The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Meski sempat naik ke level 6641, pergerakanIHSG hari ini mayoritas berada di zona merah  dan ditutup melemah 0,30% ke level 6615,49 tertekan oleh pelemahan enam sektor dengan penekan terbesar pada sektor consumer goods yang turun hingga 1,71% karena profit taking di saham HMSP. Selain itu, sektor infrastructure juga terperosok hingga 1,32% karena trend penurunan saham TLKM yang masih belum terhenti. Di sisi lain, empat sektor yang menahan kejatuhan IHSG dipimpin oleh sektor aneka industri yang naik 2,00% karena penguatan saham ASII dan sektor konstruksi yang menguat hingga 2,49%.

Asing kembali net sell

Setelah kemarin mencatatkan net buy yang cukup besar, hari ini asing berbalik keluar dari bursa dengan outflow sebesar 346,62 miliar di keseluruhan pasar. Saham TLKM dan BBRI kembali menjadi top net sell asing dengan penjualan bersih sebesar 346 miliar dan 227 miliar, kemudian disusul oleh UNTR (-55 miliar) dan ICBP (47 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah BBCA (178 miliar), BMRI (67 miliar), ASII (57 miliar) dan PTPP (50 miliar).

Bursa Asia bergerak mixed

Pergerakan sejumlah indeks utama Asia hingga penutupan sore ini cukup beragam dengan kecenderungan menguat dipengaruhi berbagai sentimen seperti mulai redanya kenaikan di bursa Amerika dan pelemahan komoditas batubara yang mengimbangi optimisme investor akan musim laporan keuangan emiten.

Indeks Kospi Korea berhasil ditutup menguat tipis 0,06% sejalan dengan penguatan mata uang won terhadap dollar. Saham – Saham elektronik melonjak tajam karena rilis laporan keuangan yang menunjukkan adanya peningkatan penjualan. Dari daratan China, Indeks Shanghai Composite dan Hang Seng kembali ke jalur bullish dengan penguatan masing – masing sebesae 0,37% dan 0,08%. Kemudian dari Australia, indeks ASX 200 juga berhasil mempertahankan penguatan karena didukung lonjakan harga minyak.

Namun demikian, indeks Nikkei Jepang justru ditutup anjlok sebesar 0,81% karena menguatnya mata uang yen mempengaruhi potensi keuntungan emiten – emiten eksportir terutama elektronik. Saham Sony anjlok hingga -5,06% disusul oleh Yaskawa Electric (-4,46%) dan Fanuc corp (-3,67%)


Image source: www.kiplinger.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan masih akan menguat terbatas didukung oleh penguatan bursa Eropa dan harga komoditas terutama minyak dan CPO. Secara teknikal terbentuk pola bullish marubozu pada penutupan candle kemarin yang mengindikasikan kuatnya tekanan beli sehingga potensi penguatan diperkirakan masih akan berlanjut. Namun demikian, mulai redanya trend kenaikan harga batubara bisa memberi tekanan bagi sektor mining. Selain itu kondisi indeks yang sudah masuk ke zona jenuh beli berpotensi membuat investor melakukan aksi profit taking.

Nasdaq dan S&P 500 perbarui rekor

Bursa Amerika bergerak mixed dengan Nasdaq dan S&P 500 menembus rekor baru dengan penguatan 0,71% dan 0,22%, namun indeks Dow Jones tertekan dengan pelemahan tipis 0,01% karena saham Johnson & Johnson turun 4,26%, terseret oleh pengeluaran perusahan senilai US$13,6 miliar yang terkait dengan undang-undang pajak AS yang baru dan keputusan pengadilan tentang hak paten penting obat rheumatoid arthritis.

Bursa Eropa lanjutkan penguatan

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,17% atau 0,70 poin ke level 402,81 didukung oleh penguatan saham – saham menjelang rilis laporan keuangan. Carrefour menyentuh level tertinggi dalam lima bulan terakhir dengan kenaikan 3,2% menyususl rencana untuk membuka bisnis perusahaan di China kepada investor baru. Saham produsen teknologi komputer, Logitech, juga turut menyokong indeks dengan kenaikan sebesar 8% setelah melaporkan penjualan yang lebih baik dari perkiraan dan meningkatkan proyeksinya untuk tahun ini.

