Morning Review

Abaikan koreksi di bursa Amerika, sejumlah indeks utama regional Asia menghijau

Mengabaikan merosotnya sejumlah indeks utama Wall Street, bursa regional Asia pagi ini dibuka menguat dipimpin oleh Nikkei 225 Jepang yang langsung melonjak hingga 1,11% disusul oleh Kospi Korea yang naik 0,96% dan STI Singapura yang ikut melompat 0,95%. Penguatan bursa Asia ini merespon data ekonomi dari berbagai negara seperti foreign investment di Jepang dan cadangan devisa di China dan Hong Kong yang menunjukkan adanya pertumbuhan. Kemudian investor juga menantikan rilis data ekspor-impor China serta neraca perdaganganya.

IHSG berpotensi mixed

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan masih berpotensi untuk mixed dengan kecenderungan melemah  tertekan oleh lesunya harga komoditas dan sentimen negatif dari bursa Wall Street. Secara teknikal penurunan indeks selama beberapa hari terakhir membuatnya menjauhi zona jenuh beli, namun karena kuatnya tekanan jual dan derasnya outflow dana asing, maka IHSG masih dipaksa bergerak turun.

Bursa Amerika masih lesu

Kenaikan imbal hasil obligasi lagi – lagi membuat pasar Amerika bergerak lesu. Indeks Dow Jones melemah tipis -0,08% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 merosot masing – masing -0,90% dan -0,50%. Yield surat utang ini ditutup pada 2,845% semakin tinggi ketimbang level sebelumnya setelah Mitch McConnell, pemimpin mayoritas Senat mengatakan bahwa pemerintah telah mencapai kesepakatan anggaran yang akan menaikkan pagu belanja sekitar US$ 300 miliar.

Harga minyak masih merosot

Harga minyak memperpanjang pelemahanya selama lima hari beruntun dan ditutup turun 3,57% ke level USD 61,66 dollar per barel. Harga minyak anjlok setelah data EIA menyebutkan produksi mingguan minyak AS mencapai 10,25 juta barel per hari. Angka ini lebih tinggi ketimbang produksi November yang sebesar 10 juta barel per hari.

Batubara merana, namun ada harapan

Mengikuti harga minyak, batubara turut melanjutkan trend bearishnya dimana di bursa Newcastle harganya turun 1,38% ke level USD 100,10 per metrik ton. Namun demikian, menjelang hari raya imlek di China, sejumlah perusahaan pembangkit listrik diperkirakan akan mengamankan pasokan mengingat pengangkutan batubara dengan kereta api dan pelabuhan cenderung melambat saat libur imlek. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan harga batubara thermal.

Harga CPO rebound

Harga CPO mengalami teknikal rebound di saat harga minyak kedelai anjlok hingga 1,81%. Harga CPO di bursa Malaysia ditutup naik 0,65% ke level 2483 ringgit per ton.

Image source: qzprod.files.wordpress.com

Author


Avatar