The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini cukup mixed dengan rentang antara 6564 – 6609 dan ditutup turun tipis 0,03% ke level 6597,22. Sektor Agri dan property menjadi pendorong laju indeks dengan kenaikan sebesar 1,91% dan 1,36%. Kenaikan sektor agri disebabkan oleh harga CPO yang naik menuju level tertingginya selama empat minggu terakhir setelah data ekspor CPO Malaysia diprediksi meningkat 4 – 5 % pada periode 1-25 Februari. Di sisi lain, sektor aneka industri menjadi penekan utama IHSG dengan saham ASII mencatatkan penurunan sebesar 1,52% seiring masifnya penjualan asing di saham ini.

Asing net sell besar

Outflow asing dari bursa hingga penutupan pasar tercatat mencapai 846,77 miliar di keseluruhan pasar yang didominasi oleh net sell di saham BBCA (-284 miliar), ASII (-224 miliar), UNTR (-183 miliar), BBRI (-85 miliar) dan PGAS (-60 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan net buy di antaranya adalah JGLE (56 miliar), ADRO (53 miliar), INDY (37 miliar), dan PTBA (24 miliar). Secara keseluruhan di bulan Februari ini asing mencatatkan penjualan bersih sebesar 10,3 triliun atau rata-rata 544 miliar per harinya.

Bursa Asia merah membara

Sejumlah indeks utama di bursa Asia bergerak negatif mengekor anjloknya bursa Wall Street tadi malam. Berbagai data ekonomi yang dirilis hari inipun kebanyakan jauh di bawah ekspektasi pasar sehingga menyeret indeks semakin ke bawah. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia Pacific turun lebih dari 1% yang merupakan penurunan terburuk dalam tiga minggu terakhir.

Dari Jepang, indeks Nikkei 225 melorot hingga -1,44% setelah rilis data produksi industri mengalami penurunan sebesar 6,6% month on month (mom) jauh di bawah prediksi pasar di kisaran 4,1% sedangkan data penjualan retail hanya bertumbuh 1,6% di bawah konsensus di angka 2,6%. Sementara itu dari Korea, indeks Kospi turut ambles 1,17% seiring dengan terhentinya rally penguatan mata uang won dan justru berbalik melemah tajam 1,10% ke posisi 1.083 per dolar AS.

Dari China, trend bearish masih belum berakhir. Setelah kemarin terpukul akibat aksi protes rencana perpanjangan masa jabatan presiden, kini bursa China kembali turun akibat rilis data manufacturing PMI yang tidak sesuai ekspektasi dimana hanya bergerak di posisi 50,3 vs konsensus di 51,1. Perlambatan ini ditengarai dipicu oleh adanya perayaan tahun Baru Cina yang menyebabkan libur panjang. Hasilnya indeks Shanghai Composite melemah 0,99% sedangkan Hang Seng, Hong Kong turut merosot 1,39%.


Image source: ryokusumonote.files.wordpress.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini akan dibayangi oleh penurunan bursa Amerika dan Eropa setelah pernyataan Jerome Powell menimbulkan kecemasan pasar. Bursa regional Asia pagi ini pun bergerak memerah dimana indeks Nikkei turun 0,44%, Kospi melemah 0,38% sedangkan indeks Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing anjlok 1,31% dan 1,16%. Namun demikian, secara teknikal penutupan IHSG kemarin menunjukan pola bullish marubozu yang mengindikasikan kekuatan beli besar di pasar sehingga diharapkan akan mampu menahan kejatuhan IHSG. 

Bursa Amerika melemah

Pernyataan Jerome Powell yang memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga bisa lebih dari tiga kali di tahun ini memberi kecemasan bagi pasar. Hasilnya, indeks Cboe Volatility, barometer yang menjadi acuan atas perkiraan volatilitas jangka pendek naik 2,79 poin menjadi 18,59, yang mana kenaikan satu hari terbesar dalam hampir tiga pekan. Hal ini membuat Dow Jones harus tersungkur 1,16% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq lebih parah dengan pelemahan sebesar 1,27% dan 1,23%.

