Market Updates

Terseret pelemahan bursa global, IHSG lanjutkan penurunan di hari ketiga

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona merah mengikuti pelemahan bursa global akibat naiknya yield obligasi AS. Diperdagangkan dengan rentang 6586 – 6586, IHSG ditutup turun 0,76% ke level 6593. Dari sepuluh sektor hanya dua yang menguat yaitu mining (+0,38%) dan Basic industry (+0,44%) sedangkan delapan lainya melemah dengan penekan terbesar di sektor aneka industri (-1,92%) dan finance (-1,13%). Sektor aneka industri turun seiring dengan anjloknya saham ASII sebesar -2,14% sedangkan dari sektor finance aksi profit taking di saham BBNI dan BMRI menjadi penyebab utamanya.

Asing net sell besar

Hingga penutupan market outflow asing terpantau mencapai 580,72 miliar di keseluruhan pasar. UNTR menjadi yang paling banyak dijual asing dengan net sell hingga 236 miliar disusul oleh BBRI (-141 miliar), UNVR (-58 miliar), ASII (-56 miliar) dan BBNI (-50 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan top net buy di antaranya adalah ICBP (29 miliar), ITMG (27 miliar), AKRA (22 miliar), ADRO (21 miliar) dan  SRTG (20 miliar).

Bursa Asia melemah

Mayoritas indeks di bursa regional Asia bergerak bearish mengikuti kejatuhan Dow Jones semalam. Selain Australia dan bursa China yang kembali aktif setelah libur panjang, semua indeks mengalami penurunan. Indeks ASX Singapura ditutup naik 0,12% didorong penguatan saham – saham di sektor financial dan pertambangan sedangkan di bursa China, indeks Shanghai Composite melonjak hingga 2,17% setelah merasa posisi indeks saat ini masih tertinggal bila dibanding peningkatan indeks regional yang terjadi selama libur panjang.

Secara keseluruhan indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang turun hingga 0,8% dengan indeks Hang Seng, Hong Kong menjadi penekan terbesar dengan pelemahan sebesar 1,48%. Investor di bursa Hong Kong kecewa dengan rilis data pengangguran bulan Januari yang tidak mengalami penurunan. Kemudian dari Korea, indeks Kospi melorot 0,63% tertekan oleh anjloknya saham SK Chemicals Co. yang melemah 1,77% dan Kyungbang yang melemah 1,03%.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang juga turut merosot hingga 1,07% setelah kenaikan imbal hasil obligasi AS membuat investor mengalihkan danya ke aset safe haven seperti emas dan yen. Mata uang yen terapresiasi hingga 0,3% dan memberi efek negatif bagi emiten – emiten berorientasi ekspor.


Image source: http://klasystems.com

Author


Avatar