Market Updates

Ditopang sektor Agriculture, IHSG hanya terkoreksi tipis

Pergerakan IHSG hari ini cukup mixed dengan rentang antara 6564 – 6609 dan ditutup turun tipis 0,03% ke level 6597,22. Sektor Agri dan property menjadi pendorong laju indeks dengan kenaikan sebesar 1,91% dan 1,36%. Kenaikan sektor agri disebabkan oleh harga CPO yang naik menuju level tertingginya selama empat minggu terakhir setelah data ekspor CPO Malaysia diprediksi meningkat 4 – 5 % pada periode 1-25 Februari. Di sisi lain, sektor aneka industri menjadi penekan utama IHSG dengan saham ASII mencatatkan penurunan sebesar 1,52% seiring masifnya penjualan asing di saham ini.

Asing net sell besar

Outflow asing dari bursa hingga penutupan pasar tercatat mencapai 846,77 miliar di keseluruhan pasar yang didominasi oleh net sell di saham BBCA (-284 miliar), ASII (-224 miliar), UNTR (-183 miliar), BBRI (-85 miliar) dan PGAS (-60 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan net buy di antaranya adalah JGLE (56 miliar), ADRO (53 miliar), INDY (37 miliar), dan PTBA (24 miliar). Secara keseluruhan di bulan Februari ini asing mencatatkan penjualan bersih sebesar 10,3 triliun atau rata-rata 544 miliar per harinya.

Bursa Asia merah membara

Sejumlah indeks utama di bursa Asia bergerak negatif mengekor anjloknya bursa Wall Street tadi malam. Berbagai data ekonomi yang dirilis hari inipun kebanyakan jauh di bawah ekspektasi pasar sehingga menyeret indeks semakin ke bawah. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia Pacific turun lebih dari 1% yang merupakan penurunan terburuk dalam tiga minggu terakhir.

Dari Jepang, indeks Nikkei 225 melorot hingga -1,44% setelah rilis data produksi industri mengalami penurunan sebesar 6,6% month on month (mom) jauh di bawah prediksi pasar di kisaran 4,1% sedangkan data penjualan retail hanya bertumbuh 1,6% di bawah konsensus di angka 2,6%. Sementara itu dari Korea, indeks Kospi turut ambles 1,17% seiring dengan terhentinya rally penguatan mata uang won dan justru berbalik melemah tajam 1,10% ke posisi 1.083 per dolar AS.

Dari China, trend bearish masih belum berakhir. Setelah kemarin terpukul akibat aksi protes rencana perpanjangan masa jabatan presiden, kini bursa China kembali turun akibat rilis data manufacturing PMI yang tidak sesuai ekspektasi dimana hanya bergerak di posisi 50,3 vs konsensus di 51,1. Perlambatan ini ditengarai dipicu oleh adanya perayaan tahun Baru Cina yang menyebabkan libur panjang. Hasilnya indeks Shanghai Composite melemah 0,99% sedangkan Hang Seng, Hong Kong turut merosot 1,39%.


Image source: ryokusumonote.files.wordpress.com

Author


Avatar