Bursa Eropa turun

Indeks Stoxx 600 berakhir turun 0,2% di posisi 382,26 tertekan oleh pelemahan di bursa Amerika dan anjloknya sektor properti setelah saham kelompok real estat asal Prancis, Gecina, melorot hingga 5,5% setelah salah satu investornya menjual saham di pasar dengan jumlah besar. Di saat bersamaan kawasan Euro melaporkan penurunan sentimen konsumen di bulan Februari dari bulan sebelumnya sehingga ekspektasi inflasi menjadi lebih rendah.

Harga minyak akhirnya melemah

Harga minyak WTI mengakhiri rally nya dan melemah -1,84% ke level USD 62,876 per barel terbebani oleh penguatan mata uang dollar dan laporan API yang menyatakan peningkatan stok minyak mentah AS sebesar 933.000 barel pekan lalu sedangkan pasokan bensin naik sebesar 1,91 juta barel.

Batubara dibayangi penurunan demand

Harga batubara masih melanjutkan penurunanya. Di bursa Newcastle untuk kontrak Maret, harga batubara melemah -0,95% sedangkan di bursa Newcastle turun hingga -1,80%. Pelemahan harga ini terjadi seiring jatuhnya impor batubara Jepang untuk Januari sebesar 11,9% menjadi 16,6 juta ton. Selain itu,  laporan dari China Coal Transport & Distribution Association yang menyatakan stok batubara di enam pembangkit listrik utama di China naik 13,3 juta ton juga turut menekan harga batubara.

CPO stagnan

Kemarin harga CPO bergerak mixed meskipun bisa berakhir naik tipis 0,08% ke level 2542 ringgit per ton. Sentimen penekan harga CPO berasal dari anjloknya harga minyak kedelai sebesar -1,40% setelah banyak analis yang memprediksi kegagalan panen kedelai di Argentina tidak separah seperti yang diperkirakan.


Image source: www.c-span.org

0

Market Updates

Pergerakan IHSG konsisten di zona hijau dan berhasil ditutup di level tertingginya hari ini pada posisi 6598,93 atau naik 0,68%. Tujuh dari delapan sektor bergerak bullish dengan pendorong terbesar pada sektor basic industry yang melaju 1,57% setelah saham INTP melompat tajam jelang penutupan pasar dan sektor consumer sebesar 1,30% karena penguatan di saham HMSP. Sektor finance yang kemarin mencatatkan penurunan besar pun berhasil rebound sebesar 0,59%. Adapun tiga sektor yang mencatatkan pelemahan adalah Agri (-1,23%), infrastruktur (-0,27%) dan mining (-0,07%).

Asing net buy besar di pasar nego

Secara keseluruhan, asing mencatatkan net buy 385,56 miliar. Namun transaksi tersebut sebagian besa terjadi di pasar nego karena adanya pembelian besar di saham JGLE senilai 818 miliar. Di pasar reguler, outflow asing masih belum terhenti dengan net sell sebesar 411,74 miliar dengan penjualan terbesar pada saham TLKM (-136 miliar), BBCA (-126 miliar), JSMR (-62 miliar), dan ASII (-61 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan net buy di antaranya adalah BMRI (117 miliar), ADRO (56 miliar), BBNI (46 miliar) dan INDY (40 miliar).

Bursa Asia mixed cenderung melemah

Sejumlah indeks utama Asia tidak mampu mempertahankan penguatanya tadi pagi meskipun mendapat sentimen positif dari penurunan yield obligasi 10 tahunan Amerika. Indeks VIX yang mengukur volatilitas pasar juga kembali terpantau turun -4,18% dan membuat indeks MSCI Asia Pacific naik ke level tertingginya dalam tiga minggu meskipun kemudian tertekan oleh aksi jual karena merosotnya bursa China dan Hong Kong.

