The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Morning Review

Sejumlah indeks utama Wall Street kembali ke jalur penguatanya didukung oleh kenaikan harga minyak yang mengangkat sektor energi hingga 2%. Indeks Dow Jones naik 0,81% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing menguat 0,70% dan 0,81%. Selain energi, sektor penerbangan juga turut menopang indeks dimana Saham Delta Air Lines ditutup naik 4,8% setelah perusahaan memproyeksi akan memperoleh keuntungan ganda dari kebijakan pemotongan pajak perusahaan yang secara tidak langsung akan meningkatkan volume perjalanan bisnis.

 Bursa Eropa tertekan Euro

Bursa Eropa masih belum bisa bangkit dari penurunanya setelah Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,34% atau 1,35 poin ke level 397,25 karena menguatnya mata uang Euro dan aksi jual di pasar obligasi yang disebabkan oleh kabar bahwa China mempertimbangkan pengurangan pembelian obligasi pemerintah AS.

IHSG berpotensi bullish

Pergerakan IHSG hari ini berpeluang untuk menguat terbatas karena tekanan beli yang masih kuat dari pasar dimana asing konsisten mencatatkan net buy dan sentimen positif dari bursa Amerika serta regional Asia yang pagi ini terpantau naik. Harga minyak yang kembali memanas juga akan menopang pergerakan sektor mining. Selain itu, investor masih menantikan rilis laporan keuangan yang umumnya dimulai dari sektor perbankan dengan optimis. Secara teknikal pergerakan indeks akan terbatas karena sudah memasuki area jenuh beli yang tercermin dari indikator Stochastic dan RSI.  

Minyak kembali memanas

Setelah sempat melemah tipis, harga minyak WTI kembali naik 0,22% ke level USD 63,58 per barel karena optimisme akan penurunan cadangan minyak Amerika menyusul musim dingin yang ada saat ini menyebabkan operator terpaksa menghentikan operasi. Adapun patokan harga minyak Eropa, Brent sempat menyentuh level US$70,02 per barel yang merupakan level tertinggi sejak 2014.

Batubara masih tertekan

Harga batubara belum keluar dari trend negatif selama beberapa hari terakhir dimana di kedua bursa utama dunia, harganya serempak melemah. Di bursa Newcastle untuk kontrak Februari harganya turun 0,67% sedangkan di Rotterdam harganya tergelincir 0,21%.

CPO melorot tajam

Harga minyak sawit di bursa malaysia kemarin ditutup anjlok hingga 2,1% ke level 2567 ringgit per ton setelah rilis cadangan  CPO Malaysia di akhir 2017 naik 7,1% menjadi 2,73 juta ton. Ancaman suplai juga datang dari dalam negeri dimana produksi CPO 2018 diperkirakan meningkat dari 32 juta ton menjadi 34 juta ton.


Image source: psmag.com/.image

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini cukup mixed, cenderung bergerak di teritori negatif hingga ke level terendahnya di 6344, Namun pada sesi penutupan, kebangkitan sektor finance yang mempunyai kapitali transaksi terbesar di BEI mampu mendorong indeks ditutup di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,24% ke 6386,34 yang sekaligus menjadi level tertingginya hari ini. Sebelumnya sektor finance melemah hingga -0,16% namun pada saat sesi penutupan berbalik menguat sebesar 0,66%. Selain finance, mining juga menjadi penopang indeks dengan penguatan sebesar 0,93% karena melonjaknya saham – saham terkait batubara.

 

Asing lanjutkan inflow

Meski tidak sebesar kemarin, asing masih melanjutkan inflownya ke dalam bursa dengan mencatatkan net buy sebesar 236,18 miliar di keseluruhan pasar yang didominasi oleh pembelian bersih di saham BMRI sebesar 225 miliar, disusul oleh BBCA (157 miliar), ADRO (62 miliar) dan INDY (43 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah BBNI (-148 miliar), BBRI (-78 miliar), BUMI (-52 miliar) dan PGAS (-38 miliar).

Bursa Asia kembali melemah

Sejumlah indeks utama di regional Asia bergerak memerah sejalan dengan bursa saham di Wall Street dan Eropa yang tadi malam bergerak turun. Investor bersikap hati – hati karena China dikhawatirkan akan memperlambat atau menghentikan pembelian obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Bonds) pasca rilis data inflasi China di bulan Desember berada di bawah perkiraan.