Cadangan minyak diperkirakan turun, minyak melesat

Harga minyak WTI memperpanjang penguatanya dengan kenaikan sebesar 1,98% ke level USD 64,75 per barel setelah survei Bloomberg terhadap para analis menyatakan bahwa persediaan minyak mentah AS diperkirakan turun 2 juta barel pekan lalu. Hal ini didukung oleh laporan API yang menunjukkan bahwa persediaan di Cushing, Oklahoma, turun 3,57 juta barel pekan lalu.

Batubara tergelincir

Setelah terus bergerak menguat selama sepekan terakhir, akhirnya batubara mulai menunjukkan sedikit tekanan jual. DI bursa Newastle untuk kontrak Februari, harga baubara turun tipis 0,09% ke level USD 106,40 per metrik ton sedangkan di bursa Rotterdam, harganya melorot hingga 0,64% ke level USD 92,75 per metrik ton.

CPO bertahan

Meski sempat dibuka dengan pelemahan akibat menguatnya mata uang ringgit, harga CPO berhasil ditutup di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,69% ke level 2439 ringgit per ton. Katalis harga CPO berasal dari komentar analis pada konferensi minyak nabati yang tengah berlangsung di Karachi, Pakistan yang menyebutkan bahwa produksi sawit di kuartal pertama akan mengalami penurunan karena faktor musiman.


Image source: mmc.tirto.id

0

Market Updates

Trend bullish IHSG masih terus berlanjut dan untuk keempat kalinya berturut – turut memecahkan rekor penutupan tertinggi. Ditenagai oleh sentimen positif dari bursa Amerika, regional Asia serta kenaikan harga komoditas, IHSG mantap bertengger di level 6635,33 atau naik sebanyak 2,07%. Sepuluh sektor yang menyokong bursa kompak bergerak menghijau. Sektor consumer good dan aneka industri melonjak tajam karena harga saham HMSP dan ASII yang naik 6,80% dan 3,3%. Kemudian, BBRI memimpin kenaikan di sektor finance dengan penguatan hingga 7,40%. Sektor manufacture juga tidak kalah cemerlang dengan kenaikan sebesar 2,87%.

Asing net buy hampir 1 triliun

Penguatan IHSG didukung oleh inflow asing ke dalam bursa yang mencapai 969,05 miliar di pasar reguler. Namun karena banyaknya transaksi penjualan nego, maka net buy asing di keseluruhan pasar terkikis menjadi sebesar 573,64 miliar. Di pasar reguler, trio banking menjadi top net buy asing  dimana BMRI mencatat pembelian bersih sebesar 244 miliar disusul oleh BBCA (185 miliar), BBRI (165 miliar) dan ASII (145 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah TLKM (-115 miliar), GGRM (-29 miliar), JSMR (-29 miliar) dan BUMI (-14 miliar).

Bursa Asia kompak menghijau

Bursa regional Asia kompak menguat mengekor pergerakan Wall Street yang menghijau setelah para senator bersedia untuk tetap menjalankan pemerintahan hingga 8 Februari mendatang. Indeks MSCI Asia Pacific melonjak hingga 0,9% menuju rekor tertingginya sepanjang masa.

Indeks Nikkei Jepang melonjak hingga 1,29% setelah Bank of Japan (BoJ) mempertahankan tingkat suku bunga sesuai dengan ekspektasi pasar. Indeks aktivitas industri Jepang juga meningkat menjadi 1%, lebih tinggi dari perkiraan analis di kisaran 0,8%. Sementara itu dari Korea, indeks Kospi  melompat hingga 1,38% karena kenaikan saham – saham elektronik dan perbankan. Kemudian dari daratan China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng serempak menghijau dengan kenaikan masing – masing sebesar 1,29% dan 1,59%.

Indeks ASX 200 Australia turut melaju sebesar 0,79% terdampak oleh penguatan harga komoditas minyak dan rebound harga batubara. Kemudian, STI Singapura juga meraih level tertingginya dalam 10 tahun terakhir dengan kenaikan sebesar 0,61% di level 3591,04.