Indeks Shanghai Composite dan Hang Seng serempak melemah -1,13% dan -0,68% setelah perhatian investor China tertuju pada rencana Partai Komunis Tiongkok yang mengusulkan pencabutan pasal pada konstitusi mengenai batas masa jabatan presiden. Hal ini ternyata menimbulkan kritik luas di media sosial hingga pemerintah melakukan pemblokiran  sejumlah kata, seperti ‘saya menolak’, ‘dinyatakan sebagai raja’, ‘sistem masa jabatan’, dan ‘Winnie the Pooh’ (karakter yang diasosiasikan dengan Xi Jinping).

Kemudian dari Korea, indeks Kospi terpantau melemah tipis 0,06% sedangkan  indeks STI Singapura turun 0,24%. Namun demikian, dari Jepang, indeks Nikkei 225 berakhir naik 1,07% setelah saham Tokyo Electron, Fanuc Corp Dan Fast Retailing melonjak di kisaran 1%. Indeks ASX 200 Australia juga mampu berakhir positif dengan kenaikan 0,24% didiorong oleh kenaikan pada sektor kesehatan dan finansial.


Image source: http://moneter.co.id

0

Morning Review

Sejumlah indeks di bursa Wall Street kembali catatkan penguatan ditopang oleh sentimen dari penurunan yield obligasi Amerika bertenor 10 tahun seiring berlalunya kecemasan investor akan kenaikan suku bunga dan kembali fokus pada pertumbuhan ekonomi. Yield obligasi AS pun turun menjadi 2,8642% jauh di bawah puncaknya pada pekan lalu yang hampir 3%. Sektor finansial, teknologi dan industri mencatatkan penguatan tertinggi sehingga mendorong indeks Dow Jones melonjak 1,58%. Adapun S&P 500 dan Nasdaq masing – masing naik 1,18% dan 1,15%.

Bursa Eropa hijau

Indeks Stoxx Europe 600 berakhir naik 0,6% di level 383,34 didukung oleh penguatan di sektor telekomunikasi dimana saham Nokia dan Ericsson masing-masing naik 2,3% dan 1,3%. Indeks DAX Jerman, FTSE Ingris dan CAC Perancis pun turut menopang dengan kenaikan di kisaran 0,5%. Di sisi lain, bursa saham Italia menjadi penekan setelah biaya utang Italia meningkat tajam menjelang pemilihan nasional yang diperkirakan akan menghasilkan parlemen menggantung (hung parliament).

IHSG berpeluang menutup gap

Pergerakan IHSG masih dibayangi trend bearish. Hal ini nampak dari pola teknikal candle shooting star yang dikonfirmasi oleh penurunan saham kemarin yang juga membentuk pola bearish marubozu, mengindikasikan kuatnya tekanan jual di market. Oleh karena itu, IHSG hari berpeluang untuk turun dan menutup gap yang berada di 6531 – 6544. Meskipun demikian, investor tidak perlu cemas mengingat sentimen positif dari penguatan bursa global dan regional Asia pagi ini mampu menahan kejatuhan IHSG lebih lanjut. Kemudian kenaikan harga minyak dan CPO juga akan menjadi katalis bagi emiten – emiten di sektor mining dan agri.

Minyak masih perkasa

Harga minyak mentah WTI kembali naik 0,79% ke level USD 64,05 per barel sejalan dengan penguatan bursa Wall Street yang memberi gambaran positif akan pertumbuhan ekonomi Amerika yang membaik dan mampu memberikan demand yang kuat pada sektor energi.

Batubara anjlok

Harga batubara merosot tajam setelah rilis data cadangan batu bara di 6 pembangkit listrik utama di pesisir China naik ke level 13,3 juta ton. Cadangan ini meningkat 55% dari cadangan pada 9 Februari yang mencapai 8,59 juta ton dan tertinggi sejak Oktober 2015. Sebagai hasilnya, harga batubara di bursa Newcastle anjlok hingga 3,79% sedangkan di bursa Rotterdam tersungkur hingga 3,51%.

CPO masih melaju

Harga CPO kembali mencatatkan kenaikan sebesar 0,63% ke level 2540 ringgit per ton menyusul menguatnya harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusi sebesar 0,92%. Minyak kedelai naik seiring dengan kekhawatiran akan berkurangnya suplai akibat gagal panen di Argentina yang saat ini merupakan eksportir terbesar di dunia.