Sebagai hasilnya bursa Asia di luar China bergerak merah. Indeks Nikkei 225 kembali turun 0,33% karena penguatan mata uang yen yang melemahkan saham – saham yang berkaitan dengan ekspor seperti perusahaa listrik, mesin dan mobil. Kemudian, indeks Kospi Korea juga turut tergelincir sebesar 0,42% yang mana merupakan pelemahan ketiga secara beruntun.

Dari Australia, kejatuhan harga komoditas tambang masih menghantui sebagian besar emiten sehingga indeks ASX Australia ditutup melemah 0,48%. Namun demikian, dari daratan China, indeks Shanghai Composite dan Hang seng Hong Kong masih mampu memperpanjang rally penguatan sebesar 0,10% dan 0,01% setelah bergerak mixed sepanjang perdagangan.


Image source: geniuszone.biz

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini cukup mixed dengan rentang antara 6355 – 6412 dan ditutup turun tipis 0,03% mengikuti pergerakan mayoritas bursa Asia. Dari sepuluh sektor, hanya tiga yang bergerak menguat dipimpin oleh sektor aneka industri yang naik hingga 1,01% karena rebound saham ASII. Sektor mining juga masih kuat dengan kenaikan 0,27% setelah harga minyak bergerak semakin menggila. Yang terakhir sektor trade ditutup menguat sebesar 0,48%.

Tujuh sektor lainya ditutup melemah dengan penekan terbesar dari sektor basic industry yang ditutup turun -0,76% disusul construction sebesar -0,31 karena anjloknya saham WIKA setelah proyek High Speed Rail dikabarkan akan tertunda. Kemudian sektor agriculture juga ditutup turun 0,25% karena harga CPO yang terkoreksi.

Net buy asing semakin tipis

Sempat mencatatkan net buy sebesar 200 miliar, asing berbalik keluar dari bursa sehingga pembelian bersih secara keseluruhan terpangkas hanya menjadi 102,50 miliar di keseluruhan pasar. Saham BMRI menjadi yang paling banyak dicollect asing dengan pembelian bersih sebesar 181 miliar, disusul oleh BBTN (72 miliar), UNTR (64 miliar) dan ADRO (55 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah BBNI (-117 miliar), BBRI (-68 miliar), TKIM (-57 miliar) dan TLKM (-52 miliar).

Bursa Asia mayoritas bergerak  turun

Pergerakan bursa Asia hari ini mayoritas bergerak di zona merah meskipun bursa Wall Street tadi malam bergerak menghijau. Dari Jepang, penguatan mata uang yen di kisaran 0,6% terhadap dollar ditanggapi negatif oleh pasar yang mengakibatkan indeks Nikkei 225 tergelincir sebesar 0,26%. Indeks ASX 200 Australia juga anjlok sebesar 0,64% karena melemahnya emiten – emiten batubara.

Kemudian dari Korea Selatan, indeks Kospi masih melanjutkan pelemahanya kemarin dengan penurunan sebesar 0,42% karena kejatuhan saham – saham teknologi seperti Samsung Electronics dan SK hynix. Emiten teknologi terutama yang bergerak di bidang produsen chip diperkirakan tidak akan mencetak pertumbuhan laba yang tinggikarena tingginya pasokan dan penguatan mata uang won yang terjadi belakangan ini berpotensi menggerus keuntungan.

Namun demikian, dua indeks utama daratan China yaitu Shanghai Composite dan Hang Seng, Hong Kong justru serempak menguat sebesar 0,23% dan 0,12% setelah rilis data Consumer Price Index China di bulan Desember yang digunakan sebagai acuan inflasi bergerak naik 1,8% yang mana masih di bawah prediksi para analis di kisaran 1,9%. Sebelumnya tingkat inflasi yang tinggi dikhawatirkan akan membuat bank Sentral China menerapkan kebijakan moneter yang ketat.


Image source: http://america.aljazeera.com

0

Morning Review

Setelah kemarin sempat bergerak mixed, bursa Amerika kembali ke jalur bullishnya didukung oleh optimisme investor akan musim laporan keuangan yang sebentar lagi akan tiba. Para analis memperkirakan laba perusahaan-perusahaan S&P 500 akan tumbuh 11,8% pada kuartal keempat 2017, lebih tinggi ketimbang kuartal empat tahun sebelumnya pada 8%. Beberapa perusahaan yang akan merilis kinerja pekan ini adalah JP Morgan dan Wells Fargo.

