Market Updates

IHSG tampil perkasa di tengah bursa global yang melemah

Meski sempat tertekan cukup dalam ke zona merah, IHSG mampu bangkit dan ditutup dengan kenaikan sebesar 0,46% di level 6605,63 setelah diperdagangkan di rentang 6522 – 6627. Sektor basic industry menjadi pendorong indeks dengan kenaikan sebesar 2,12% karena lonjakan di saham – saham semen. Kemudian sektor perdagangan naik 1% dan construction sebesar 0,90%. Dari sepuluh sektor di bursa, hanya tiga yang bergerak melemah, yaitu mining (-0,74%), consumer goods (-0,54%), dan agriculture (-0,16%).

Asing kembali net sell jumbo

Setelah kemarin mencatatkan outfloww lebih dari 1 triliun, hari ini net sell asing tercatat juga cukup besar senilai 952, 36 miliar di keseluruhan pasar. Saham TLKM dan BBRI mempimpin dengan penjualan bersih sebesar -598 miliar dan -206 miliar disusul oleh UNVR (-67 miliar), ASII (58 miliar) dan BUMI (-52 miliar). Sementara itu, saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah BBCA (121 miliar), AALI (72 miliar), PTBA (62 miliar) dan BBNI (31 miliar).

Bursa Asia mixed cenderung melemah

Sejumlah indeks utama regional Asia berakhir di teritori negatif mengikuti pergerakan bursa Wall Street setelah yield obligasi AS kembali menanjak ke level tertingginya yang mengindikasikan kepercayaan investor yang semakin rendah. Selain itu, merosotnya harga batubara dan minyak bumi turut mempengaruhi emiten – emiten terkait energi dan sumberdaya.

Indeks Kospi Korea berbalik melemah 0,05% setelah pagi tadi sempat menguat hingga 0,4% karena merosotnya saham – saham di sektor industri kimia dan otomotif setelah data produksi industri Korea turun 0,5% padahal di bulan sebelumnya mencatatkan kenaikan 0,2%. Sementara itu dari Jepang, indeks Nikkei 225 anjlok hingga -0,83% karena terpuruknya saham – saham otomotif. Saham Toyota Motor Corp. (-1,95%), Mitsubishi UFJ Financial Group (-2,18%), dan Honda Motor Co. Ltd. (-2,52%) menjadi penekan utama indeks.

Namun demikian, di beberapa negara, bursa saham mampu berkinerja positif karena adanya data ekonomi dalam negeri yang memuaskan. Indeks ASX 200 Australia mampu menguat 0,25% setelah data consumer price index menunjukkan pertumbuhan konstan di kisaran 2% secara year on year. Kemudian dari Hong Kong, indeks Hang Seng melonjak hingga 0,81% setelah data M3 money supply stabil di angka 11,6% serta optimisme akan pertumbuhan penjualan retail di bulan Januari.

 

Image source: i.kinja-img.com

Author


Avatar