Image source: www.nationalreview.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mengabaikan sentimen positif dari menguatnya bursa global dan regional Asia dan bahkan kuatnya tekanan jual menjelang akhir perdagangan membuat indeks harus ditutup di level terendahnya hari ini yaitu 6554,67 turun 0,98% dari posisi sebelumnya. Penekan utama IHSG berasal dari sektor finance yang melemah 1,66% setelah beberapa saham perbankan blue chip yang turun tajam akibat masifnya net sell asing. Sektor ini memang sedang mendapatkan berita negatif terkait pertumbuhan kredit di bulan Januari yang hanya di kisaran 7%, menurun dibanding Desember 2017 yang sebesar 8,2 persen. Selain finance, sektor mining, miscellaneous industry dan consumer goods juga melemah di atas 1%.

Asing net sell besar

Hingga penutupan pasar, outflow asing dari bursa mencapai 741,88 miliar di keseluruhan pasar yang didominasi oleh penjualan nego di saham SMMA (-262 miliar) dan BUMI (-99 miliar). Adapun di pasar reguler, net sell asing tercatat sebesar 423,25 miliar dengan penjualan terbesar pada saham BBCA (-214 miliar), BBRI (-175 miliar), PTBA (-35 miliar) dan INDF (-34 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan net buy di antaranya adalah ADRO (28 miliar), BRPT (24 miliar), BMRI (22 miliar) dan BBNI (20 miliar).

Bursa Asia menghijau

Pasar saham Asia dibuka menghijau setelah indikator volatilitas, VIX, turun lebih dari dua poin atau -11,9% menuju level 16,49%, jauh di bawah puncak 50% pada awal bulan ini. Besarnya indeks volatilitas selalu dikaitkan dengan besarnya resiko di pasar saham sehingga volatilitas yang menurun mengindikasikan kembalinya kepercayaan investor. Secara keseluruhan indeks MSCI di luar Jepang terpantau menguat 0,60% ke level 741,24

Indeks Shanghai Composite, China menjadi yang berkinerja paling baik dengan kenaikan sebesar 1,23% sedangkan Hang Seng melaju 0,69%. Penguatan indeks ditenagai oleh rilis data harga rumah baru di 70 kota besar China yang naik 5 persen di Januari 2018 yoy sehingga mengikis kekhawatiran akan berlebihnya suplai. Selain itu investor juga menanggapi positif rencana partai komunis China untuk mengubah aturan presidential term limits yang memungkinkan Xi jinping untuk memerintah hingga 2023.

Dari Jepang, indeks Nikkei 225 melonjak 1,19% ditenagai oleh penguatan di sektor perbankan dan telekomunikasi. Kemudian dari Korea, indeks Kospi ditutup menguat 0,25% setelah naiknya saham Samsung pasca rilis model handphone terbaru. Indeks STI Singapura juga melaju 0,70%  seiring data produksi manufaktur yang naik 17,9 persen di Januari 2018 jauh di atas espektasi analis yang hanya 7,5%.


Image source: teropongbisnis.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan menguat terdorong oleh penguatan bursa Amerika dan regional Asia pagi ini. Indeks Nikkei melonjak 1,14%, Kospi naik 0,22% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng melaju 0,84% dan 0,73%. Selain itu harga komoditas minyak dan batubara yang masih lanjutkan rally akan memcau sektor mining bergerak ke atas. Namun demikian, investor perlu mewaspadai pergerakan IHSG yang Jumat lalu membentuk pola bintang jatuh (shooting star) yang menunjukkan besarnya tekanan jual, meski saat ini indeks masih di zona netral dan belum masuk zona overbought. Apabila pagi ini dikonfirmasi dengan penurunan indeks, maka peluang untuk bearish akan cukup besar.