Seain itu, investor juga mencermati pertemuan Korea Utara dan Korea Selatan yang membahas partisipasi Korea Utara dalam olimpiade musim dingin yang akan digela 9 Februari nanti. Meskipun demikian, pertemuan tersebut dipercaya merupakan awal yang baik bagi upaya untuk menyelesaikan krisis program nuklir Korut. Sebagai hasilnya, indeks Dow Jones menguat 0,41% disusul oleh Nasdaq dan S&P 500 yang naik tipis 0,09% dan 0,13%.

Bursa Eropa lanjutkan rally

Indeks Stoxx Europe 600 melanjutkan kenaikanya empat hari beruntun setelah ditutup menguat 1,7 poin atau 0,43% ke level 400,11 karena pelemahan mata uang euro dan penguatan di sektor otomotif serta komoditas.

IHSG bergerak mixed

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak mixed dengan kecenderungan untuk melemah karena tekanan dari turunnya harga komoditas batubara dan CPO. Kondisi bursa regional Asia pagi ini juga kurang mendukung dimana mayoritas indeks utama seperti Nikkei, Hang Seng, Kospi dan STI Singapura bergerak di zona merah. Namun demikian, sentimen positif masih datang dari kondisi bursa Amerika dan Eropa yang terus melanjutkan rally kenaikan. Secara teknikal, indikator Stochastic dan RSI juga sudah mulai memasuki zona jenuh beli yang mengindikasikan penguatan akan mulai terbatas.

Minyak mentah terus mendaki

Harga minyak WTI kembali membukukan kenaikan tajam sebesar 2,50% ke level USD 63,45% setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan persediaan minyak AS turun 11,2 juta barel pekan lalu yang mana hampir tiga kali lipat dari perkiraan penurunan stok dalam survei Bloomberg.

Batubara mixed

Harga batubara bergerak berlawanan di kedua bursa utama dunia dimana di Newcastle untuk kontrak pengiriman Februari harganya masih naik 0,76% ke level USD 105,80 per metrik ton, namun di Rotterdam untuk kontrak di bulan yang sama, harganya turun 0,47%.

Harga CPO mulai tertekan

Harga CPO mengalami aksi profit taking setelah sebelumnya naik tinggi akibat kebijakan Malaysia yang menangguhkan pajak ekspor CPO dari 18 Januari hingga 7 April karena stok CPO yang tinggi di dalam negeri dimana mencapai 2,56 juta ton pada November lalu. Namun demikian, apabila stok mulai normal dan berada di bawah 1,6 juta ton, maka pajak akan diberlakukan seperti sebelumnya. Kekhawatiran  inilah yang membuat investor mulai melakukan aksi profit taking dan menyebabkan harga CPO kemarin terkoreksi 0,84% di level 2605 ringgit per ton.

 

Image source: fm.cnbc.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona merah. Setelah pagi tadi sempat naik hingga 6402, IHSG perlahan turun hingga 6351 dan ditutup sedikit rebound di level 6373 atau hanya turun sebesar 0,19%. Seperti yang diprediksi, sektor komoditas menopang laju indeks dimana sektor mining bersama agri serentak menguat di kisaran 0,6% disusul sektor konstruksi dan trade yang menguat sebesar 0,42% dan 0,32%. Enam sektor lainya bergerak melemah dengan penurunan paling tajam pada sektor aneka industri yang turun -1,22% dan infrastruktur -0,90% karena anjloknya saham TLKM.

Asing net buy besar

Hingga penutupan market sore ini inflow asing ke bursa cukup deras mencapai 571,01 miliar di keseluruhan pasar. Saham BBCA menjadi yang paling banyak diborong asing dengan pembelian bersih hingga 141 miliar disusul oleh BCAP (70 miliar), PTPP (60 miliar), dan BBTN (57 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah TLKM (69 miliar), GGRM (-38 miliar), SMMA (-30 miliar) dan INKP (-27 miliar).

Bursa Asia menghijau

Mayoritas bursa di Asia menghijau dengan indeks Nikkei 225 memimpin pengutan setelah naik 0,55% terdampak oleh kebijakan Bank of Japan yang akan mengurangi sedikit demi sedikit pembelian surat hutang. Namun demikian, indeks MSCI Asia pasicfic di luar Jepang cenderung bergerak flat setelah menembus level tertinggi hari ini di kisaran 591,28 atau sedikit di bawah rekor sepanjang masanya di angka 591,50.

Indeks ASX 200 Australia naik 0,09% disusul oleh STI Singapura yang menguat 0,34%. Kemudian dari daratan China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng, Hong Kong serempak menghijau dengan kenaikan masing – masing 0,13% dan 0,32%.

