Morning Review

Yield obligasi AS mulai stabil, bursa global lanjutkan rally kenaikan

Sejumlah indeks di bursa Wall Street kembali catatkan penguatan ditopang oleh sentimen dari penurunan yield obligasi Amerika bertenor 10 tahun seiring berlalunya kecemasan investor akan kenaikan suku bunga dan kembali fokus pada pertumbuhan ekonomi. Yield obligasi AS pun turun menjadi 2,8642% jauh di bawah puncaknya pada pekan lalu yang hampir 3%. Sektor finansial, teknologi dan industri mencatatkan penguatan tertinggi sehingga mendorong indeks Dow Jones melonjak 1,58%. Adapun S&P 500 dan Nasdaq masing – masing naik 1,18% dan 1,15%.

Bursa Eropa hijau

Indeks Stoxx Europe 600 berakhir naik 0,6% di level 383,34 didukung oleh penguatan di sektor telekomunikasi dimana saham Nokia dan Ericsson masing-masing naik 2,3% dan 1,3%. Indeks DAX Jerman, FTSE Ingris dan CAC Perancis pun turut menopang dengan kenaikan di kisaran 0,5%. Di sisi lain, bursa saham Italia menjadi penekan setelah biaya utang Italia meningkat tajam menjelang pemilihan nasional yang diperkirakan akan menghasilkan parlemen menggantung (hung parliament).

IHSG berpeluang menutup gap

Pergerakan IHSG masih dibayangi trend bearish. Hal ini nampak dari pola teknikal candle shooting star yang dikonfirmasi oleh penurunan saham kemarin yang juga membentuk pola bearish marubozu, mengindikasikan kuatnya tekanan jual di market. Oleh karena itu, IHSG hari berpeluang untuk turun dan menutup gap yang berada di 6531 – 6544. Meskipun demikian, investor tidak perlu cemas mengingat sentimen positif dari penguatan bursa global dan regional Asia pagi ini mampu menahan kejatuhan IHSG lebih lanjut. Kemudian kenaikan harga minyak dan CPO juga akan menjadi katalis bagi emiten – emiten di sektor mining dan agri.

Minyak masih perkasa

Harga minyak mentah WTI kembali naik 0,79% ke level USD 64,05 per barel sejalan dengan penguatan bursa Wall Street yang memberi gambaran positif akan pertumbuhan ekonomi Amerika yang membaik dan mampu memberikan demand yang kuat pada sektor energi.

Batubara anjlok

Harga batubara merosot tajam setelah rilis data cadangan batu bara di 6 pembangkit listrik utama di pesisir China naik ke level 13,3 juta ton. Cadangan ini meningkat 55% dari cadangan pada 9 Februari yang mencapai 8,59 juta ton dan tertinggi sejak Oktober 2015. Sebagai hasilnya, harga batubara di bursa Newcastle anjlok hingga 3,79% sedangkan di bursa Rotterdam tersungkur hingga 3,51%.

CPO masih melaju

Harga CPO kembali mencatatkan kenaikan sebesar 0,63% ke level 2540 ringgit per ton menyusul menguatnya harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusi sebesar 0,92%. Minyak kedelai naik seiring dengan kekhawatiran akan berkurangnya suplai akibat gagal panen di Argentina yang saat ini merupakan eksportir terbesar di dunia.


Image source: www.nationalreview.com

Author


Avatar