Bursa Eropa mixed

Pergerakan bursa Eropa cukup mixed pada Jumat lalu. Indeks FTSE Inggris turun 0,11% namun CAC 40 Perancis dan DAX Jerman mampu menguat 0,15% dan 0,18%. Secara keseluruhan indeks Stoxx Euro 600 ditutup menguat 0,23%. Sentimen positif berasal dari sektor telekomunikasi yang melonjak di atas 2% setelah perusahaan British Telecom  mendapatkan keuntungan dari adanya regulasi baru.

Bursa Amerika cerah

Bursa Wall Street melanjutkan kenaikanya. Indeks Dow Jones melaju 1,39% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing melompat tajam 1,60% dan 1,77%. Sektor teknologi menjadi pendorong utama dengan saham Intel, Facebook, Amazon, Netflix, dan Alphabet naik di atas 1%. Sentimen positif juga datang dari rilis laporan kebijakan the FED yang salah isinya adalah bank sentral melihat perekonomian AS mengalami full employment kendati kenaikan upahnya tampak moderat.

Batubara

Di bursa Rotterdam harga batubara melemah tipis 0,34% ke level USD 86,75 per metrik ton, namun di bursa Newcastle harganya melonjak tajam 1,27% ke level USD 108,15 per metrik ton. Penguatan batubara dipicu oleh India yang menambah impor batubara tahun ini, lantaran Coal India Ltd gagal memenuhi target produksi. Coal India disinyalir mengalami kendala produksi. Awalnya pemerintah memberi target pasokan 288 kereta batubara per hari, hingga Maret 2019. Nyatanya, per Februari ini, pasokan yang bisa dipenuhi rata-rata cuma 264,2 kereta batubara per hari.

Minyak mentah

Harga minyak WTI masih melanjutkan rally dengan penguatan sebesar 1,32% ke level USD 63,55 per barel karena sentimen dari penutupan ladang minyak El Feel di Libya, yang menghasilkan 70.000 barel minyak mentah per hari akibat kerusuhan. Selain itu rilis data EIA pekan lalu yang menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS secara tak terduga turun 1,6 juta barel turut mengurangi kekhawatiran over supply.


Image suorce: www.kanalaceh.com

0

Market Updates

Sektor aneka industri menjadi penggerak utama IHSG hari ini dengan penguatan sebesar 2,16% karena melonjaknya saham ASII setelah rilis data penjualan mobil dan motor sepanjang Januari 2018 menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 17,2% dan 22,7%. Sebagai hasilnya IHSG pun bergerak menghijau dan ditutup naik 0,41% ke level 6619 setelah diperdagangkan di rentang 6608 – 6659. Dari sepuluh sektor yang menyokong bursa, hanya dua yang bergerak melemah yaitu basic industry (-0,54%) dan construction (-0,15%).

Asing net sell 193 miliar

Adanya transaksi penjualan nego pada saham KPIG (-215 miliar) dan MKPI (-77 miliar) membuat net sell asing hingga penutupan mencapai 193,16 miliar di keseluruhan pasar. Adapun net sell di pasar reguler yang berpengaruh langsung terhadap harga saham hanya senilai -51,20 miliar dengan penjualan bersih terbesar masih di saham BBRI (-146 miliar), PGAS (-59 miliar), TLKM (-24 miliar) dan SMGR (-22 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah BBCA (60 miliar), ASII (48 miliar), UNTR (43 miliar) dan BBNI (39 miliar).

Bursa Asia menghijau

Bursa regional Asia hari ini bergerak menghijau menyusul komentar dari pejabat the FED yang menenangkan pasar dari kekhawatiran akan peningkatan suku bunga yang lebih cepat. Semua bursa utama bergerak bullish dengan indeks MSCI Asia Pacific menanjak hingga 0,9%.

Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup naik 0,72% dengan sektor teknologi, otomotif, dan konstruksi mencatat kenaikan terbesar karena melemahnya mata uang yen terhadap dollar yang berpotensi meningkatkan profit. Kemudian dari Korea indeks Kospi melonjak hingga 1,54% ditopang penguatan di saham – saham perbankan.

Dari Australia, peningkatan harga komoditas minyak dan batubara membawa berkah bagi emiten tambang di Australia sehingga membuat indeks ASX 200 melaju hingga 0,82%. Sementara itu dari daratan China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng Hong Kong serempak menguat masing – masing 0,63% dan 0,97%.