Adapun indeks Kospi Korea Selatan justru melemah tipis 0,12% karena anjloknya saham Samsung Electronics sebesar 3,11% menyusul laporan pendapatan operasional Samsung yang naik menjadi 15,1 triliun won (US$14,2 miliar) dalam tiga bulan terakhir tahun 2017, lebih rendah dari rata-rata perkiraan analis sebesar 16,1 triliun won.


Image source: kapustafinancial.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan masih akan bergerak menguat terbatas meskipun sentimen dari Amerika mulai redup seiring Dow Jones yang mulai melemah, namun bursa Eropa masih melanjutkan rally. Kemudian dari sektor komoditas, harga minyak yang kembali naik dan batubara yang masih perkasa akan mendorong laju indeks ke atas. Secara teknikal juga terbentuk pola bullish marubozu pada penutupan perdagangan kemarin yang berarti tekanan beli masih menguasai pasar. Stochastic membentuk pola golden cross di area netral yang mengindikasikan penguatan lanjutan meskipun RSI sudah menunjukkan indeks memasuki area jenuh beli.

Bursa Amerika mixed

Sejumlah indeks Wall Street bergerak mixed seiring dengan Dow Jones yang mulai hilang kekuatanya dan melemah tipis 0,05% namun S&P 500 dan Nasdaq masih membukukan penguatan sebesar 0,17% dan 0,29%. Sektor perbankan dan kesehatan mengalami penurunan mengimbangi penguatan pada sektor utilitas.

Bursa Eropa rally

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,27% atau  1,06 poin ke level 398,41, level tertinggi sejak Agustus 2015. Indeks DAX Jerman dan CAC Perancis menguat di kisaran 0,3% namun FTSE turun karena penguatan pada mata uang poundsterling menekan emiten – emiten berbasis eksportir.

Iran memanas, harga minyak kembali naik

Harga minyak WTI kembali menguat 0,75% menuju level USD 61,90 per barel setelah perebutan kekuasaan di Iran telah menimbulkan kecemasan mengenai stabilitas produsen minyak mentah terbesar ketiga OPEC ini. Kemudian dari Amerika, sentimen positif datang dari berkurangnya jumlah anjungan pengeboran (rig) minyak minggu lalu sebesar 5 menjadi 742 rig.

Batubara masih menggila

Harga batubara masih terus bergerak naik di kedua bursa utama dunia dimana di Newcastle untuk kontrak pengiriman Februari harganya naik 1,25% ke level USD 105,00 per metrik ton sedangkan di bursa Rotterdam harganya naik 0,26% di level USD 95,25 per metrik ton.

CPO kembali di atas level 2600 ringgit

Harga CPO kembali menguat tajam 1,43% menuju level 2627 ringgit per ton setelah adanya potensi perubahan cuaca di Sebagian Kalimantan dan Malaysia yang berpotensi menyebabkan banjir dan mengganggu proses panen maupun distribusi sawit.


Image source: cdnph.upi.com

0

Market Updates

Meski sempat melemah tipis ke level 6349, IHSG kembali melanjutkan rally kenaikan selama tiga hari beruntun dengan kenaikan sebesar 0,50% ke 6385,40 yang lagi – lagi merupakan level tertingginya hari ini. Sektor komoditas menjadi bintang hari ini dimana sektor mining melonjak sebesar 2,56% karena naiknya saham – saham emiten batubara serta sektor agri naik 1,22% karena menguatnya harga CPO yang terjadi bahkan ketika harga minyak kedelai mengalami penurunan. Selain mining, sektor konstruksi juga naik tajam sebesar 1,73%. Dari sepuluh indeks sektoral, hanya basic industry dan manufacture yang bergerak melemah sebesar -0,86% dan -0,005%.

Asing net buy besar

Inflow asing hari ini terbilang cukup besar senilai 332,05 miliar di pasar reguler yang sebagian besar dari pembelian bersih di sektor pertambangan. ADRO menjadi top net buy asing sbesar 78 miliar disusul oleh BBCA (61 miliar), UNTR (49 miliar) dan ITMG (47 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah BUMI (-59 miliar), SCMA (-35 miliar), BBRi (-31 miliar) dan BBNI (-30 miliar).