Image source: c2.staticflickr.com

0

Morning Review

Bursa Amerika kembali meraih rekor penutupan tertingginya. Indeks Dow Jones naik 0,55% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq melonjak hingga 0,98% dan 0,81%. Penguatan indeks ditenagai oleh sentimen dari dicapainya kesepakatan jangka pendek oleh para senator untuk tetap menjalankan pemerintahan hingga 8 Februari mendatang. Di sisi lain, investor juga optimis akan kinerja laporan keuangan emiten yang akan merilis laporan keuanganya. Minggu lalu baru 27 perusahaan yang melaporkan kinerja kuartal keempat dengan 68% di antaranya mencapai laba lebih dari ekspektasi dan sebesar 85% dari emiten yang melaporkan kinerja, mencatat penjualan lebih dari prediksi.

Bursa Eropa lanjutkan penguatan

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,31% atau 1,23 poin ke level 402,11 didorong oleh penguatan saham – saham energi dan perbankan. Selain itu, berita merger dan akuisisi pada sektor telekomunikasi, farmasi, dan barang mewah mendorong sebagian besar pergerakan burasa saham.

Pergerakan IHSG tertahan

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan kecenderungan sideways ditenagai oleh sentimen positif dari menguatnya bursa Amerika dan Eropa serta komoditas yang hampir seluruhnya menguat. Minyak mentah, batubara dan CPO berhasil serempak menguat tertolong oleh apresiasi dollar pasca kesepakatan akhiri shutdown. Secara teknikal, laju IHSG tertahan oleh garis upper bollinger band di level 6530 sedangkan RSI dan Stochastic menunjukkan indeks masih berada di zona jenuh beli.

Minyak rebound

Harga minyak WTI berhasil rebound dengan penguatan sebesar 0,19% ke level USD 63,49 per barel setelah  Arab Saudi dan Rusia mengisyaratkan pemangkasan produksi dapat diperpanjang hingga 2019.

Batubara masih kuat

Trend bullish batubara masih belum terhenti setelah upaya China yang menurunkan produksi dipercaya akan menurunkan suplai batubara dunia. Di bursa Newcastle, harga batubara kontral Februari naik 0,47% sedangkan di Rotterdam, harganya melonjak hingga 0,86%.

Harga CPO tertolong ringgit

CPO berhasil rebound dari trend bearishnya selama sepekan terakhir setelah ringgit Malaysia bergerak melemah terhadap US Dollar ketika senat AS dipercaya akan mengambil keputusan mengakhiri shutdown. Harga CPO naik hingga 1,43% ke level 2476 ringgit per ton.

 

Image source: fortunedotcom.files.wordpress.com

0

Market Updates

Meski sempat mixed, IHSG berhasil memperbarui rekor penutupan tertingginya. Diperdagangkan dengan rentang 6484 – 6529, IHSG berhasil ditutup naik sebesar 0,15% dan bertengger di level 6500,53. Lima dari sepuluh indeks sektoral bergerak di zona hijau dengan sektor mining memimpin dengan lonjakan hingga 2,54% setelah harga batubara rebound dari kejatuhanya selama tiga hari beruntun. Selain mining, sektor agri juga naik 2,54% karena menguatnya harga CPO setelah ringgit Malaysia tertekan oleh penguatan dollar.

Asing mulai rajin catatkan outflow

Asing memperpanjang outflownya dari bursa dengan net sell sebesar 288,94 miliar di keseluruhan pasar. ASII menjadi top net sell asing dengan penjualan bersih sebesar -159 miliar, disusul oleh TLKM (-151 miliar), BBNI (-107 miliar), BBRI (-55 miliar) dan ICBP (-45 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah BBCA (131 miliar), BMRI (99 miliar), ADRo (68 miliar) dan UNTR (32 miliar).

Bursa Asia rebound

Sejumlah indeks utama di bursa Asia berhasil ditutup rebound dari kejatuhanya tadi pagi setelah investor optimis bahwa government shutdown yang saat ini terjadi di Amerika tidak akan berlangsung lama. Senat AS akan melakukan pemungutan suara pada hari ini untuk memutuskan apakah akan melakukan tindakan untuk mendanai pemerintah federal hingga 8 Februari nanti.

Merespon hal tersebut mata uang dollar yang diukur dari dollar indeks terpantau mengalami penguatan tipis sebesar 0,03% setelah sebelumnya terus bergerak melemah. Sebagai hasilnya, indeks Nikkei 225 Jepang berbalik ditutup menguat 0,03% setelah yen perlahan melemah dan membuat saham – saham berbasis elektronik bangkit dari keterpurukan. Selain Nikkei, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng, Hong Kong juga turut menguat masing – masing sebesar 0,39% dan 0,25%.

