Market Updates

Tertekan aksi jual asing di sesi penutupan, IHSG berakhir melemah 0,11%

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona positif ditopang oleh sentimen dari market global dan harga komoditas minyak, logam industri serta CPO. Kemudian dari dalam negeri, data inflasi Januari yang lebih rendah dari perkiraan (0,62% vs 0,68%) dan data kunjungan turis ke Indonesia yang naik 22% selama tahun 2017 mampu mendorong laju indeks ke atas dan menyentuh level tertinggi hari ini di 6658,88. Namun demikian, net sell asing yang mendadak deras menjelang akhir sesi perdagangan membuat IHSG tertekan dan akhirnya ditutup melemah 0,11% di 6598,46.

Asing kembali net sell hampir 1 T

Net sell jumbo asing terus berlanjut di hari ketiga dimana sore ini outflow asing dari bursa mencapai -907 miliar di keseluruhan pasar. Saham BBCA yang sering menjadi top net buy berbalik mencatatkan net sell terbesar mencapai -231 miliar disusul oleh BBRI (-165 miliar), TLKM (-117 miliar) dan HMSP (-114 miliar). Adapun saham – saham yang masih mencatatkan net buy di antaranya adalah BMRI (46 miliar), ADRO (25 miliar), PTBA (22 miliar) dan CPIN (14 miliar).

Bursa Asia mixed

Pergerakan bursa Asia hari ini cukup beragam dipengaruhi pergerakan bursa Amerika yang positif setelah The Federal Reserve mengisyaratkan akan tetap mendorong penaikan suku bunga acuannya kembali pada Maret 2018. Namun anjloknya harga komoditas batubara memberi tekanan bagi saham – saham energi sehingga membuat bursa bergerak mixed. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia Pasfic di luar Jepang melemah hingga 0,3%.

Indeks Shanghai Composite, China dan Hang Seng, Hong Kong ditutup melemah 0,97% dan 0,62% terdampak aksi profit taking saham – saham berkapitalisasi kecil dan menengah yang tidak berfundamental bagus. Selain itu, menjelang perayaan tahun baru Imlek membuat investor China membutuhkan lebih banyak cash sehingga mendorong aksi jual di pasar modal.

Kontras dengan dua indeks di atas, Nikkei 225 Jepang justru mencatatkan penguatan tajam hingga 1,60% setelah mata uang yen melemah terhadap Dollar Amerika dan Euro. Kemudian, indeks Kospi Korea hanya berhasil naik tipis 0,08% karena tertekan oleh data – data ekonomi yang kurang bagus seperti realisasi ekspor yang di bawah perkiraan sehingga menurunkan surplus neraca perdagangan dari 5,54 miliar dolar menjadi hanya 3,70 miliar dolar.Pagi tadi indeks, Kospi sempat melonjak hingga 0,7%.


Image sorce: beprepared.com

Author


Avatar