The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini cukup mixed dengan rentang antara 6564 – 6609 dan ditutup turun tipis 0,03% ke level 6597,22. Sektor Agri dan property menjadi pendorong laju indeks dengan kenaikan sebesar 1,91% dan 1,36%. Kenaikan sektor agri disebabkan oleh harga CPO yang naik menuju level tertingginya selama empat minggu terakhir setelah data ekspor CPO Malaysia diprediksi meningkat 4 – 5 % pada periode 1-25 Februari. Di sisi lain, sektor aneka industri menjadi penekan utama IHSG dengan saham ASII mencatatkan penurunan sebesar 1,52% seiring masifnya penjualan asing di saham ini.

Asing net sell besar

Outflow asing dari bursa hingga penutupan pasar tercatat mencapai 846,77 miliar di keseluruhan pasar yang didominasi oleh net sell di saham BBCA (-284 miliar), ASII (-224 miliar), UNTR (-183 miliar), BBRI (-85 miliar) dan PGAS (-60 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan net buy di antaranya adalah JGLE (56 miliar), ADRO (53 miliar), INDY (37 miliar), dan PTBA (24 miliar). Secara keseluruhan di bulan Februari ini asing mencatatkan penjualan bersih sebesar 10,3 triliun atau rata-rata 544 miliar per harinya.

Bursa Asia merah membara

Sejumlah indeks utama di bursa Asia bergerak negatif mengekor anjloknya bursa Wall Street tadi malam. Berbagai data ekonomi yang dirilis hari inipun kebanyakan jauh di bawah ekspektasi pasar sehingga menyeret indeks semakin ke bawah. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia Pacific turun lebih dari 1% yang merupakan penurunan terburuk dalam tiga minggu terakhir.

Dari Jepang, indeks Nikkei 225 melorot hingga -1,44% setelah rilis data produksi industri mengalami penurunan sebesar 6,6% month on month (mom) jauh di bawah prediksi pasar di kisaran 4,1% sedangkan data penjualan retail hanya bertumbuh 1,6% di bawah konsensus di angka 2,6%. Sementara itu dari Korea, indeks Kospi turut ambles 1,17% seiring dengan terhentinya rally penguatan mata uang won dan justru berbalik melemah tajam 1,10% ke posisi 1.083 per dolar AS.

Dari China, trend bearish masih belum berakhir. Setelah kemarin terpukul akibat aksi protes rencana perpanjangan masa jabatan presiden, kini bursa China kembali turun akibat rilis data manufacturing PMI yang tidak sesuai ekspektasi dimana hanya bergerak di posisi 50,3 vs konsensus di 51,1. Perlambatan ini ditengarai dipicu oleh adanya perayaan tahun Baru Cina yang menyebabkan libur panjang. Hasilnya indeks Shanghai Composite melemah 0,99% sedangkan Hang Seng, Hong Kong turut merosot 1,39%.


Image source: ryokusumonote.files.wordpress.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini akan dibayangi oleh penurunan bursa Amerika dan Eropa setelah pernyataan Jerome Powell menimbulkan kecemasan pasar. Bursa regional Asia pagi ini pun bergerak memerah dimana indeks Nikkei turun 0,44%, Kospi melemah 0,38% sedangkan indeks Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing anjlok 1,31% dan 1,16%. Namun demikian, secara teknikal penutupan IHSG kemarin menunjukan pola bullish marubozu yang mengindikasikan kekuatan beli besar di pasar sehingga diharapkan akan mampu menahan kejatuhan IHSG. 

Bursa Amerika melemah

Pernyataan Jerome Powell yang memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga bisa lebih dari tiga kali di tahun ini memberi kecemasan bagi pasar. Hasilnya, indeks Cboe Volatility, barometer yang menjadi acuan atas perkiraan volatilitas jangka pendek naik 2,79 poin menjadi 18,59, yang mana kenaikan satu hari terbesar dalam hampir tiga pekan. Hal ini membuat Dow Jones harus tersungkur 1,16% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq lebih parah dengan pelemahan sebesar 1,27% dan 1,23%.

Bursa Eropa turun

Indeks Stoxx 600 berakhir turun 0,2% di posisi 382,26 tertekan oleh pelemahan di bursa Amerika dan anjloknya sektor properti setelah saham kelompok real estat asal Prancis, Gecina, melorot hingga 5,5% setelah salah satu investornya menjual saham di pasar dengan jumlah besar. Di saat bersamaan kawasan Euro melaporkan penurunan sentimen konsumen di bulan Februari dari bulan sebelumnya sehingga ekspektasi inflasi menjadi lebih rendah.

Harga minyak akhirnya melemah

Harga minyak WTI mengakhiri rally nya dan melemah -1,84% ke level USD 62,876 per barel terbebani oleh penguatan mata uang dollar dan laporan API yang menyatakan peningkatan stok minyak mentah AS sebesar 933.000 barel pekan lalu sedangkan pasokan bensin naik sebesar 1,91 juta barel.

Batubara dibayangi penurunan demand

Harga batubara masih melanjutkan penurunanya. Di bursa Newcastle untuk kontrak Maret, harga batubara melemah -0,95% sedangkan di bursa Newcastle turun hingga -1,80%. Pelemahan harga ini terjadi seiring jatuhnya impor batubara Jepang untuk Januari sebesar 11,9% menjadi 16,6 juta ton. Selain itu,  laporan dari China Coal Transport & Distribution Association yang menyatakan stok batubara di enam pembangkit listrik utama di China naik 13,3 juta ton juga turut menekan harga batubara.

CPO stagnan

Kemarin harga CPO bergerak mixed meskipun bisa berakhir naik tipis 0,08% ke level 2542 ringgit per ton. Sentimen penekan harga CPO berasal dari anjloknya harga minyak kedelai sebesar -1,40% setelah banyak analis yang memprediksi kegagalan panen kedelai di Argentina tidak separah seperti yang diperkirakan.


Image source: www.c-span.org

0