Bursa Asia mendekati level tertinggi sepanjang masa

Sejumlah indeks utama di regional Asia bergerak menghijau didorong oleh sentimen positif dari rally saham – saham di Wall Street dan bursa Eropa serta ekspektasi peningkatan raihan laba perusahaan di tahun 2017. Indeks MSCI Asia Pasifik saat ini berada di level 588,55 yang mana mendekati titik tertinggi yang pernah disentuh pada November 2007 di level 591.50.

Indeks ASX 200 Australia ditutup naik 0,13% karena meningkatnya saham – saham di sektor energi, disusul oleh Kospi Korea yang menanjak 0,63% karena penguatan di sektor perbankan. Kemudian dari negeri tirai bambu indeks Shanghai Composite dan Hang Seng, Hong Kong masing – masing naik sebesar 0,52% dan 0,12%.

Adapun pasar saham di Tokyo, Jepang hari ini ditutup hari ini karena libur akhir musim dingin dan baru akan dibuka lagi Selasa Besok.

 

Image source: assets.kpmg.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan masih akan bergerak menguat terbatas dipengaruhi oleh sentimen dari bursa Amerika, Eropa dan Asia pagi ini yang bergerak menghijau. Harga komoditas batubara dan CPO yang menguat juga akan menopang laju indeks. Secara teknikal pada penutupan Jumat lalu terbentuk pola bullish marubozu yang mengindikasikan penguatan lanjutan karena masih kuatnya tekanan beli yang didukung oleh indikator Stocahstic yang masih berada di zona netral dan terindikasi akan membentuk pola golden cross. Namun demikian, RSI menunjukkan sudah berada di zona jenuh beli sehingga penguatan yang terjadi akan terbatas dan rawan terjadi aksi profit taking.

Bursa Amerika masih terus perbarui rekor

Sejumlah indeks acuan Wall Street  bergerak menghijau melanjutkan kenaikanya pada  sesi sebelumnya. Indeks Dow Jones naik 0,88% disusul oleh nasdaq 0,83% dan S&P 500 yang naik 0,70%. Optimisme investor masih cukup tinggi bahkan ketika laporan Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa pada Desember jumlah penambahan lapangan kerja hanya 148.000 yang mana jauh dari perkiraan ekonom di angka 190.000 pekerjaan.

Bursa Eropa masih kuat

Sejalan dengan Wall Street, bursa Eropa juga turut melanjutkan rally kenaikanya dimana indeks Stoxx Europe 50 ditutup naik 35,73 point atau 1,00% menyusul lonjakan saham – saham di Jerman setelah produsen mobil Volkswagen dikabarkan menjalin kerjasama dengan group Aurora di Amerika untuk pengembangan self-driving car.

Minyak Terkoreksi

Harga minyak dunia akhirnya terkoreksi setelah rally kenaikan yang cukup panjang. Pada penutupan Jumat lalu, harga minyak WTI turun 0,76% ke level USD 61,44 per barel karena dipicu potensi produksi berlebih di Amerika Serikat setelah  pasokan minyak sulingan naik sekitar 8,9 juta barel yang mana terbesar sejak Desember 2016.

Batubara masih kuat

Meski minyak terkoreksi, harga Batubara bergerak naik di kedua bursa utama dunia dimana di bursa Newcastle harganya naik 1,67% untuk kontrak Februari sedangkan di Rotterdam, harganya naik 0,26% untuk kontrak pengiriman di bulan yang sama.

CPO bangkit

Harga CPO mengalami teknikal rebound dengan keniakan sebesar 0,27% ke level 2590 ringgit per ton, bahkan ketika harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusinya mengalami pelemahan sebesar 0,32%. Harga CPO tertekan dua faktor yaitu trend penguatan mata uang ringgit yang masih bullish dan kenaikan produksi minyak kedelai di Amerika.


Image source: nadex.com

0

Market Updates

Sempat melemah hingga level 6278, IHSG rebound dengan cemerlang dan terus naik hingga sesi penutupan di level 6353,74 yang sekaligus menjadi level tertingginya hari ini. Sembilan dari sepuluh sektor yang menyokong bursa bergerak di zona hijau dengan penggerak utama pada sektor mining yang melompat hingga 3,01% disusul consumer goods sebesar 1,71% dan Infrastructure 1,36%. Adapun satu – satunya sektor yang melemah hanyalah agriculture sebesar 0,60% karena terdampak penurunan harga CPO yang memang sedang dalam trend turun.