Namun demikian, dari Korea, indeks Kospi melanjutkan pelemahanya tadi pagi dan ditutup anjlok sebesar 0,72%. Pergerakan Kospi relatif sejalan dengan mata uang won yang bergerak melemah 0,39% atau 4,2 poin ke posisi 1.070,1 per dolar AS.


Image source: inhabitat.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan penguatan di awal perdagangan dipengaruhi oleh pergerakan indeks Wall Street yang menghijau dan harga komoditas batubara yang masih membukukan kenaikan. Namun demikian, secara teknikal terbentuk pola hanging man candle pada penutupan Jumat lalu yang merupakan indikasi awal bahwa tekanan beli di market mulai berkurang dan bisa saja terjadi pembalikan arah. Indikator RSI sudah berada di zona netral akan tetapi Stochastic terindikasi dead cross di area overbought.

Bursa Amerika abaikan Shutdown

Sejumlah indeks utama Wall Street mampu bergerak naik bahkan ketika beredar kabar bahwa operasional pemerintahan Amerika terhenti (government shutdown). Indeks Dow Jones naik 0,21% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing melaju 0,55% dan 0,44%. Penguatan indeks didorong optimismpe investor akan laporan keuangan perusahaan besar seperti Microsoft Corp, Apple Inc, Alphabet Inc dan Amazon yang akan dirilis pada pekan ini.

Bursa Eropa menghijau

Bursa Eropa terus mempertahankan laju bullishnya dengan indeks Stoxx Euro 50 berhasil naik hingga 0,77% didudukung oleh naiknya saham – saham sumberdaya dan Energi yang mampu mengimbangi pelemahan di sektor perbankan.

Khawatir kenaikan produksi, harga minyak melemah

Harga minyak WTI kembali terkoreksi 0,67% ke level USD 63,37 per barel menyusul kekhawatiran investor akan produksi minyak Amerika yang sebentar lagi akan melampaui 10 juta barel per hari dan melampaui produksi minyak Arab Saudi dan Rusia yang saat ini menjadi produsen terbesar pertama dan kedua.

Batubara perkasa

Harga batubara masih sanggup catatkan penguatan meski harga minyak terpantau mengalami koreksi. Di bursa Newcastle untuk kontrak Februari, harga batubara menguat tipis 0,09% ke level USD 106,00 per metrik ton sedangkan di Rotterdam harganya mampu menguat hingga 0,27%.

Kenaikan harga batubara terkait dengan rencana pengurangan produksi di Provinsi Shanxi, China pada 2018 sebesar 23 juta ton. Shanxi merupakan produsen terbesar batubara China dan berkontribusi sekitar seperempat dari total produksi batu bara China.

CPO masih terkoreksi

Trend pelemahan harga CPO masih berlanjut dimana pada perdagangan Jumat lalu, harga CPO kembali melorot hingga 1,33% ke level 2441 ringgit per ton. Tekanan dari penurunan ekspor Malaysia dan meningkatnya cadangan CPO membuat harga minyak sawit ini terus mengalami tekanan.


Image source: varchev.com

0

Market Updates

Pergerakan indeks hari ini mayoritas berada di zona merah dan sempat turun hingga ke level 6443. Namun rebound pada sektor consumer goods dan infrastructure mampu membuat IHSG ditutup di zona hijau pada level 6490,90 yang mana menjadi rekor penutupan baru sekaligus titik tertingginya hari ini. Dari sepuluh sektor yang menopang bursa, hanya tiga yang bergerak melemah yaitu Agriculture (-0,79%), Construction (-0,34%) dan finance (-0,24%).

Asing net sell besar

Net sell asing kembali berlanjut dan hari ini dengan nominal yang cukup besar mencapai 889,06 miliar di keseluruhan pasar yang didominasi penjualan bersih di saham TOWR (-490 miliar), ICBP (-124 miliar), TLKM (104 miliar) dan PGAS (103 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan net buy di antaranya adalah BMRI (56 miliar), BBCA (54 miliar), ADRO (34 miliar) dan WSKT (18 miliar).

