Morning Review

Kenaikan harga emas dan CPO sanggupkah menopang gerak IHSG hari ini?

Kejatuhan bursa Amerika tadi malam membuat investor mengalihkan sebagian besar sahamnya ke aset – aset safe haven seperti emas. Harga emas kemarin ditutup menguat 0,33% di level USD 1.319 per troy ounce dan bahkan di pagi ini di pasar spot comex harganya masih naik hingga 0,35% ke level   USD 1323,60 per troy ounce. Selain emas, harga minyak sawit juga terpantau menguat seiring dengan melemahnya mata uang ringgit Malaysia. Harga CPO ditutup naik 0,56% ke level 2497 ringgit per ton bahkan di saat minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusi, anjlok tajam -1,07%.

Bursa Amerika longsor

Aksi jual besar – besaran kembali terjadi di bursa Wall Street. Indeks Dow Jones terjun -4,15% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing ambles -3,90% dan -3,75%. Kekhawatiran investor naik ketika imbal hasil obligasi Amerika bertenor 10 tahun naik setinggi 2,84%, mendekati level tertinggi empat tahun terakhir di level 2,85% setelah Bank of England mengatakan suku bunga mungkin perlu naik lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Bursa Eropa turut melemah

Indeks saham Stoxx Europe 600 ditutup melemah -1,60% tertekan oleh penurunan saham Volkswagen dan BASF yang merosot- 3,8% dan -3,3%. Berita positif mengenai aksi merger dan akusisi serta hasil laporan keuangan yang positif tidak mampu mengangkat pasar. Indeks DAX Jerman memimpin kejatuhan bursa Eropa dengan penurunan sebesar -2,62% kemudian FTSE Inggris dan CAC Perancis juga turut melorot -1,49% dan -1,98%.

IHSG berpotensi melemah

Tidak adanya sentimen positif dari dalam dan luar negeri akan membuat IHSG bergerak mengikuti bursa global yang bergerak turun. Apalagi bursa Asia pagi ini turut dibuka melemah tajam dengan indeks Nikkei turun -2,69%, Kospi -1,65% kemudian Shanghai Composite dan Hang Seng yang masing – masing melorot 2,70% dan -2,92%. Pergerakan harga komoditas selain CPO dan Emas juga tidak cukup bagus karena pelemahan tajam pada harga minyak dan batubara.

Minyak WTI melemah

Harga minyak mentah ambles ke level terendah dalam lima pekan terakhir dimana minyak WTI turun 2,01% ke level USD 60,42%. Penurunan minyak masih terkait dengan produksi minyak AS yang terus bertumbuh sejak November tahun lalu dan kini bahkan telah menembus 10,25 juta barel per hari pada pekan lalu. Jumlah output ini bahkan lebih tinggi dari Arap yang hanya memproduksi 10 juta barel per hari.

Batubara lemas

Mengikuti harga minyak, batubara turut anjlok tajam dimana di bursa Rotterdam kontrak Maret merosot hingga -3,43% sedangkan di Newcastle melemah -3,10%.


Image source: financialtribune.com

Author


Avatar