Asing masih catatkan inflow

Inflow dana asing masih belum terhenti seiring menanjaknya IHSG, dimana hingga penutupan market hari ini tercatat net buy sebesar 359,85 miliar di keseluruhan pasar. BMRI dan BBCA menjadi top net buy asing dengan pembelian bersih sebesar 179 miliar dan 132 miliar disusul oleh ADRO (70 miliar), UNTR (65 miliar) dan BBRi (50 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah BUMI (-75 miliar), BBNI (-56 miliar), BTPN (-36 miliar) dan UNVR (-28 miliar).

Bursa Asia kembali menghijau

Sejumlah indeks utama bursa Asia masih terus menghijau didukung oleh data – data ekonomi global seperti data sektor manufaktur dan jasa yang kuat dari Amerika dan data PMI jasa wilayah Eropa yang berada di level terbaiknya dalam tujuh tahun terakhir. Selain itu pasar Asia juga optimis akan adanya pertumbuhan yang signifikan pada rilis data nonfarm payroll Amerika yang akan dirilis nanti malam.

Indeks Nikkei Jepang melanjutkan kenaikanya kemarin yang fenomenal dengan penguatan sebesar 0,91% karena nilai mata uang yen yang terdepresiasi memberi potensi keuntungan bagi emiten di negara eksportir tersebut. Kemudian dua indeks utama negeri tirai bambu yaitu Shanghai Composite dan Hang Seng, Hing Kong juga turut naik dengan penguatan masing – masing naik 0,18% dan 0,08%.

Indeks Kospi Korea menjadi yang paling cemerlang dengan penguatan sebesar 1,26% menyusul rebound pada saham Samsung Electronics yang melesat 2,04%. Selain itu, sektor perbankan, farmasi dan otomotif juga menopang laju indeks Kospi dengan penguatan di kisaran 0,6%.


Image source: flipflopsorwellies.co.uk

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan masih akan mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Kemarin IHSG ditutup menguat 0,65% namun hal itu terjadi pada saat sesi penutupan sehingga berpotensi untuk terjadi aksi profit taking di pagi ini. Namun sentimen positif dari cadangan devisa Indonesia yang kembali meningkat dan bursa Amerika dan Eropa yang melanjutkan penguatan akan menopang laju IHSG. Secara teknikal, pergerakan ke atas IHSG sudah cukup terbatas karena indeks masih belum keluar dari zona overbought (jenuh beli).

Cadangan Devisa naik

Cadangan Devisa (Cadev) Indonesia per Desember 2017 kembali meningkat dari posisi November yang tercatat US$ 125,9 miliar dan cukup untuk membiayai 8,1 bulan impor. Posisi cadev sampai Desember 2017 tercatat mencapai US$ 130 miliar. Menguatnya cadangan devisa ini akan berpengaruh positif terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar.

Bursa Amerika pecah rekor lagi

Dow Jones berhasil menembus level 25.000 setelah naik 0,61% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing menguat 0,40% dan 0,18%. Penguatan indeks didukung oleh data penjualan mobil Amerika Serikat (AS) yang lebih baik dari perkiraan serta kenaikan harga minyak mendorong saham otomotif dan energi menguat.

Bursa Eropa lanjutkan rally

Bursa Eropa melanjutkan penguatanya di hari kedua dimana Indeks Stoxx Europe 50 berakhir menanjak 1,68% menyusul data PMI jasa Eropa menunjukkan pertumbuhan terbaiknya dalam tujuh tahun, sedangkan pertumbuhan jasa di Italia dan Spanyol melampaui prediksi.

Minyak masih di level tertinggi

Harga minyak WTI ditutup turun tipis 0,06% namun masih berada di level tertinggi USD 61,91 per barel. Harga minyak masih dipengaruhi oleh laporan EIA yang menunjukkan jumlah persediaan minyak mentah AS turun menjadi 424,5 juta barel pekan lalu, sementara pasokan minyak sulingan naik sekitar 8,9 juta barel, terbesar sejak Desember 2016.

Batubara mixed

Harga batubara bergerak berlawanan di kedua bursa utama dunia dimana di bursa Newcastle harganya masih menguat 0,19% untuk kontrak Februari namun di bursa Rotterdam harganya turun 0,68%.

CPO kembali turun

Harga CPO kembali turun di bawah level 2600 ringgit seiring melemahnya harga minyak kedelai sebagai komoditas substitusinya. Harga CPO di bursa Malaysia kemarin ditutup turun 0,92% ke level 2583 ringgit per ton.


Image source: http://strategidanbisnis.com

0

PREVIOUS POSTSPage 2 of 3NEXT POSTS