Morning Review

Indeks Wall Street lanjutkan pelemahan, bursa Asia hanya turun tipis

Tiga indeks utama Wall Street kembali mencatatkan penurunan tadi malam. Indeks Dow Jones terperosok hingga 1,37% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing melemah 1,09% dan 0,86%. Penurunan indeks disebabkan oleh kenaikan yield obligasi AS yang melonjak ke level tertingginya setelah pertemuan dua hari The Fed resmi dimulai. Investor bersikap wait and see dan cenderung mengamankan dananya sambil mengamati prospek ekonomi dan penaikan tingkat suku bunga oleh bank sentral AS di tahun ini.

Bursa Eropa turut tergelincir

Indeks Stoxx Euro 600 berakhir melemah 0,9% karena merosotnya sektor siklis seperti batubara dan minyak mentah. Saham-saham sumber daya merosot 1,6% karena tertekan oleh anjloknya harga logam karena penguatan dolar AS. Selain sektor siklis, saham – saham finansial juga menekan indeks dimana sektor perbankan tersungkur hingga 1,3% sementara saham jasa keuangan melemah 0,8%.

IHSG melemah namun ada harapan dari bursa Asia

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan akan melemah terbatas terdampak oleh outflow dana asing dari bursa yang cukup deras karena belum jelasnya prospek ekonomi Amerika dan kenaikan suku bunga the FED yang membuat investor asing cenderung mengamankan dananya. Secara teknikal tekanan jual masih cukup kuat di pasar karena memang indeks yang sudah memasuki zona jenuh beli sehingga rawan profit taking.

Harapan bagi IHSG datang dari regional Asia dimana indeks Nikkei, Hangseng dan Shanghai Composite hanya mengalami penurunan tipis sedangkan Kospi Korea justru bergerak di zona positif dengan kenaikan sebesar 0,18%. Penguatan mata uang dollar membuat laba emiten – emiten berorientasi ekspor di Asia di proyeksikan meningkat.

Minyak mentah kembali koreksi

Harga minyak WTI kembali lanjutkan pelemahan sebesar -1,67% dan berada di level USD 64,36 per barel setelah American Petroleum Institute (API) dikabarkan telah melaporkan peningkatan stok minyak mentah sebesar 3,23 juta barel pekan lalu.

Batubara turun tajam

Mengikuti harga minyak, batubara mengalami koreksi cukup tajam dimana di bursa Newcastle anjlok tajam hingga 1,73% sedangkan di bursa Rotterdam melemah hingga 1,78% untuk kontrak Februari 2018.


Image source: http://static6.businessinsider.com

Author


Avatar