Market Updates

Meski jatuh cukup dalam, IHSG tetap berperforma paling baik dibanding bursa regional Asia lainya

Aksi jual yang deras sejak pembukaan pasar membuat IHSG harus ditutup turun cukup dalam hingga -1,69% ke level 6478,54 setelah diperdagangkan di rentang 6426 – 6519. Anjloknya indeks dipicu oleh merosotnya bursa Amerika dan regional Asia hari ini, bahkan untuk indeks Dow Jones, penurunan ini merupakan yang terburuk sejak tahun 2011 karena kecemasan investor akan kenaikan yield obligasi membuat bank sentral AS akan mempercepat penaikan suku bunga acuan. Selain itu inflasi AS yang diperkirakan akan naik pasca bertumbuhnya jumlah tenaga kerja Jumat lalu turut menjadi sentimen negatif bagi pasar.

IHSG terbebani sektor basic industry dan agri

Semua sektor yang menyokong bursa ditutup di zona merah dengan penekan terbesar pada sektor basic industry sebesar -3,16% karena tertekan penurunan saham – saham semen . Berikutnya sektor Agri menyumbang dengan penurunan tajam sebesar 2,86% karena anjloknya harga CPO tertekan oleh penguatan mata uang ringgit. Selain kedua sektor tersebut, construction, trade dan mining juga ambles di atas 2%.

Asing net sell 1,7 triliun

Net sell asing semakin deras keluar bursa dimana hingga penutupan sore hari ini mencapai 1,75 triliun yang didominasi oleh penjualan bersih di saham perbankan berkapitalisasi terbesar yaitu BBRI (-547 miliar) dan BBCA (-268 miliar). Kemudian di urutan berikutnya adalah UNVR (-263 miliar), TLKM (-151 miliar) dan UNTR (-109 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan top net buy di antaranya adalah ADRO (46 miliar), WSKT (18 miliar), ITMG (15 miliar) dan ANTM (14 miliar).

Bursa Asia jatuh lebih parah dari Indonesia

Merespon ambruknya bursa Wall Street tadi malam, bursa regional Asia ditutup turun tajam dengan mayoritas pelemahan di atas 2%. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia – Pacific di luar Jepang ambrol -3,37% atau -25,01 point ke level 716,42. Pesimisme investor berkembang pesat di market setelah sejumlah analis menyatakan aksi jual akan berlangsung hingga bulan Maret.

Indeks Hang Seng, Hong Kong menderita penurunan paling tajam sebesar -5,12% sedangkan Shanghai Composite, China ambles-3,35% karena tekanan dari saham – saham Start up yang melemah hingga -5,3%. Sementara itu dari Jepang, indeks Nikkei 225 menyusul dengan penurunan sebesar -4,73% tertekan oleh penurunan saham – saham elektronik, otomotif dan industri kimia.

Kemudian dari Australia, indeks ASX 200 ditutup turun -3,20% setelah aksi jual di market diperparah oleh rilis data neraca perdagangan yang menunjukkan defisit sebesar 1,36 miliar dolar Australia, padahal di bulan sebelumnya mencatatkan surplus hingga 250 juta. Berikutnya, indeks Kospi Korea berakhir melemah 1,54% sejalan dengan mata uang won yang tergelincir 0,22% ke level 1.090,97 won per dolar AS.


Image source: http://si.wsj.net

Author


Avatar