Morning Review

Sudah mendekati support, akankah IHSG mampu mencetak rebound?

Setelah turun selama dua hari terakhir, pergerakan IHSG sudah mulai mendekati support di area middle bollinger band di kisaran 6600. Indikator RSI sudah berada di zona netral namun stochastic masih di area jenuh beli. Secara teknikal peluang rebound cukup besar namun sentimen negatif dari bursa Amerika dan regional Asia pagi ini akan membuat IHSG cenderung bearish. Indeks Nikkei anjlok -1,48% sedangkan Kospi dan Hang Seng masing – masing turun -1,49% dan -0,61%. Dari sektor komoditaspun hanya CPO yang menunjukkan penguatan sedangkan batubara dan minyak bumi melemah.

Bursa Amerika berbalik turun

Pergerakan indeks Wall Street cukup mixed setelah menguat di awal perdagangan, market perlahan turun seiring rilis risalah pertemuan the FED yang menunjukkan bahwa komite penetapan suku bunga cukup yakin dalam menaikkan laju suku bunga apabila didukung dengan data inflasi yang baik dan pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Indeks Dow Jones melemah 0,67% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing melemah 0,22% dan 0,55%.

Bursa Eropa menghijau

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,16% karena sentimen dari penguatan bursa Wall Street meski hanya di awal perdagangan dan laporan keuangan perusahaan Lloyds and Glencore yang memberi dorongan pada sektor finansial dan tambang. Lloyds melaporkan laba tertinggi sejak 2006 dan mengumumkan akan buyback saham.

CPO naik tipis

Harga CPO kemarin menanjak 0,44% ke level 2491 rinngit per ton setelah kekecewaan investor akan data ekspor yang melemah sudah teralihkan kepada data produksi CPO yang akan dirilis hari iini. Secara historis di kuartal I setiap tahunya produksi CPO cenderung mengalami penurunan.

Batubara mixed

Rally harga batubara di bursa Rotterdam terhenti setelah kemarin ditutup turun 0,58% ke level USD 86 per metrik ton, namun di bursa Newcastle, batubara masih perkasa dan mencetak penguatan sebesar 0,33% ke level USD 106,15 per metrik ton.

Minyak melemah

Setelah naik selama tiga hari terakhir, harga minyak WTI berakhir turun 0,97% ke level USD 61,30 per barel. Penurunan harga minyak disebabkan oleh kekhawatiran bahwa peningkatan cadangan minyak AS akan membuat upaya pemangkasan output OPEC tidak berarti. Berdasarkan survei Bloomberg, penyimpanan di terminal AS diperkirakan meningkat 2,9 juta barel pekan lalu.


Image source: https://breakingnews.co.id

Author


Avatar