Image source: www.astra.co.id

0

Morning Review

Indeks Dow Jones berhasil mengakhiri pelemahan sejak awal pekan ini dengan kenaikan sebesar 0,66% didukung oleh kenaikan saham – saham energi seiring bullishnya harga minyak dan batubara. Sektor energi di Wall Street naik hingga 1,08% dengan saham Chesapeake Energy Corp melonjak 21,67% setelah merilis laporan keuangan kuartal keempat 2017 dan prospek perusahaan. Selain itu imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun juga mulai turun ke level 2,92% setelah sebelumnya mencapai 2,94%.

IHSG berpeluang rebound

IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak menguat terbatas terdorong dari penguatan bursa global dan harga komoditas minyak serta batubara. Indeks regional Asia pagi ini terpantau menghijau dimana indeks Nikkei menguat 0,23%, Kospi melonjak 1,31% sedangkan Shanghai dan Hang Seng serempak naik 0,27% dan 1,00%. Secara teknikal penurunan IHSG terhenti di middle bollinger band 20 yang merupakan support pertama, RSI berada di zona netral meski stochastic masih overbought. Melemahnya indeks kemarin juga tidak disertai volume transaksi besar sehingga potensi rebound cukup terbuka.

Bursa Eropa melemah

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,2% atau 0,76 poin ke level 380,34 tertekan oleh bursa Inggris setelah adanya revisi pertumbuhan ekonomi yang di bawah perkiraan. Selain itu pelemahan dari sektor telekomunikasi dan teknologi turut membuat indeks bergerak turun.

Minyak mentah melonjak

Harga minyak WTI melonjak tajam hingga 2,32% setelah laporan Energy Information Administration (EIA) Amerika menunjukkan  penurunan stok minyak mentah sebesar 1,62 juta barel pekan lalu, yang merupakan penurunan terbesar dalam lima pekan terakhir. Di saat yang sama pemotongan output dari OPEC sebesar 300.000 barel per hari akan terus memberikan tekanan pada suplai minyak global.

Batubara kembali ke jalur

Seiring dengan bullishnya harga minyak, harga batubara turut menguat setelah selama dua hari kemarin mengalami pelemahan. Batubara di bursa Newcastle untuk kontrak Maret ditutup naik 1,27% ke level USD 107,50 per metrik ton sedangkan di Rotterdam harganya melambung 0,87% ke USD 86,75 per metrik ton.

Harga CPO turun tipis

Harga CPO di bursa Malaysia turun tipis 0,04% ke level 2490 ringgit per ton seiring dengan merosotnya minyak kedelai sebesar 0,09%. CPO juga dibayangi oleh proyeksi pulihnya produksi tandan sawit setelah efek dari fenomena La Nina 2017 lalu berangsur hilang.


Image source: financeroll.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona merah mengikuti pelemahan bursa global akibat naiknya yield obligasi AS. Diperdagangkan dengan rentang 6586 – 6586, IHSG ditutup turun 0,76% ke level 6593. Dari sepuluh sektor hanya dua yang menguat yaitu mining (+0,38%) dan Basic industry (+0,44%) sedangkan delapan lainya melemah dengan penekan terbesar di sektor aneka industri (-1,92%) dan finance (-1,13%). Sektor aneka industri turun seiring dengan anjloknya saham ASII sebesar -2,14% sedangkan dari sektor finance aksi profit taking di saham BBNI dan BMRI menjadi penyebab utamanya.

Asing net sell besar

Hingga penutupan market outflow asing terpantau mencapai 580,72 miliar di keseluruhan pasar. UNTR menjadi yang paling banyak dijual asing dengan net sell hingga 236 miliar disusul oleh BBRI (-141 miliar), UNVR (-58 miliar), ASII (-56 miliar) dan BBNI (-50 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan top net buy di antaranya adalah ICBP (29 miliar), ITMG (27 miliar), AKRA (22 miliar), ADRO (21 miliar) dan  SRTG (20 miliar).