Bursa Asia menghijau

Indeks MSCI Asia pacific hari ini bergerak menguat hingga 0,61% menembus level tertinggi baru dan sekarang bertengger di level 755,69. Penguatan bursa Asia didorong oleh prospek pertumbuhan laba perusahaan seiring dengan kondisi ekonomi yang membaik. Hal ini tergambar dari rilis data GDP China yang menunjukkan pertumbuhan untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun terakhir.

Indeks Shanghai Composite melaju 0,38% disusul oleh Hang Seng Hong Kong yang naik 0,41%. Indeks Nikkei 225 Jepang pun mengakhiri pelemahanya selama dua hari terakhir dengan penguatan 0,19%. Sementara itu dari Korea Selatan, indeks Kospi melanjutkan rally dengan kenaikan sebesar 0,18% seiring dengan nilai mata uang won yang rebound dari pelemahanya selama dua hari beruntun.


Image source: http://cdn2.bigcommerce.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan rentang 6415 – 6488 dengan beberapa sentimen penggerak dari menguatnya bursa Eropa karena rilis laporan keuangan yang solid dan menghijaunya bursa regionalAsia pagi ini setelah data PDB China menunjukkan pertumbuhan di atas perkiraan. Namun demikian, investor perlu mewaspadai adanya aksi profit taking setelah kenaikan indeks seama tiga hari beruntun dan investor asing yang mulai melakukan outflow dari bursa karena indeks yang sudah memasuki area jenuh beli (overbought) seperti yang ditunjukkan indikator RSI dan Stochastic.

Khawatir Shutdown, bursa Wall Street melemah

Sejumlah indeks utama Wall Street bergerak memerah setelah investor mencemaskan penutupan pemerintahan (government shutdown) jelang tenggat waktu persetujuan rencana anggaran oleh Kongres. Indeks Dow Jones turun 0,37% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing melemah sebesar 0,16% dan 0,03%.

Bursa Eropa masih sanggup menghijau

Meski sentimen dari Wall Street tidak begitu bagus, indeks Stoxx Europe 600 masih bergerak naik 0,2% didorong rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan. Sektor teknologi memimpin penguatan pasar setelah saham produsen chip Jerman Infineon melompat 5,6% dan Saham STMicro dari Italia yang naik hingga 3,8%.

Minyak terkoreksi

Harga minyak WTI mengalami koreksi sebesar 0,27% ke level USD 63,80 per barel menyusul jumlah produksi naik sebesar 258.000 barel per hari menjadi 9,75 juta bph. Namun demikian, jumlah persediaan minyak mentah di AS turun 6,86 juta barel pekan lalu ke level terendah sejak Februari 2015.

Batubara dalam tekanan

Harga batubara kembali turun selama 3 hari beruntun dimana di bursa Newcastle untuk kontrak Februari, harganya turun tipis 0,24% ke level USD 106 per metrik ton namun di Rotterdam harganya melorot hingga 1,07% ke level USD 92,30 per metrik ton.

CPO sentuh level terendah sejak 2017

Harga CPO kembali tertekan 0,44% menuju ke level 2474 ringgit per ton yang mana merupakan level terendah sejak Desember 2017. Penurunan permintaan terus membayangi industri CPO yang membuat cadangan CPO di Malaysia naik 7% menjadi 2,7 juta ton bulan lalu.


Image source: blogs-images.forbes.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini konsisten di zona hijau dengan rentang pergerakan antara 6452 – 6483 dan ditutup di level 6472,67 atau naik sebesar 0,44%. Kenaikan IHSG sejalan dengan bursa Asia yang menghijau setelah data GDP China menunjukkan pertumbuhan yang solid. Enam dari sepuluh sektor bergerak di zona hijau dengan  aneka industri dan consumer menjadi bintang dengan kenaikan sebesar 1,42% dan 1,08%. Adapun penekan utama indeks berasal dari sektor infrastructure yang turun sebesar 0,77% karena aksi profit taking investor asing di saham PGAS setelah kemarin menyentuh titik auto reject atas. Hingga penutupan pasar saham PGAS telah melorot hingga 6,78% di level 2200.

