Morning Review

Bursa Amerika dan Asia bullish, berikut proyeksi IHSG hari ini

Dipengaruhi sentimen positif dari bursa Amerika dan regional Asia pagi ini, IHSG kami perkirakan akan bergerak naik menuju resisten di level 6630. Penguatan IHSG juga akan ditopang oleh sektor komoditas dimana harga batubara dan logam industri masih bullish. Secara teknikal baik RSI maupun Stochastic masih berada di zona netral sehingga potensi penguatan cukup terbuka, apalagi kemarin juga terbentuk pola golden cross yang mengindikasikan adanya penguatan lanjutan.

Bursa Amerika menguat di hari ketiga

Indeks – indeks utama Wall Street berhasil ditutup di zona hijau meski di awal perdagangan sempat anjlok karena kekhawatiran investor menjelang rilis data inflasi Amerika. Apabila angka inflasi ini naik maka akan menjadi resiko terbesar bagi pasar saham. Indeks Dow Jones berakhir menguat 0,16% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing naik 0,26% dan 0,45%.

Bursa Eropa lemas

Indeks Stoxx Europe 600 berkahir minus 0,6% tertekan rilis laporan keuangan perusahaan yang mengecewakan. Sektor telekomunikasi menjadi yang paling parah terdampak penurunan saham Telenet yang kenaikan labanya di bawah ekspekstasi. Kemudian Saham Smelter Aurubis turun 8% setelah laporan keuangannya lebih rendah dari perkiraan. Investor Eropa juga bersikap wait and see menjelang rilis data inflasi Amerika malam nanti yang akan digunakan sebagai acuan penentu kenaika suku bunga the Fed.

Minyak mentah kembali terkapar

Setelah sempat rebound karena melemahnya dollar, minyak WTI kembali ke trend bearishnya dan ditutup turun 0,76% ke level USD 58,93 per barel. Melemahnya minyak disebabkan  laporan American Petroleum Institute (API) yang menyatakan bahwa stok minyak mentah nasional naik 3,95 juta barel sedangkan pasokan bensin bertambah 4,63 juta barel.

Batubara lanjutkan rebound

Harga batubara masih mampu bergerak naik dimana di bursa Rotterdam dan Newcastle harganya menguat 3,30% dan 1,62%. Perhatian investor tertuju pada China yang akan melangsungkan libur panjang mulai besok sehingga perusahaan pembangkit listrik mulai mengamankan stok batubaranya.

Harga CPO melemah

Minyak sawit kembali turun 1,06% namun masih berada di atas level 2500 ringgit setelah adanya proyeksi penurunan demand dari China dan Uni Eropa. Permintaan dari China diperkirakan turun 18% mom karena cadangan minyak nabatinya masih cukup tinggi. Kemudian dari Uni Eropa permintaan diperkirakan melemah hingga 29% karena masifnya kampanye anti deforestasi.


Image source: investorintel.com

Author


Avatar