Bursa Asia melemah

Mayoritas indeks di bursa regional Asia bergerak bearish mengikuti kejatuhan Dow Jones semalam. Selain Australia dan bursa China yang kembali aktif setelah libur panjang, semua indeks mengalami penurunan. Indeks ASX Singapura ditutup naik 0,12% didorong penguatan saham – saham di sektor financial dan pertambangan sedangkan di bursa China, indeks Shanghai Composite melonjak hingga 2,17% setelah merasa posisi indeks saat ini masih tertinggal bila dibanding peningkatan indeks regional yang terjadi selama libur panjang.

Secara keseluruhan indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang turun hingga 0,8% dengan indeks Hang Seng, Hong Kong menjadi penekan terbesar dengan pelemahan sebesar 1,48%. Investor di bursa Hong Kong kecewa dengan rilis data pengangguran bulan Januari yang tidak mengalami penurunan. Kemudian dari Korea, indeks Kospi melorot 0,63% tertekan oleh anjloknya saham SK Chemicals Co. yang melemah 1,77% dan Kyungbang yang melemah 1,03%.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang juga turut merosot hingga 1,07% setelah kenaikan imbal hasil obligasi AS membuat investor mengalihkan danya ke aset safe haven seperti emas dan yen. Mata uang yen terapresiasi hingga 0,3% dan memberi efek negatif bagi emiten – emiten berorientasi ekspor.


Image source: http://klasystems.com

0

Morning Review

Setelah turun selama dua hari terakhir, pergerakan IHSG sudah mulai mendekati support di area middle bollinger band di kisaran 6600. Indikator RSI sudah berada di zona netral namun stochastic masih di area jenuh beli. Secara teknikal peluang rebound cukup besar namun sentimen negatif dari bursa Amerika dan regional Asia pagi ini akan membuat IHSG cenderung bearish. Indeks Nikkei anjlok -1,48% sedangkan Kospi dan Hang Seng masing – masing turun -1,49% dan -0,61%. Dari sektor komoditaspun hanya CPO yang menunjukkan penguatan sedangkan batubara dan minyak bumi melemah.

Bursa Amerika berbalik turun

Pergerakan indeks Wall Street cukup mixed setelah menguat di awal perdagangan, market perlahan turun seiring rilis risalah pertemuan the FED yang menunjukkan bahwa komite penetapan suku bunga cukup yakin dalam menaikkan laju suku bunga apabila didukung dengan data inflasi yang baik dan pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Indeks Dow Jones melemah 0,67% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing melemah 0,22% dan 0,55%.

Bursa Eropa menghijau

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,16% karena sentimen dari penguatan bursa Wall Street meski hanya di awal perdagangan dan laporan keuangan perusahaan Lloyds and Glencore yang memberi dorongan pada sektor finansial dan tambang. Lloyds melaporkan laba tertinggi sejak 2006 dan mengumumkan akan buyback saham.

CPO naik tipis

Harga CPO kemarin menanjak 0,44% ke level 2491 rinngit per ton setelah kekecewaan investor akan data ekspor yang melemah sudah teralihkan kepada data produksi CPO yang akan dirilis hari iini. Secara historis di kuartal I setiap tahunya produksi CPO cenderung mengalami penurunan.

Batubara mixed

Rally harga batubara di bursa Rotterdam terhenti setelah kemarin ditutup turun 0,58% ke level USD 86 per metrik ton, namun di bursa Newcastle, batubara masih perkasa dan mencetak penguatan sebesar 0,33% ke level USD 106,15 per metrik ton.

Minyak melemah

Setelah naik selama tiga hari terakhir, harga minyak WTI berakhir turun 0,97% ke level USD 61,30 per barel. Penurunan harga minyak disebabkan oleh kekhawatiran bahwa peningkatan cadangan minyak AS akan membuat upaya pemangkasan output OPEC tidak berarti. Berdasarkan survei Bloomberg, penyimpanan di terminal AS diperkirakan meningkat 2,9 juta barel pekan lalu.


Image source: https://breakingnews.co.id

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 3NO NEW POSTS