Morning Review

Harga CPO dan batubara menanjak, berikut proyeksi IHSG hari ini

Pergerakan IHSG hari ini akan ditenagai dari sektor komoditas, utamanya adalah mining dan CPO terkait kenaikan komoditas batubara dan CPO. Namun demikian, perlu diwaspadai adanya potensi koreksi setelah terbentuk pola hanging man yang mengindikasikan mulai terbentuknya tekanan jual di pasar yang saat ini dalam kondisi overbought seperti yang ditunjukkan indikator RSI dan Stochastic. Selain itu, pelemahan bursa Amerika, Eropa dan Asia pagi ini juga berpotensi menyeret IHSG ke zona merah.

Bursa Amerika terkoreksi

Tiga indeks acuan utama Amerika bergerak di zona merah setelah sektor teknologi mengalami kejatuhan sebesar 0,9% karena tertekan penurunan saham Apple sebanyak 2,1% menyusul pemberitaan bahwa perusahaan ini akan memangkas separuh produksi smartphone iPhone X. Secara keseluruhan indeks Dow Jones tergelincir 0,67% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing sebesar 0,52% dan 0,67%.

Bursa Eropa turun tipis

Index Euro Stoxx 50 ditutup turun tipis 0,16% tertekan oleh penurunan saham – saham teknologi di Jerman yang mengkhawatirkan penurunan produksi chip untuk smartphone. Indeks DAX Jerman sendiri ditutup melemah 0,12%.

Harga minyak tertekan penguatan dollar

Harga minyak mengalami koreksi sebesar 1,04% namun masih dalam level tertingginya di angka USD 65,45 per barel.Pergerakan minyak tertekan oleh penguatan Dollar indeks sebanyak 0,5% didorong kenaikan imbal hasil Treasury. Selain itu, menteri Perminyakan Iran, Bijan Namdar Zanganeh memperingatkan bahwa harga minyak mentah di US$60 akan mendorong output dari ladang minyak shale, sekaligus mendorong harga turun lagi.

Batubara masih kuat

Harga batubara mendapat sentimen positif dari China setelah empat produsen listrik nasionalnya memperingatkan bahwa adanya potensi kekurangan bahan bakar pemanas dan listrik, seiring dengan adanya badai salju yang cukup parah di provinsi bagian tengah dan selatan China. Sebagai hasilnya harga batubara di bursa Newcastle untuk kontrak Februari melonjak hingga 1,29%.

CPO di atas 2500 ringgit

Harga CPO mulai menampakkan tanda – tanda kepulihan setelah secara historis musiman, produksi standan sawit cenderung turun pada bulan Januari – Maret. Di bursa Malaysia kemarin, harga CPO ditutup naik 1,57% ke level 2520 ringgit per ton.


Image source: theinsiderstories.com

Author


Avatar