Morning Review

Hari terakhir perdagangan di bulan Februari, berikut proyeksi IHSG hari ini

Pergerakan IHSG hari ini akan dibayangi oleh penurunan bursa Amerika dan Eropa setelah pernyataan Jerome Powell menimbulkan kecemasan pasar. Bursa regional Asia pagi ini pun bergerak memerah dimana indeks Nikkei turun 0,44%, Kospi melemah 0,38% sedangkan indeks Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing anjlok 1,31% dan 1,16%. Namun demikian, secara teknikal penutupan IHSG kemarin menunjukan pola bullish marubozu yang mengindikasikan kekuatan beli besar di pasar sehingga diharapkan akan mampu menahan kejatuhan IHSG. 

Bursa Amerika melemah

Pernyataan Jerome Powell yang memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga bisa lebih dari tiga kali di tahun ini memberi kecemasan bagi pasar. Hasilnya, indeks Cboe Volatility, barometer yang menjadi acuan atas perkiraan volatilitas jangka pendek naik 2,79 poin menjadi 18,59, yang mana kenaikan satu hari terbesar dalam hampir tiga pekan. Hal ini membuat Dow Jones harus tersungkur 1,16% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq lebih parah dengan pelemahan sebesar 1,27% dan 1,23%.

Bursa Eropa turun

Indeks Stoxx 600 berakhir turun 0,2% di posisi 382,26 tertekan oleh pelemahan di bursa Amerika dan anjloknya sektor properti setelah saham kelompok real estat asal Prancis, Gecina, melorot hingga 5,5% setelah salah satu investornya menjual saham di pasar dengan jumlah besar. Di saat bersamaan kawasan Euro melaporkan penurunan sentimen konsumen di bulan Februari dari bulan sebelumnya sehingga ekspektasi inflasi menjadi lebih rendah.

Harga minyak akhirnya melemah

Harga minyak WTI mengakhiri rally nya dan melemah -1,84% ke level USD 62,876 per barel terbebani oleh penguatan mata uang dollar dan laporan API yang menyatakan peningkatan stok minyak mentah AS sebesar 933.000 barel pekan lalu sedangkan pasokan bensin naik sebesar 1,91 juta barel.

Batubara dibayangi penurunan demand

Harga batubara masih melanjutkan penurunanya. Di bursa Newcastle untuk kontrak Maret, harga batubara melemah -0,95% sedangkan di bursa Newcastle turun hingga -1,80%. Pelemahan harga ini terjadi seiring jatuhnya impor batubara Jepang untuk Januari sebesar 11,9% menjadi 16,6 juta ton. Selain itu,  laporan dari China Coal Transport & Distribution Association yang menyatakan stok batubara di enam pembangkit listrik utama di China naik 13,3 juta ton juga turut menekan harga batubara.

CPO stagnan

Kemarin harga CPO bergerak mixed meskipun bisa berakhir naik tipis 0,08% ke level 2542 ringgit per ton. Sentimen penekan harga CPO berasal dari anjloknya harga minyak kedelai sebesar -1,40% setelah banyak analis yang memprediksi kegagalan panen kedelai di Argentina tidak separah seperti yang diperkirakan.


Image source: www.c-span.org

Author


Avatar