The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona merah mengikuti pelemahan bursa global akibat naiknya yield obligasi AS. Diperdagangkan dengan rentang 6586 – 6586, IHSG ditutup turun 0,76% ke level 6593. Dari sepuluh sektor hanya dua yang menguat yaitu mining (+0,38%) dan Basic industry (+0,44%) sedangkan delapan lainya melemah dengan penekan terbesar di sektor aneka industri (-1,92%) dan finance (-1,13%). Sektor aneka industri turun seiring dengan anjloknya saham ASII sebesar -2,14% sedangkan dari sektor finance aksi profit taking di saham BBNI dan BMRI menjadi penyebab utamanya.

Asing net sell besar

Hingga penutupan market outflow asing terpantau mencapai 580,72 miliar di keseluruhan pasar. UNTR menjadi yang paling banyak dijual asing dengan net sell hingga 236 miliar disusul oleh BBRI (-141 miliar), UNVR (-58 miliar), ASII (-56 miliar) dan BBNI (-50 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan top net buy di antaranya adalah ICBP (29 miliar), ITMG (27 miliar), AKRA (22 miliar), ADRO (21 miliar) dan  SRTG (20 miliar).

Bursa Asia melemah

Mayoritas indeks di bursa regional Asia bergerak bearish mengikuti kejatuhan Dow Jones semalam. Selain Australia dan bursa China yang kembali aktif setelah libur panjang, semua indeks mengalami penurunan. Indeks ASX Singapura ditutup naik 0,12% didorong penguatan saham – saham di sektor financial dan pertambangan sedangkan di bursa China, indeks Shanghai Composite melonjak hingga 2,17% setelah merasa posisi indeks saat ini masih tertinggal bila dibanding peningkatan indeks regional yang terjadi selama libur panjang.

Secara keseluruhan indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang turun hingga 0,8% dengan indeks Hang Seng, Hong Kong menjadi penekan terbesar dengan pelemahan sebesar 1,48%. Investor di bursa Hong Kong kecewa dengan rilis data pengangguran bulan Januari yang tidak mengalami penurunan. Kemudian dari Korea, indeks Kospi melorot 0,63% tertekan oleh anjloknya saham SK Chemicals Co. yang melemah 1,77% dan Kyungbang yang melemah 1,03%.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang juga turut merosot hingga 1,07% setelah kenaikan imbal hasil obligasi AS membuat investor mengalihkan danya ke aset safe haven seperti emas dan yen. Mata uang yen terapresiasi hingga 0,3% dan memberi efek negatif bagi emiten – emiten berorientasi ekspor.


Image source: http://klasystems.com

0

Morning Review

Setelah turun selama dua hari terakhir, pergerakan IHSG sudah mulai mendekati support di area middle bollinger band di kisaran 6600. Indikator RSI sudah berada di zona netral namun stochastic masih di area jenuh beli. Secara teknikal peluang rebound cukup besar namun sentimen negatif dari bursa Amerika dan regional Asia pagi ini akan membuat IHSG cenderung bearish. Indeks Nikkei anjlok -1,48% sedangkan Kospi dan Hang Seng masing – masing turun -1,49% dan -0,61%. Dari sektor komoditaspun hanya CPO yang menunjukkan penguatan sedangkan batubara dan minyak bumi melemah.

Bursa Amerika berbalik turun

Pergerakan indeks Wall Street cukup mixed setelah menguat di awal perdagangan, market perlahan turun seiring rilis risalah pertemuan the FED yang menunjukkan bahwa komite penetapan suku bunga cukup yakin dalam menaikkan laju suku bunga apabila didukung dengan data inflasi yang baik dan pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Indeks Dow Jones melemah 0,67% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing melemah 0,22% dan 0,55%.

Bursa Eropa menghijau

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,16% karena sentimen dari penguatan bursa Wall Street meski hanya di awal perdagangan dan laporan keuangan perusahaan Lloyds and Glencore yang memberi dorongan pada sektor finansial dan tambang. Lloyds melaporkan laba tertinggi sejak 2006 dan mengumumkan akan buyback saham.

CPO naik tipis

Harga CPO kemarin menanjak 0,44% ke level 2491 rinngit per ton setelah kekecewaan investor akan data ekspor yang melemah sudah teralihkan kepada data produksi CPO yang akan dirilis hari iini. Secara historis di kuartal I setiap tahunya produksi CPO cenderung mengalami penurunan.

Batubara mixed

Rally harga batubara di bursa Rotterdam terhenti setelah kemarin ditutup turun 0,58% ke level USD 86 per metrik ton, namun di bursa Newcastle, batubara masih perkasa dan mencetak penguatan sebesar 0,33% ke level USD 106,15 per metrik ton.

Minyak melemah

Setelah naik selama tiga hari terakhir, harga minyak WTI berakhir turun 0,97% ke level USD 61,30 per barel. Penurunan harga minyak disebabkan oleh kekhawatiran bahwa peningkatan cadangan minyak AS akan membuat upaya pemangkasan output OPEC tidak berarti. Berdasarkan survei Bloomberg, penyimpanan di terminal AS diperkirakan meningkat 2,9 juta barel pekan lalu.


Image source: https://breakingnews.co.id

0