The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Meski sempat tertekan cukup dalam ke zona merah, IHSG mampu bangkit dan ditutup dengan kenaikan sebesar 0,46% di level 6605,63 setelah diperdagangkan di rentang 6522 – 6627. Sektor basic industry menjadi pendorong indeks dengan kenaikan sebesar 2,12% karena lonjakan di saham – saham semen. Kemudian sektor perdagangan naik 1% dan construction sebesar 0,90%. Dari sepuluh sektor di bursa, hanya tiga yang bergerak melemah, yaitu mining (-0,74%), consumer goods (-0,54%), dan agriculture (-0,16%).

Asing kembali net sell jumbo

Setelah kemarin mencatatkan outfloww lebih dari 1 triliun, hari ini net sell asing tercatat juga cukup besar senilai 952, 36 miliar di keseluruhan pasar. Saham TLKM dan BBRI mempimpin dengan penjualan bersih sebesar -598 miliar dan -206 miliar disusul oleh UNVR (-67 miliar), ASII (58 miliar) dan BUMI (-52 miliar). Sementara itu, saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah BBCA (121 miliar), AALI (72 miliar), PTBA (62 miliar) dan BBNI (31 miliar).

Bursa Asia mixed cenderung melemah

Sejumlah indeks utama regional Asia berakhir di teritori negatif mengikuti pergerakan bursa Wall Street setelah yield obligasi AS kembali menanjak ke level tertingginya yang mengindikasikan kepercayaan investor yang semakin rendah. Selain itu, merosotnya harga batubara dan minyak bumi turut mempengaruhi emiten – emiten terkait energi dan sumberdaya.

Indeks Kospi Korea berbalik melemah 0,05% setelah pagi tadi sempat menguat hingga 0,4% karena merosotnya saham – saham di sektor industri kimia dan otomotif setelah data produksi industri Korea turun 0,5% padahal di bulan sebelumnya mencatatkan kenaikan 0,2%. Sementara itu dari Jepang, indeks Nikkei 225 anjlok hingga -0,83% karena terpuruknya saham – saham otomotif. Saham Toyota Motor Corp. (-1,95%), Mitsubishi UFJ Financial Group (-2,18%), dan Honda Motor Co. Ltd. (-2,52%) menjadi penekan utama indeks.

Namun demikian, di beberapa negara, bursa saham mampu berkinerja positif karena adanya data ekonomi dalam negeri yang memuaskan. Indeks ASX 200 Australia mampu menguat 0,25% setelah data consumer price index menunjukkan pertumbuhan konstan di kisaran 2% secara year on year. Kemudian dari Hong Kong, indeks Hang Seng melonjak hingga 0,81% setelah data M3 money supply stabil di angka 11,6% serta optimisme akan pertumbuhan penjualan retail di bulan Januari.

 

Image source: i.kinja-img.com

0

Morning Review

Tiga indeks utama Wall Street kembali mencatatkan penurunan tadi malam. Indeks Dow Jones terperosok hingga 1,37% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing melemah 1,09% dan 0,86%. Penurunan indeks disebabkan oleh kenaikan yield obligasi AS yang melonjak ke level tertingginya setelah pertemuan dua hari The Fed resmi dimulai. Investor bersikap wait and see dan cenderung mengamankan dananya sambil mengamati prospek ekonomi dan penaikan tingkat suku bunga oleh bank sentral AS di tahun ini.

Bursa Eropa turut tergelincir

Indeks Stoxx Euro 600 berakhir melemah 0,9% karena merosotnya sektor siklis seperti batubara dan minyak mentah. Saham-saham sumber daya merosot 1,6% karena tertekan oleh anjloknya harga logam karena penguatan dolar AS. Selain sektor siklis, saham – saham finansial juga menekan indeks dimana sektor perbankan tersungkur hingga 1,3% sementara saham jasa keuangan melemah 0,8%.

IHSG melemah namun ada harapan dari bursa Asia

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan akan melemah terbatas terdampak oleh outflow dana asing dari bursa yang cukup deras karena belum jelasnya prospek ekonomi Amerika dan kenaikan suku bunga the FED yang membuat investor asing cenderung mengamankan dananya. Secara teknikal tekanan jual masih cukup kuat di pasar karena memang indeks yang sudah memasuki zona jenuh beli sehingga rawan profit taking.

Harapan bagi IHSG datang dari regional Asia dimana indeks Nikkei, Hangseng dan Shanghai Composite hanya mengalami penurunan tipis sedangkan Kospi Korea justru bergerak di zona positif dengan kenaikan sebesar 0,18%. Penguatan mata uang dollar membuat laba emiten – emiten berorientasi ekspor di Asia di proyeksikan meningkat.

Minyak mentah kembali koreksi

Harga minyak WTI kembali lanjutkan pelemahan sebesar -1,67% dan berada di level USD 64,36 per barel setelah American Petroleum Institute (API) dikabarkan telah melaporkan peningkatan stok minyak mentah sebesar 3,23 juta barel pekan lalu.

Batubara turun tajam

Mengikuti harga minyak, batubara mengalami koreksi cukup tajam dimana di bursa Newcastle anjlok tajam hingga 1,73% sedangkan di bursa Rotterdam melemah hingga 1,78% untuk kontrak Februari 2018.


Image source: http://static6.businessinsider.com

0