The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Sektor aneka industri menjadi penggerak utama IHSG hari ini dengan penguatan sebesar 2,16% karena melonjaknya saham ASII setelah rilis data penjualan mobil dan motor sepanjang Januari 2018 menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 17,2% dan 22,7%. Sebagai hasilnya IHSG pun bergerak menghijau dan ditutup naik 0,41% ke level 6619 setelah diperdagangkan di rentang 6608 – 6659. Dari sepuluh sektor yang menyokong bursa, hanya dua yang bergerak melemah yaitu basic industry (-0,54%) dan construction (-0,15%).

Asing net sell 193 miliar

Adanya transaksi penjualan nego pada saham KPIG (-215 miliar) dan MKPI (-77 miliar) membuat net sell asing hingga penutupan mencapai 193,16 miliar di keseluruhan pasar. Adapun net sell di pasar reguler yang berpengaruh langsung terhadap harga saham hanya senilai -51,20 miliar dengan penjualan bersih terbesar masih di saham BBRI (-146 miliar), PGAS (-59 miliar), TLKM (-24 miliar) dan SMGR (-22 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah BBCA (60 miliar), ASII (48 miliar), UNTR (43 miliar) dan BBNI (39 miliar).

Bursa Asia menghijau

Bursa regional Asia hari ini bergerak menghijau menyusul komentar dari pejabat the FED yang menenangkan pasar dari kekhawatiran akan peningkatan suku bunga yang lebih cepat. Semua bursa utama bergerak bullish dengan indeks MSCI Asia Pacific menanjak hingga 0,9%.

Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup naik 0,72% dengan sektor teknologi, otomotif, dan konstruksi mencatat kenaikan terbesar karena melemahnya mata uang yen terhadap dollar yang berpotensi meningkatkan profit. Kemudian dari Korea indeks Kospi melonjak hingga 1,54% ditopang penguatan di saham – saham perbankan.

Dari Australia, peningkatan harga komoditas minyak dan batubara membawa berkah bagi emiten tambang di Australia sehingga membuat indeks ASX 200 melaju hingga 0,82%. Sementara itu dari daratan China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng Hong Kong serempak menguat masing – masing 0,63% dan 0,97%.


Image source: www.astra.co.id

0

Morning Review

Indeks Dow Jones berhasil mengakhiri pelemahan sejak awal pekan ini dengan kenaikan sebesar 0,66% didukung oleh kenaikan saham – saham energi seiring bullishnya harga minyak dan batubara. Sektor energi di Wall Street naik hingga 1,08% dengan saham Chesapeake Energy Corp melonjak 21,67% setelah merilis laporan keuangan kuartal keempat 2017 dan prospek perusahaan. Selain itu imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun juga mulai turun ke level 2,92% setelah sebelumnya mencapai 2,94%.

IHSG berpeluang rebound

IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak menguat terbatas terdorong dari penguatan bursa global dan harga komoditas minyak serta batubara. Indeks regional Asia pagi ini terpantau menghijau dimana indeks Nikkei menguat 0,23%, Kospi melonjak 1,31% sedangkan Shanghai dan Hang Seng serempak naik 0,27% dan 1,00%. Secara teknikal penurunan IHSG terhenti di middle bollinger band 20 yang merupakan support pertama, RSI berada di zona netral meski stochastic masih overbought. Melemahnya indeks kemarin juga tidak disertai volume transaksi besar sehingga potensi rebound cukup terbuka.

Bursa Eropa melemah

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,2% atau 0,76 poin ke level 380,34 tertekan oleh bursa Inggris setelah adanya revisi pertumbuhan ekonomi yang di bawah perkiraan. Selain itu pelemahan dari sektor telekomunikasi dan teknologi turut membuat indeks bergerak turun.

Minyak mentah melonjak

Harga minyak WTI melonjak tajam hingga 2,32% setelah laporan Energy Information Administration (EIA) Amerika menunjukkan  penurunan stok minyak mentah sebesar 1,62 juta barel pekan lalu, yang merupakan penurunan terbesar dalam lima pekan terakhir. Di saat yang sama pemotongan output dari OPEC sebesar 300.000 barel per hari akan terus memberikan tekanan pada suplai minyak global.

Batubara kembali ke jalur

Seiring dengan bullishnya harga minyak, harga batubara turut menguat setelah selama dua hari kemarin mengalami pelemahan. Batubara di bursa Newcastle untuk kontrak Maret ditutup naik 1,27% ke level USD 107,50 per metrik ton sedangkan di Rotterdam harganya melambung 0,87% ke USD 86,75 per metrik ton.

Harga CPO turun tipis

Harga CPO di bursa Malaysia turun tipis 0,04% ke level 2490 ringgit per ton seiring dengan merosotnya minyak kedelai sebesar 0,09%. CPO juga dibayangi oleh proyeksi pulihnya produksi tandan sawit setelah efek dari fenomena La Nina 2017 lalu berangsur hilang.


Image source: financeroll.com

0