Market Updates

Sektor finance menjadi penekan utama, IHSG tersungkur di awal pekan

Pergerakan IHSG hari ini mengabaikan sentimen positif dari menguatnya bursa global dan regional Asia dan bahkan kuatnya tekanan jual menjelang akhir perdagangan membuat indeks harus ditutup di level terendahnya hari ini yaitu 6554,67 turun 0,98% dari posisi sebelumnya. Penekan utama IHSG berasal dari sektor finance yang melemah 1,66% setelah beberapa saham perbankan blue chip yang turun tajam akibat masifnya net sell asing. Sektor ini memang sedang mendapatkan berita negatif terkait pertumbuhan kredit di bulan Januari yang hanya di kisaran 7%, menurun dibanding Desember 2017 yang sebesar 8,2 persen. Selain finance, sektor mining, miscellaneous industry dan consumer goods juga melemah di atas 1%.

Asing net sell besar

Hingga penutupan pasar, outflow asing dari bursa mencapai 741,88 miliar di keseluruhan pasar yang didominasi oleh penjualan nego di saham SMMA (-262 miliar) dan BUMI (-99 miliar). Adapun di pasar reguler, net sell asing tercatat sebesar 423,25 miliar dengan penjualan terbesar pada saham BBCA (-214 miliar), BBRI (-175 miliar), PTBA (-35 miliar) dan INDF (-34 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan net buy di antaranya adalah ADRO (28 miliar), BRPT (24 miliar), BMRI (22 miliar) dan BBNI (20 miliar).

Bursa Asia menghijau

Pasar saham Asia dibuka menghijau setelah indikator volatilitas, VIX, turun lebih dari dua poin atau -11,9% menuju level 16,49%, jauh di bawah puncak 50% pada awal bulan ini. Besarnya indeks volatilitas selalu dikaitkan dengan besarnya resiko di pasar saham sehingga volatilitas yang menurun mengindikasikan kembalinya kepercayaan investor. Secara keseluruhan indeks MSCI di luar Jepang terpantau menguat 0,60% ke level 741,24

Indeks Shanghai Composite, China menjadi yang berkinerja paling baik dengan kenaikan sebesar 1,23% sedangkan Hang Seng melaju 0,69%. Penguatan indeks ditenagai oleh rilis data harga rumah baru di 70 kota besar China yang naik 5 persen di Januari 2018 yoy sehingga mengikis kekhawatiran akan berlebihnya suplai. Selain itu investor juga menanggapi positif rencana partai komunis China untuk mengubah aturan presidential term limits yang memungkinkan Xi jinping untuk memerintah hingga 2023.

Dari Jepang, indeks Nikkei 225 melonjak 1,19% ditenagai oleh penguatan di sektor perbankan dan telekomunikasi. Kemudian dari Korea, indeks Kospi ditutup menguat 0,25% setelah naiknya saham Samsung pasca rilis model handphone terbaru. Indeks STI Singapura juga melaju 0,70%  seiring data produksi manufaktur yang naik 17,9 persen di Januari 2018 jauh di atas espektasi analis yang hanya 7,5%.


Image source: teropongbisnis.com

Author


Avatar