematahkan rally kenaikan selama lima hari terakhir karena terpuruknya saham Samsung dan pelemahan mata uang won.

Kemudian dari China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing anjlok 0,99% dan 1,06% selain karena sentimen negatif dari bursa regional juga disebabkan oleh proyeksi rilis data PMI bulan ini yang diperkirakan lebih rendah dari bulan Desember. Sementara itu dari Australia, kenaikan harga komoditas batubara tidak mampu menahan kejatuhan sektor lainya sehingga indeks ASX 200 terpaksa harus ditutup turun sebanyak 0,89%

IHSG terkapar

Terus berada di zona merah, IHSG ditutup anjlok 1,57% ke level 6575,49 setelah diperdagangkan dengan rentang 6546 – 6675. Semua sektor yang menyokong bursa bergerak di zona merah, bahkan sektor Agri yang sebelumnya sempat menghijau karena kenaikan harga CPO, berakhir dengan pelemahan sebesar 1,54%.  Penekan utama indeks berasal dari sektor aneka industri, infrastructure, consumer goods dan construction yang anjlok lebih dari 2%, sementara sektor lainya melemah tajam lebih dari 1%.

Asing net sell besar – besaran

Kejatuhan IHSG hari ini tidak terlepas dari keluarnya dana asing dari bursa yang hingga penutupan mencapai 1,19 triliun di keseluruhan pasar, didominasi oleh saham TLKM dan perbankan. TLKM mencatatkan net sell sebesar -343 miliar yang disusul oleh BBRI (-334 miliar), BMRI (-255 miliar) dan BBNI (-91 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah BBCA (231 miliar), PTBA (72 miliar) dan ADRO (35 miliar).


Image source: http://www.bostonherald.com


 

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini akan ditenagai dari sektor komoditas, utamanya adalah mining dan CPO terkait kenaikan komoditas batubara dan CPO. Namun demikian, perlu diwaspadai adanya potensi koreksi setelah terbentuk pola hanging man yang mengindikasikan mulai terbentuknya tekanan jual di pasar yang saat ini dalam kondisi overbought seperti yang ditunjukkan indikator RSI dan Stochastic. Selain itu, pelemahan bursa Amerika, Eropa dan Asia pagi ini juga berpotensi menyeret IHSG ke zona merah.

Bursa Amerika terkoreksi

Tiga indeks acuan utama Amerika bergerak di zona merah setelah sektor teknologi mengalami kejatuhan sebesar 0,9% karena tertekan penurunan saham Apple sebanyak 2,1% menyusul pemberitaan bahwa perusahaan ini akan memangkas separuh produksi smartphone iPhone X. Secara keseluruhan indeks Dow Jones tergelincir 0,67% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing sebesar 0,52% dan 0,67%.

Bursa Eropa turun tipis

Index Euro Stoxx 50 ditutup turun tipis 0,16% tertekan oleh penurunan saham – saham teknologi di Jerman yang mengkhawatirkan penurunan produksi chip untuk smartphone. Indeks DAX Jerman sendiri ditutup melemah 0,12%.

Harga minyak tertekan penguatan dollar

Harga minyak mengalami koreksi sebesar 1,04% namun masih dalam level tertingginya di angka USD 65,45 per barel.Pergerakan minyak tertekan oleh penguatan Dollar indeks sebanyak 0,5% didorong kenaikan imbal hasil Treasury. Selain itu, menteri Perminyakan Iran, Bijan Namdar Zanganeh memperingatkan bahwa harga minyak mentah di US$60 akan mendorong output dari ladang minyak shale, sekaligus mendorong harga turun lagi.

Batubara masih kuat

Harga batubara mendapat sentimen positif dari China setelah empat produsen listrik nasionalnya memperingatkan bahwa adanya potensi kekurangan bahan bakar pemanas dan listrik, seiring dengan adanya badai salju yang cukup parah di provinsi bagian tengah dan selatan China. Sebagai hasilnya harga batubara di bursa Newcastle untuk kontrak Februari melonjak hingga 1,29%.

CPO di atas 2500 ringgit

Harga CPO mulai menampakkan tanda – tanda kepulihan setelah secara historis musiman, produksi standan sawit cenderung turun pada bulan Januari – Maret. Di bursa Malaysia kemarin, harga CPO ditutup naik 1,57% ke level 2520 ringgit per ton.


Image source: theinsiderstories.com

0