Asing kembali catatkan net sell

Penjualan besar – besaran asing di saham PGAS membuat total outflow hingga sore ini mencapai -294,97 miliar di keseluruhan pasar. Saham PGAS menjadi top net sell dengan penjualan bersih sebesar -249 miliar, disusul oleh BBNI (-108 miliar), ASII (94 miliar) dan BBRI (88 miliar). Adapun beberapa saham yang menjadi top net buy adalah BBCA (135 miliar), ICBP (88 miliar), ADRO (72 miliar) dan RALS (47 miliar).

Bursa Asia bergairah

Mayoritas bursa Asia hari ini bergerak positif didorong oleh data ekonomi China yang tumbuh di atas perkiraan ekonom. Gross domestic product China naik 6,8 persen di kuartak keempat 2017 lebih tinggi dari perkiraan ekonom yang 6,7 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2017 mencapai 6,9 persen naik dari 6,7 persen di 2016. Pertumbuhan ekonomi ini merupakan yang tercepat sejak tahun 2010 karena didukung kebijakan – kebijakan Presiden Xi Jinping terkait usaha mengetaskan kemiskinan dan menekan polusi.

Sebagai hasilnya indeks Shanghai Composite China naik 0,87% disusul oleh Hang Seng, Hong Kong sebesar 0,45%. Adapun Kospi Korea terpantau naik tipis 0,02%. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia Pacific bergerak naik 0,2% setelah kemarin sempat terkoreksi hingga 0,3%.

Namun demikian, dari Australia, tekanan harga batubara membuat indeks ASX 200 melemah tipis 0,02%. Selain Australia, indeks Nikkei 225 Jepang juga tergelincir 0,44% karena nilai mata uang yen yang mengalami apresiasi 0,08% terhadap dollar.


Image source: s-i.huffpost.com

0

Market Updates

IHSG hari ini cukup mixed, sempat melemah hingga ke level 6420, indeks perlahan – lahan mampu bangkit ditopang oleh kenaikan tujuh sektor dan ditutup di level 6444,52 atau naik sebanyak 0,23% yang merupakan rekor tertinggi baru IHSG. Pergerakan saham semen yang berkilau membuat sektor basic industry melonjak hingga 2,20%. SMGR menjadi yang paling mencolok dengan kenaikan sebesar 7,29% sementara INTP dan SMCB naik di atas 2%.

Selain basic industry, sektor infrastructur juga naik hingga 1,03% karena saham PGAS menyentuh titik auto reject atas (ARA) pasca keputusan pemerintah yang mendukung PGAS untuk mengakusisi Pertagas.  Adapun tiga sektor yang melemah adalah aneka industri (-0,16%), consumer goods (-0,29%) dan finance (-0,38%).

Asing net buy besar di BBCA

Secara keseluruhan inflow asing yang masuk ke bursa hari ini mencapai total 112,47 miliar di keseluruhan pasar dengan pembelian terbesar pada saham BBCA senilai 448 miliar disusul oleh PGAS (154 miliar), BBRI (73 miliar) dan SMGR (50 miliar). Sementara saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah ASII (-220 miliar), KPIG (-149 miliar), BBNI (-127 miliar) dan UNVR (-111 miliar).

Bursa Asia mayoritas merah

Bursa regional Asia hari ini bergerak datar cenderung turun setelah investor mulai waspada dan bersikap hati – hati terhadap start kenaikan indeks yang impresif sejak awal tahun ini. Indeks MSCI Asia pacific sore ini terpantau melemah sebanyak 0,3% setelah kemarin mencatatkan rekor tertingginya. Kejatuhan bursa Asia juga turut diperparah oleh turunya harga komoditas minyak yang membebani laju sektor energi.

Indeks Nikkei 225 Jepang berakhir turun 0,43% meski yen terdepresiasi cukup dalam> penurunan Nikkei disusul oleh Kospi, Korea Selatan yang tergelincir 0,25%. Dari Australia, anjloknya saham – saham energi terkait harga minyak membuat indeks ASX 200 turun hingga 0,54%. STI Singapura juga terpantau turun 0,23% sore ini.

Meski demikian, tidak semua indeks bergerak melemah. Dari daratan China, indeks Shanghai Composite dan Hang seng, Hong Kong berakhir menghijau dengan kenaikan sebesar 0,24% dan 0,05% didukung oleh kenaikan saham – saham perbankan.

 

Image source: cdn.inquisitr.com

0

PREVIOUS POSTSPage 2 of 5NEXT POSTS